Toto Wolff Klarifikasi Isu Max Verstappen ke Mercedes Musim Depan

Akankah Max Verstappen ke Mercedes musim depan? Toto Wolff akhirnya angkat bicara.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Maret 2026, 15:30 WIB
Pembalap Red Bull, Max Verstappen, asal Belanda memberi isyarat selama sesi kualifikasi menjelang Grand Prix Formula Satu Brasil di sirkuit Interlagos, Sao Paulo, Sabtu, 8 November 2025. (Foto AP/Ettore Chiereguini)

Bola.com, Jakarta - Principal tim Mercedes, Toto Wolff, angkat bicara soal kemungkinan merekrut pembalap Red Bull, Max Verstappen, untuk musim 2027.

Verstappen sempat santer dikaitkan dengan Mercedes di pertengahan musim 2025. Ketika itu, muncul klaim bahwa kontraknya memuat klausul yang memungkinkan ia hengkang dari Red Bull, tergantung posisinya di klasemen pembalap.

Advertisement

Pembalap asal Belanda itu disebut bisa meninggalkan tim jika berada di posisi keempat atau lebih rendah setelah Grand Prix Hungaria. Namun, skenario tersebut tak pernah terjadi.

Verstappen justru bangkit di paruh kedua musim, kembali masuk perebutan gelar, dan akhirnya finis hanya terpaut dua poin dari sang juara dunia, Lando Norris.

Di sisi lain, Mercedes sudah memastikan duet George Russell dan Kimi Antonelli untuk musim 2026. Keduanya diikat kontrak jangka panjang.


Klarifikasi Wolff

Toto Wolff, Direktur Eksekutif Tim Mercedes AMG Petronas F1, sedang bekerja di garasi selama sesi latihan menjelang Grand Prix F1 Las Vegas di Sirkuit Las Vegas Strip pada 20 November 2025 di Las Vegas, Nevada. (Peter Fox/Getty Images via AFP)

Dengan awal musim yang impresif, peluang Verstappen merapat ke tim berjuluk Silver Arrows itu pun hampir tertutup. Mercedes menyapu bersih dua seri pembuka musim 2026: Russell menang di Australia, sementara Antonelli menjadi yang tercepat di China.

"Hal yang mengejutkan adalah rumor-rumor konyol ini sudah muncul sejak Maret," kata Wolff kepada media Austria, OE24.

"Padahal, biasanya hal seperti ini baru dibahas pada Juli. Saya tidak tahu siapa yang mengangkat isu ini lagi."

"Kami memiliki dua pembalap dengan kontrak jangka panjang. Saya tidak bisa lebih puas lagi dengan mereka berdua. Keduanya menunjukkan performa terbaik," ujarnya.

"Jadi, sama sekali tidak ada alasan untuk mempertimbangkan perubahan susunan pembalap atau opsi lain. Saya mengatakan ini dengan penuh rasa hormat kepada Max," kata Wolff.


Spekulasi Russell dan Verstappen

(Kiri-Kanan) Pembalap Inggris tim Mercedes yang menempati posisi pertama, George Russell, dan pembalap Inggris tim McLaren yang menempati posisi ketiga, Lando Norris, merayakan kemenangan dengan sampanye di podium setelah balapan malam Formula Satu Grand Prix Singapura di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay, Singapura, pada 5 Oktober 2025. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Spekulasi perihal masa depan Russell kembali mencuat, dipicu perbedaan durasi kontrak dua pembalap Mercedes yang diteken tahun lalu.

Laporan Sky Sports menyebut Russell hanya memiliki kontrak yang dijamin hingga 2027, sementara Antonelli terikat hingga 2029.

Juara dunia 1996, Damon Hill, bahkan menyebut Russell "selalu bersifat sementara" di Mercedes saat berbicara dalam podcast "Stay On Track".

Mantan pembalap F1 asal Inggris, Johnny Herbert, juga berspekulasi bahwa Verstappen mungkin tidak sepenuhnya bahagia di Red Bull.

Verstappen, yang telah mengoleksi empat gelar juara dunia Formula 1, cukup vokal mengkritik regulasi baru F1. Ia bahkan menyamakan sensasi mengemudikan mobil musim 2026 seperti permainan Mario Kart.


Peluang Kecil

Pembalap Red Bull asal Belanda, Max Verstappen, tergelincir keluar lintasan saat sesi kualifikasi Grand Prix Formula Satu Australia di Albert Park, Melbourne, Australia, Sabtu, 7 Maret 2026. (AP Photo/Asanka Brendon Ratnayake)

Jika klausul kontrak terkait posisi di klasemen kembali berlaku pada 2026, peluang Verstappen bertahan di empat besar hingga seri Hungaria tampak makin kecil.

Mercedes tampil dominan dengan dua hasil finis satu-dua di awal musim, diikuti Ferrari di posisi tiga-empat. Di China, Lewis Hamilton finis di depan Charles Leclerc.

Sementara itu, Verstappen mengalami awal musim yang sulit. Ia hanya finis keenam di Australia setelah masalah rem membuatnya tersingkir sejak sesi kualifikasi pertama, sebelum akhirnya gagal finis di China akibat gangguan sistem pendingin mesin.

Secara performa murni, Red Bull kini tertinggal cukup jauh dari Mercedes dan Ferrari. Bahkan dalam kondisi tertentu, mereka juga masih kalah kompetitif dibanding McLaren di sejumlah lintasan.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait