Puncak Arogansi Tuchel, Lakukan Eksperimen Pemain dan Gagal Pahami Suporter Inggris

Thomas Tuchel dicap sombong karena menurunkan susunan pemain eksperimental saat Inggris bermain imbang 1-1 dengan Uruguay juga caranya menangani kasus Ben White.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 Maret 2026, 06:30 WIB
Thomas Tuchel kini menjadi pelatih timnas Inggris. Meski berhasil meraih trofi bersama Chelsea, beberapa kebijakan transfernya menuai kontroversi. Tuchel kerap melepas pemain Inggris yang akhirnya bersinar di klub lain.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas InggrisThomas Tuchel, mendapat sorotan tajam setelah keputusan beraninya menurunkan susunan pemain eksperimen berujung hasil imbang 1-1 melawan Uruguay dalam laga uji coba di Stadion Wembley, Sabtu (28-3-2026) dini hari WIB.

Inggris sempat berada di atas angin usai gol Ben White pada menit ke-81. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna setelah Federico Valverde mencetak gol penyeimbang lewat titik penalti di masa tambahan waktu.

Advertisement

Keputusan Tuchel menurunkan susunan pemain yang banyak berubah menjadi perhatian. Sejumlah pemain utama seperti Harry Kane, Declan Rice, dan Bukayo Saka tidak tampil sejak awal, dengan rencana dipersiapkan untuk laga berikutnya, melawan Jepang.

Kembalinya Ben White ke timnas juga menjadi sorotan. Bek Arsenal itu menjalani laga internasional pertamanya setelah meninggalkan skuad di tengah Piala Dunia 2022 di Qatar. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mendapat respons negatif dari sebagian suporter di Wembley.

Ironisnya, White sempat menjadi pahlawan lewat golnya, tetapi kemudian melakukan pelanggaran di kotak penalti terhadap Federico Vinas yang berujung penalti untuk Uruguay.


Kecewa ke Tuchel

Pelatih kepala Timnas Inggris, Thomas Tuchel menerapkan strategi aneh untuk dua laga FIFA Matchday menjelang Piala Dunia 2026. (AFP/Paul Ellis)

Kekecewaan suporter tak hanya ditujukan kepada White, tetapi juga kepada Tuchel dan keseluruhan tim yang dinilai gagal memanfaatkan kesempatan membuktikan diri jelang Piala Dunia 2026.

Komentar keras juga datang dari jurnalis talkSPORT, Adrian Durham. Ia menilai Tuchel keliru dalam mengambil keputusan, bahkan menyebutnya sebagai bentuk arogansi.

"Anda meminta suporter membayar mahal untuk menonton tim yang banyak diisi pemain yang mungkin tidak akan masuk skuad Piala Dunia," kata Durham.

"Bagi saya ini puncak arogansi dari Inggris. Hanya karena ini laga uji coba beberapa bulan sebelum Piala Dunia, lalu pelatih bisa berkata kepada pemain utama, 'Anda tidak perlu bermain, kami akan baik-baik saja tanpa latihan bersama.' Apakah benar begitu? Saya rasa tidak," cetusnya.


Penanganan Kasus White

Bek Timnas Inggris, Ben White, mencetak satu gol saat timnya bermain imbang 1-1 kontra Uruguay pada laga uji coba di Stadion Wembley, London, Sabtu (28/03/2026) dini hari WIB. (AFP/Henry NICHOLLS)

Durham juga mengkritik cara Tuchel menangani situasi White.

"Dia benar-benar tidak memahami situasi. Tuchel harus lebih mengerti suporter Inggris. Saya kira dia sudah bisa memahami itu sekarang, tapi ternyata belum," ucapnya.

Ia punya banyak hal positif, tapi ini jelas sisi negatif yang merugikannya."

Menurut Durham, keputusan memainkan White justru memicu reaksi yang bisa diprediksi.

"Dia pernah meninggalkan rekan setimnya di Piala Dunia dan sampai sekarang kita tidak tahu alasannya. Lalu tiba-tiba kembali begitu saja. Apa yang Tuchel harapkan? Tentu saja dia akan dicemooh," kata Durham.


Bela White

Ben White (kiri) mencetak gol di laga uji coba antara Inggris vs Uruguay di Stadion Wembley, Sabtu (28/03/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Alastair Grant)

Sebelumnya, Tuchel sempat mengatakan bahwa White akan berdiskusi dengan pemain senior untuk menyelesaikan situasi masa lalu. Ia juga membela anak asuhnya terkait cemoohan yang diterima.

“Saya mendengar dia dicemooh, tapi tidak di lapangan karena saya fokus pada instruksi. Jadi, saya rasa itu bukan mayoritas," ujar Tuchel.

"Ada sebagian yang mencemooh dan sebagian lagi memberikan respons beragam, dan saya kecewa dengan itu. Kami melindungi pemain kami, dia tampil sangat baik di pemusatan latihan dan layak bermain."

"Dia bahkan hampir memberi kami kemenangan. Tapi, ini juga pernah terjadi pada pemain lain sebelumnya. Dia harus menerimanya, dan kami akan selalu mendukungnya. Kami berharap semua bisa melupakan ini dan melangkah maju," kata pelatih asal Jerma itu.


Dukungan dari Henderson

Gelandang Brentford asal Inggris #06, Jordan Henderson, bertepuk tangan kepada para penggemar setelah peluit akhir berbunyi dalam pertandingan Premier League Inggris antara Brentford dan Liverpool di Stadion Komunitas Gtech, London, pada 25 Oktober 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Dukungan juga datang dari Jordan Henderson, yang pernah mengalami situasi serupa.

"Saya juga pernah mengalaminya, itu bagian dari menjadi pemain Inggris," kata Henderson.

"Beberapa suporter mungkin bahkan tidak tahu kenapa mereka mencemooh, mereka hanya mengikuti apa yang diberitakan media, yang tidak selalu benar."

"Tidak banyak yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di Qatar, dan itu adalah urusan internal kami," lanjutnya.

"Ben sudah tampil baik sejak kembali, dan kami akan mendukungnya. Situasi seperti ini memang sulit, tapi jangan terlalu diambil hati. Yang terpenting, dia tampil dan mencetak gol, itu yang utama," imbuh mantan kapten Liverpool itu.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait