Bola.com, Sleman - Penyerang PSBS Biak, Ruyery Blanco, memutuskan meninggalkan klub di tengah bergulirnya BRI Super League 2025/2026. Striker asal Kolombia itu memilih pulang ke negaranya karena persoalan tunggakan gaji.
Kepergian Ruyery tentu menjadi kerugian besar bagi PSBS. Pemain berusia 27 tahun tersebut merupakan top scorer sementara tim dengan torehan 10 gol plus dua assist dari 23 penampilan musim ini.
Catatan tersebut terbilang impresif. Apalagi, PSBS sejauh ini baru membukukan 29 gol, menunjukkan betapa besar kontribusi Ruyery di lini depan klub berjuluk Badai Pasifik itu.
Dengan begitu, Ruyery dipastikan tidak tersedia saat PSBS menghadapi Persijap Jepara dalam laga pekan ke-29 BRI Super League di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jumat (24-4-2026) sore WIB.
Tiga Bulan Gaji Belum Dibayar
Kepada Bola.com, mantan pemain Atletico Nacional di Liga Kolombia itu mencurahkan isi hatinya mengenai situasi sulit yang dialami selama beberapa bulan terakhir bersama PSBS.
"Keputusan saya untuk kembali ke Kolombia terutama disebabkan oleh masalah gaji. Hal ini sudah berlangsung selama hampir tiga bulan," ujar Ruyery Blanco, Kamis (23-4-2026).
"Sangat sulit untuk menafkahi keluarga jauh dari negara asal dengan situasi seperti itu, dan itulah yang mendorong saya mengambil keputusan untuk kembali ke negara saya."
"Selebihnya, syukurlah saya baik-baik saja secara pribadi. Saya berhasil meninggalkan nama baik di sana, di Indonesia. Semoga saya bisa kembali lagi dan berada di klub yang lebih baik," lanjut pemain kelahiran Santa Marta, Kolombia, itu.
Bangga dengan Performa di Super League
Kendati berpisah dalam situasi kurang ideal, ia bangga dengan performanya bersama PSBS. Badai Pasifik menjadi klub pertama Ruyery di Indonesia setelah didatangkan pada 1 Agustus 2025.
"Seperti yang saya katakan, syukurlah saya tampil baik di sana. Saya berhasil mencetak 10 gol dan memberikan dua assist, serta meninggalkan nama baik di Indonesia. Saya seharusnya bisa berbuat lebih banyak, tetapi situasinya tidak berjalan dengan baik," katanya.
"Saya terpaksa pergi saat masih ada beberapa pertandingan tersisa. Saya berharap, jika Tuhan menghendaki, saya bisa kembali ke negara itu karena Indonesia sangat indah dan saya menyukai liganya," ucap Ruyery.
Ruyery kali terakhir tampil saat PSBS dihajar Borneo FC 1-5, 11 April lalu. Sesudah itu, namanya tak masuk daftar susunan pemain ketika PSBS berhadapan dengan Persija Jakarta, Sabtu (18-4-2026).
Masih Ingin Kembali ke Indonesia
Walau kecewa dengan situasi di klub, Ruyery Blanco mengaku memiliki kesan mendalam terhadap Indonesia. Ia bahkan membuka peluang kembali berkarier di Tanah Air.
"Namun, sayangnya, klub tersebut membuat saya sangat kecewa. Meski begitu, saya percaya tidak semua klub di sana seperti itu. Jadi, saya berharap masih ada peluang bagi saya di sana agar bisa kembali lagi," ungkapnya.
"Terkait manajemen, biasa saja. Ada ketidakpuasan karena beberapa hal seperti masalah bonus yang tidak dibayarkan serta tiket (perjalanan) untuk keluarga saya. Hal-hal tersebut tentu menimbulkan sedikit kekesalan, tapi ya sudahlah, semoga mereka bisa menyelesaikan situasi tersebut."
"Saya pergi dengan perasaan senang karena saya meninggalkan banyak teman di Biak, orang-orang yang sangat ramah dan baik hati. Jadi, dari sisi itu saya merasa tenang karena memiliki teman di sana," ujar Ruyery.