Trent Alexander-Arnold Tersingkir dari Timnas Inggris, Roy Keane: Bukan soal Teknik, Pasti Ada Masalah di Luar Lapangan

Roy Keane mencurigai ada masalah personal di balik dicoretnya Trent Alexander-Arnold dari Timnas Inggris.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Maret 2026, 11:15 WIB
Bek Real Madrid asal Inggris bernomor punggung 12, Trent Alexander-Arnold, bertepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Real Madrid di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 18 Maret 2026. Real Madrid memenangkan pertandingan dengan skor 2-1, dan agregat 5-1. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda sepak bola Irlandia, Roy Keane, ikut bersuara dalam polemik tidak dipanggilnya Trent Alexander-Arnold ke Timnas Inggris. Ia menduga ada persoalan di luar lapangan yang memengaruhi keputusan pelatih Thomas Tuchel.

Alexander-Arnold menjadi nama paling mencolok yang tidak masuk daftar 35 pemain yang dipanggil Tuchel jelang Piala Dunia 2026.

Advertisement

Sejumlah bek kanan lain seperti Reece James, Tino Livramento, Jarrell Quansah, hingga Djed Spence justru lebih diprioritaskan.

Kesempatan kedua pun tak datang bagi pemain Real Madrid itu, meski ada sejumlah pemain yang cedera. Tuchel justru kembali memanggil Ben White, yang baru kembali ke skuad setelah hampir empat tahun absen.


Pasti Ada Sesuatu

Bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, menunggu untuk masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan sepak bola fase liga Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 4 November 2025. (Paul ELLIS / AFP)

Selama ini, Tuchel memang kerap mengungkapkan keraguannya terhadap kemampuan bertahan Alexander-Arnold. Namun, Keane menilai alasan tersebut tidak sepenuhnya masuk akal.

"Yang aneh adalah ketika orang membicarakan soal kemampuan bertahan Trent, dia pasti melihat bek lain di depannya dan berpikir: 'Mereka juga tidak hebat dalam bertahan!',' kata Keane dalam podcast "Stick to Football" milik The Overlap.

Ia menilai para pemain yang dipilih Tuchel juga bukan jaminan kukuh di lini belakang.

“Bukan berarti Tuchel memilih pemain yang akan membuat pertahanan benar-benar solid. Beberapa dari mereka bahkan bukan bek yang bagus. Pasti ada sesuatu yang terjadi," ujarnya.

Keane juga mengkritik pendekatan pemilihan pemain yang terlalu menekankan fleksibilitas.

"Kita terus bicara soal Timnas Inggris yang pemainnya bisa bermain di berbagai posisi. Yang dibutuhkan itu pemain yang benar-benar hebat, bukan yang serbabisa, tapi biasa saja," katanya.

Ia bahkan menyoroti minimnya menit bermain Ben White bersama Arsenal.

"Ben White hanya memainkan tujuh pertandingan liga untuk Arsenal. Tujuh!" ucap Keane.

Menurutnya, jika dilihat secara keseluruhan, lini belakang Inggris masih jauh dari kata meyakinkan.

"Kalau Anda melihat skuad itu dan menganalisisnya, secara defensif timnas Inggris tidak bagus," simpul leganda Manchester United itu.


Kritik Tuchel

Bek Timnas Inggris, Trent Alexander-Arnold. (Bola.com/Dok.HENRY NICHOLLS / AFP).

Tuchel, di sisi lain, sudah lama mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kontribusi bertahan Alexander-Arnold, bahkan sejak Mei 2025.

"Saya melihat kadang dia terlalu mengandalkan kontribusi ofensifnya dan tidak cukup menaruh perhatian pada disiplin serta usaha dalam bertahan," kata Tuchel saat itu.

Ia menegaskan bahwa standar di level internasional jauh lebih ketat.

"Saya rasa itu masuk akal. Dampak besar yang dia berikan untuk Liverpool selama bertahun-tahun, jika ingin memberikan dampak yang sama di tim nasional Inggris, maka dia harus sangat serius dalam aspek bertahan," ujarnya.

"Karena dalam pertandingan kualifikasi maupun turnamen, satu kesalahan bertahan, satu momen ketika Anda tidak 100 persen fokus, bisa menjadi penentu, bisa menjadi momen di mana Anda harus mengemasi koper dan pulang," lanjut Tuchel.


Faktor Non-Teknis?

Bek Real Madrid asal Inggris #12, Trent Alexander-Arnold, menendang bola selama pertandingan sepak bola Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 antara FC Salzburg dari Austria dan Real Madrid dari Spanyol di Stadion Lincoln Financial Field di Philadelphia pada tanggal 26 Juni 2025. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Sejak bergabung dengan Real Madrid, performa Alexander-Arnold memang sempat terganggu cedera. Meski begitu, ia mulai kembali mendapatkan menit bermain secara bertahap.

Keane menilai kondisi tersebut seharusnya cukup untuk membuatnya kembali dilirik, kecuali ada faktor lain.

"Kalau Anda pemain seperti Trent dan tidak masuk skuad berisi 35 pemain, saya tetap merasa itu tanggung jawab Anda sendiri," kata Keane.

"Anda pasti bertanya: 'Apa yang kurang dari saya untuk meyakinkan pelatih?' Pasti ada sesuatu."

Ia juga menyinggung kemungkinan adanya persoalan dalam dinamika tim.

"Ini soal berada di dalam kelompok. Tuchel sejak awal bilang dia butuh pemain yang 'enak diajak bepergian' dan hal-hal seperti itu. Jelas ada sesuatu dari dirinya (Alexander-Arnold) yang tidak disukai," ujar Keane.

"Ini bukan soal sepak bola. Anda tidak harus menyukai semua orang, tapi jelas ada yang tidak beres," tambahnya.


Respons Alexander-Arnold

Pemain Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, menendang bola dalam pertandingan La Liga Spanyol antara Girona dan Real Madrid, Minggu, 30 November 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Di tengah polemik tersebut, Alexander-Arnold tampak memberikan respons secara tidak langsung melalui media sosial.

Setelah mencatatkan assist untuk Vinicius Junior dalam laga derbi Madrid akhir pekan lalu, ia mengunggah foto bersama rekannya itu dengan keterangan dalam bahasa Spanyol: "Madrid. Dan tidak ada yang lain."

Unggahan itu dianggap sebagai isyarat sikap sang pemain di tengah kontroversi yang sedang berlangsung.

 

Sumber: Daily Mail

Berita Terkait