7 Tantangan Berat bagi Pengganti Liam Rosenior di Chelsea: Pantang Bereksperimen Lagi!

7 keputusan penting yang tidak boleh salah diambil oleh manajer baru Chelsea.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 26 April 2026, 11:30 WIB
Chelsea - Ilustrasi Logo Chelsea (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Chelsea kembali berada dalam situasi sulit setelah pemecatan Liam Rosenior, hanya 106 hari sejak ia ditunjuk sebagai pelatih. Keputusan ini menambah panjang daftar pergantian pelatih sejak era kepemilikan Todd Boehly, sekaligus menegaskan krisis yang sedang melanda klub London tersebut.

Padahal, dalam satu tahun kalender terakhir, Chelsea sempat meraih kesuksesan dengan menjuarai UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub, serta kembali ke kompetisi elite Eropa. Namun kini, performa mereka justru anjlok drastis hingga mencatat salah satu periode terburuk dalam sejarah klub.

Advertisement

Rosenior dipecat setelah rentetan lima kekalahan beruntun di Premier League tanpa mencetak gol, termasuk kekalahan telak 0-3 dari Brighton. Saat ini, Chelsea terdampar di peringkat kedelapan dan terancam gagal lolos ke Liga Champions.

Manajer interim Calum McFarlane akan memimpin hingga akhir musim, sementara klub mulai mencari pelatih permanen baru. Namun, siapa pun yang datang, akan menghadapi tantangan besar. Berikut tujuh keputusan penting yang tidak boleh salah diambil oleh manajer baru Chelsea:


1. Tidak Boleh Lagi Bereksperimen

Ekspresi Cole Palmer dalam laga Chelsea vs PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (AP Photo/Kin Cheung)

Chelsea membutuhkan pelatih berpengalaman di Premier League, bukan sekadar proyek atau spekulasi. Sosok dengan kemampuan taktik matang dan wibawa di ruang ganti sangat dibutuhkan untuk mengendalikan skuad yang penuh tekanan.

Beberapa nama seperti Andoni Iraola, Marco Silva, hingga Cesc Fabregas mulai dikaitkan. Bahkan Frank Lampard juga masuk pertimbangan, meski opsi ini dinilai berisiko jika hanya mengandalkan faktor emosional.


2. Masalah Lebih Besar dari Sekadar Pelatih

Reaksi pemain Chelsea Enzo Fernandez saat melawan Fulham pada pertandingan sepak bola Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, 3 Februari 2023. Pemain Argentina tersebut tampil penuh selama 90 menit melawan Fulham. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Pemecatan Rosenior bukan solusi instan. Masalah utama Chelsea terletak pada skuad yang rapuh secara mental, kurang pengalaman, dan tidak memiliki identitas jelas.

Kekalahan agregat 2-8 dari PSG di Liga Champions memperlihatkan kelemahan fundamental tim, ditambah konflik internal dan kebocoran informasi dari ruang ganti yang memperburuk situasi.


3. Bangun Identitas dan Karakter Tim

Prestasi pertama Enzo Maresca sebagai pelatih adalah mempersembahkan gelar juara Conference League 2024/2025 untuk The Blues. (AFP/John Macdougall)

Chelsea membutuhkan fondasi yang jelas. Manajer baru harus diberikan kendali dalam membangun tim sesuai filosofi mereka, bukan sekadar menerima pemain hasil rekrutmen acak.

Kedisiplinan, karakter, dan mentalitas juara harus menjadi prioritas utama untuk mengakhiri kekacauan yang terjadi musim ini.


4. Evaluasi Strategi Transfer

Chelsea meraih kemenangan 3-1 atas Wolverhampton Wanderers pada laga pekan ke-22 Liga Inggris 2024-2025 di Stadion Stamford Bridge, Senin (20/1/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Kebijakan merekrut pemain muda secara besar-besaran sejak 2022 terbukti belum efektif. Meski memiliki potensi besar, skuad Chelsea kekurangan pemain berpengalaman yang mampu menghadapi tekanan kompetisi.

Dengan dana terbatas akibat kemungkinan absen dari Liga Champions, Chelsea harus lebih cermat dalam menjual pemain sebelum membeli.


5. Perbaiki Posisi Kiper

Kiper Chelsea, Robert Sanchez, bekerja keras mengawal gawang timnya agar tak kebobolan saat bersua Manchester City pada laga pekan ke-23 Premier League di Stadion Etihad, Minggu (26/01/2025) dini hari WIB. The Blues pun akhirnya keok 1-3 dari Man City. (AFP/Oli Scarff)

Sejak kepergian Thibaut Courtois pada 2018, Chelsea belum memiliki kiper utama yang benar-benar konsisten. Sejumlah nama seperti Kepa Arrizabalaga hingga Robert Sanchez belum mampu memberikan stabilitas.

Manajer baru harus menjadikan posisi penjaga gawang sebagai prioritas utama untuk diperkuat.


6. Ketergantungan pada Cole Palmer

Cole Palmer menjadi pemain kunci Chelsea, namun ketergantungan berlebihan padanya justru menjadi masalah. Saat performanya menurun atau ia absen, lini serang Chelsea kehilangan arah.

Dibutuhkan pemain lain yang mampu berbagi beban mencetak gol dan menciptakan peluang.


7. Krisis di Lini Pertahanan

Cedera pemain belakang seperti Levi Colwill memperlihatkan rapuhnya pertahanan Chelsea. Minimnya tambahan bek tengah musim ini menjadi kesalahan fatal yang harus segera diperbaiki.

 

Sumber: Sportsmole

Berita Terkait