Jude Bellingham Tersingkir dari Starting XI Real Madrid, Dampaknya Bisa sampai ke Piala Dunia 2026

Jude Bellingham dicadangkan pada laga Liga Champions melawan Bayern Munchen, alarm keras menuju Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 April 2026, 14:30 WIB
Joshua Kimmich dari Bayern, kiri, dan Jude Bellingham dari Real Madrid berebut bola selama pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid dan Bayern Munich di Madrid, Spanyol, Rabu (8-4-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Bernat Armangue)

Bola.com, Jakarta - Keputusan mengejutkan diambil Real Madrid saat menghadapi Bayern Munchen dalam leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (8-4-2026) dini hari WIB. Gelandang andalan mereka, Jude Bellingham, tidak masuk susunan pemain inti.

Dalam pertandingan yang digelar di Santiago Bernabeu itu, Real Madrid berupaya menyelamatkan musim yang berjalan kurang memuaskan.

Advertisement

Mereka saat ini berada di posisi kedua klasemen La Liga, tertinggal tujuh poin dari Barcelona dengan delapan pertandingan tersisa. Situasi klub juga sempat terguncang setelah pemecatan pelatih Xabi Alonso, Januari lalu.

Di tengah tekanan tersebut, pelatih Alvaro Arbeloa memilih mencadangkan Bellingham. Keputusan ini diambil karena masalah kebugaran yang belum sepenuhnya pulih, ditambah performa yang dinilai belum konsisten sepanjang musim.

Padahal, dalam beberapa musim terakhir, pemain asal Inggris itu menjadi satu di antara sosok kunci di balik kesuksesan tim.


Dampak ke Peluang di Piala Dunia 2026

Gelandang Inggris Real Madrid #05, Jude Bellingham (2R), dan penyerang Prancis Real Madrid #10, Kylian Mbappe, bereaksi setelah melewatkan peluang mencetak gol selama pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Bayern Munchen di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 8 April 2026. (Thomas COEX/AFP)

Pencadangan ini berpotensi berdampak lebih luas, termasuk terhadap peluang Bellingham menjadi starter di Piala Dunia 2026.

Kendati posisinya di skuad Inggris masih relatif aman, situasi yang ia alami di level klub bisa memengaruhi keputusan pelatih Thomas Tuchel.

Musim ini, Bellingham hanya menjadi starter sebanyak 22 kali di semua kompetisi. Jumlah tersebut jauh menurun dibanding musim 2024/2025, saat ia tampil sejak awal dalam 48 pertandingan.

Selain itu, hubungan antara Bellingham dan Tuchel dikabarkan tidak sepenuhnya harmonis.

Jika situasinya di klub tidak berubah dan ia terus lebih sering duduk di bangku cadangan, peluangnya untuk menjadi pilihan utama di timnas pun bisa makin terancam.


Munculnya sang Pengganti

Thiago Pitarch Pinar dan Jeremy Doku berebut bola dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Real Madrid vs Manchester City di Santiago Bernabeu, 12 Maret 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Sebagai pengganti Bellingham, Arbeloa memberikan kepercayaan kepada gelandang muda berusia 18 tahun, Thiago Pitarch Pinar.

Penampilan melawan Bayern menjadi laga ke-10 Pitarch bersama tim utama di semua kompetisi, dengan lima di antaranya terjadi di Liga Champions.

Meski masih belia, ia sudah menunjukkan potensi besar.

Pitarch sebelumnya tampil impresif saat menghadapi Manchester City di babak 16 besar, Maret lalu. Kemampuannya bermain seimbang, baik dalam membantu serangan maupun bertahan, membuatnya mampu memberi kontribusi di berbagai aspek permainan.

Masih belum pasti apakah pemain muda tersebut akan terus dipercaya di fase-fase akhir turnamen jika Real Madrid mampu menyingkirkan Bayern.

Namun, keberadaannya memberi tambahan opsi berharga bagi tim, sekaligus menghadirkan persaingan sehat dengan Bellingham untuk musim-musim mendatang.

 

Sumber: Sportsmole

Berita Terkait