Hamilton Frustrasi di Suzuka, Ferrari Kalah Telak dari Mercedes: Kami Masih Sangat Ketinggalan

Lewis Hamilton mengungkapkan kekecewaannya setelah sesi kualifikasi Formula 1 GP Jepang 2026 di Sirkuit Suzuka. Pembalap Ferrari itu menilai timnya masih tertinggal cukup jauh dari para pesaing utama.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 28 Maret 2026, 22:00 WIB
Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton, mengemudikan mobilnya pada hari pertama uji coba pramusim Formula Satu di Sirkuit Internasional Bahrain di Sakhir pada 11 Februari 2026. (Giuseppe CACACE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Lewis Hamilton mengungkapkan kekecewaannya setelah sesi kualifikasi Formula 1 GP Jepang 2026 di Sirkuit Suzuka. Pembalap Ferrari itu menilai timnya masih tertinggal cukup jauh dari para pesaing utama.

Dalam sesi kualifikasi tersebut, Hamilton hanya mampu finis di posisi keenam. Ia kalah tidak hanya dari duo McLaren, tetapi juga dari rekan setimnya, Charles Leclerc.

Advertisement

Pole position sendiri direbut oleh pembalap Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, dengan keunggulan waktu yang cukup signifikan. Hamilton terpaut sekitar 0,789 detik, angka yang menggambarkan kesenjangan performa saat ini.

Padahal sebelumnya, Hamilton sempat tampil kompetitif di GP China dan menjadi penantang terdekat Mercedes. Namun, performa di Suzuka menunjukkan bahwa Ferrari masih memiliki banyak pekerjaan rumah.

 


Ferrari Tertinggal Jauh, Hamilton Akui Belum Cukup Kompetitif

Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton, melaju selama sesi kualifikasi sprint menjelang Grand Prix Formula Satu China di Sirkuit Internasional Shanghai di Shanghai pada 13 Maret 2026. (GREG BAKER/AFP)

Hamilton mengakui bahwa performanya di kualifikasi sebenarnya mengalami peningkatan dibanding hari sebelumnya. Namun, hasil akhir tetap belum memuaskan.

“Kemarin saya sedikit kesulitan, tetapi hari ini jauh lebih baik. Q1 berjalan cukup oke, lalu terus membaik,” ujarnya.

Meski begitu, ia tidak menutupi kenyataan bahwa Ferrari masih tertinggal jauh dari para pesaing utama.

“Kami masih sangat, sangat tertinggal dari mereka. Saya sudah mengeluarkan kemampuan terbaik, tetapi itu belum cukup saat ini,” tegasnya.

Masalah utama disebut berasal dari kombinasi sistem energi dan karakteristik mobil. Hamilton menjelaskan bagaimana kehilangan kendali kecil bisa berdampak besar pada performa.

“Distribusi energi jelas menjadi bagian besar. Pada lap pertama, saya sempat unggul dari Charles, tetapi kehilangan sekitar dua setengah persepuluh detik di lintasan lurus karena sedikit oversteer yang mengubah seluruh algoritma,” jelasnya.

 


Regulasi Baru dan Tantangan di Suzuka

Kimi Antonelli bersama Lewis Hamilton. (GREG BAKER / AFP)

Hamilton juga menyoroti dampak regulasi baru yang membuat mobil lebih sulit dikendalikan dalam kondisi tertentu. Ia merasa sistem saat ini kurang ideal bagi pembalap.

“Seharusnya Anda bisa mengoreksi mobil dan tetap melanjutkan. Tapi dengan aturan sekarang, itu tidak berjalan seperti yang diharapkan,” katanya.

Selain Mercedes, Hamilton juga menilai McLaren mulai menjadi ancaman serius seiring meningkatnya performa mereka.

“Mereka jelas punya mobil yang bagus. Saat mereka mulai memaksimalkan mesin Mercedes itu, kami bisa semakin tertinggal,” ungkapnya.

Ia pun mengakui Ferrari harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan.

“Kami punya pekerjaan besar untuk menutup gap ini. Mesin memang berpengaruh, tapi sasis kami juga belum selevel Mercedes, terutama di tikungan,” tambahnya.

 


Suzuka Jadi Salah Satu Trek Paling Sulit Dinikmati

Lebih jauh, Hamilton mengungkapkan bahwa Suzuka menjadi salah satu lintasan yang paling tidak menyenangkan dengan mobil generasi 2026.

Menurutnya, manajemen energi membuat pembalap tidak bisa mendorong mobil secara maksimal sepanjang lap.

“Lintasan ini sangat menuntut, terutama di sektor awal. Tapi setelah Tikungan 6, Anda tidak bisa terus menekan karena harus menghemat energi,” ujarnya.

“Itu membuatnya jadi salah satu yang paling tidak menyenangkan. Seharusnya kita bisa menggunakan tenaga penuh sepanjang lap, dan itu menurut saya bagian penting dari balapan,” lanjutnya.

Menatap balapan utama, Hamilton mengaku belum bisa memprediksi bagaimana jalannya lomba, terutama karena karakter Suzuka yang sulit untuk menyalip.

“Saya tidak benar-benar tahu bagaimana balapannya nanti. Biasanya tidak banyak overtake di sini, jadi mungkin akan lebih sedikit dibanding balapan sebelumnya. Tapi semoga tetap ada peluang,” tutupnya.

Dengan kondisi saat ini, Ferrari jelas dituntut menemukan solusi cepat jika ingin kembali bersaing di barisan terdepan Formula 1 musim 2026.

Berita Terkait