BRI Super League: Jean-Paul van Gastel Ungkap Kelemahan PSIM, Singgung Problem Low Block Mirip Liverpool

BRI Super League: Jean-Paul van Gastel Ungkap Kelemahan PSIM, Singgung Problem Low Block Mirip Liverpool

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 17 April 2026, 10:50 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel saat memberikan instruksi di pinggir lapangan ketika melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Bola.com, Jakarta - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengungkap sejumlah persoalan yang masih membayangi performa tim di BRI Super League 2025/2026. Salah satu sorotan datang dari situasi bola mati yang belum tertangani dengan baik.

Masalah tersebut menjadi pekerjaan rumah serius bagi klub berjulukan Laskar Mataram itu, terutama saat tim tengah berupaya bangkit dari tren negatif dalam beberapa pertandingan terakhir.

Advertisement

Jean-Paul va Gastel tak menampik bahwa skema bola mati masih jadi titik lemah PSIM. Ia menilai anak asuhnya belum menunjukkan urgensi yang cukup ketika melakukan penjagaan lawan.

"Ya, kami melakukan penjagaan satu lawan satu (man marking). Seperti yang saya katakan salah satu masalah kami adalah kurangnya urgensi, terlalu santai, dan menjaga lawan tanpa rasa kewajiban," ujar Van Gastel.

"Saya merindukan kegigihan dalam banyak aspek permainan kami," sambung juru taktik asal Belanda tersebut.


Tantangan Hadapi Low Block

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel pada laga kontra Persita Tangerang pada pertandingan pekan kesembilan BRI Super League 2025/2026. (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Selain bola mati, Van Gastel juga menyinggung kesulitan tim saat menghadapi lawan yang bermain dengan pertahanan rendah atau low block. Menurutnya, situasi tersebut bukan hanya dialami PSIM, namun juga tim-tim besar dunia.

Mantan asisten pelatih Besiktas tersebut bahkan mencontohkan bagaimana klub sekelas Liverpool pun kerap menemui hambatan saat menghadapi lawan yang bermain bertahan total.

"Itu masalah bagi setiap tim. Saya mendengar pelatih Liverpool mengatakan jika sebuah tim bermain dengan pertahanan rendah, mereka kesulitan," kata Van Gastel.

"Jadi jika kita bicara tentang Liverpool di Liga Inggris dan sekarang Anda bicara tentang PSIM di Liga Indonesia, masalahnya sama. Bermain melawan tim dengan pertahanan rendah itu sulit," lanjutnya.

 


Usung Misi Bangkit

PSIM Yogyakarta, latihan atau persiapan di BRI Super League 2025/2026. (Dok. ileague.id)

PSIM dijadwalkan bertandang ke markas Bhayangkara FC dalam pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Bentrok kedua tim berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Jumat (17/4/2026) sore WIB.

Pertandingan ini jadi momentum penting bagi PSIM untuk mengakhiri tren negatif. Dalam empat laga terakhir, Tim Naga Jawa selalu gagal meraih kemenangan.

Penampilan PSIM mengalami penurunan drastis pada paruh musim. Dari 10 laga, mereka cuma mengukir sekali menang, lima imbang, dan empat tumbang. Catatan ini berbanding terbalik dengan performa solid di putaran pertama.

Saat ini, PSIM tertahan di posisi kesembilan klasemen sementara BRI Super League dengan raihan 38 poin. Adapun Bhayangkara FC bertengger di urutan kelima dengan koleksi 44 poin.

 

Berita Terkait