Bola.com, Jakarta - Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness, secara terbuka meminta agar penghargaan FIFA Peace Prize dihapus.
Klaveness juga menyatakan dukungan terhadap pengaduan etik yang menyorot Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait kedekatannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Klaveness, yang akan mewakili Norwegia dalam Kongres FIFA pekan ini serta duduk di komite eksekutif UEFA, menilai FIFA harus menjaga jarak dari tokoh politik dunia.
Kontroversi bermula ketika Trump menerima FIFA Peace Prize dari Infantino dalam acara undian Piala Dunia 2026 di Washington DC pada 6 Desember 2025.
Penghargaan tersebut diumumkan FIFA sebulan sebelumnya tanpa persetujuan Dewan FIFA.
Tujuannya disebut untuk "memberikan penghargaan kepada individu yang mengambil tindakan luar biasa untuk perdamaian dan menyatukan orang-orang di seluruh dunia".
Isu Netralitas Politik
Namun, waktu pengumuman dan kedekatan Infantino dengan Trump memunculkan spekulasi bahwa penghargaan itu dibuat sebagai bentuk kompensasi setelah Trump tidak mendapatkan Nobel Perdamaian.
Klaveness menilai FIFA tidak memiliki kewenangan maupun sumber daya untuk memberikan penghargaan semacam itu.
'Kami ingin melihat penghargaan ini dihapus," kata Klaveness dalam diskusi dengan media internasional, termasuk The Athletic.
"Kami tidak melihat ini sebagai bagian dari mandat FIFA. Sudah ada lembaga Nobel yang menjalankan tugas itu secara independen," imbuhnya.
Menurut Klaveness, federasi sepak bola, baik nasional, konfederasi, maupun FIFA, harus menghindari situasi yang dapat mengaburkan batas dengan kekuasaan politik.
"Penting bagi federasi untuk menjaga jarak dengan pemimpin negara. Penghargaan seperti ini sangat mudah menjadi politis jika tidak didukung mekanisme dan pengalaman yang benar-benar independen," ujarnya.
Dukungan untuk Pengaduan Etik
Ia menambahkan bahwa proses penilaian penghargaan semacam itu membutuhkan struktur khusus.
"Membentuk juri dan kriteria adalah pekerjaan penuh waktu. Ini sangat sensitif. Dari sisi sumber daya, mandat, dan tata kelola, hal seperti ini sebaiknya dihindari ke depan."
FIFA tidak pernah mengumumkan nominasi atau mekanisme pemilihan penerima penghargaan tersebut.
Kontroversi ini berlanjut dengan masuknya laporan ke komite etik FIFA. Organisasi hak asasi manusia, FairSquare, menuduh Infantino melakukan empat pelanggaran terhadap aturan netralitas politik.
Klaveness mendukung langkah tersebut.
"Kami sudah menyampaikan kritik secara terbuka terhadap proses ini karena tidak dibahas di Dewan FIFA dan, menurut kami, berada di luar mandat organisasi," katanya.
Respons Infantino
Klaveness menegaskan bahwa dugaan pelanggaran netralitas politik perlu diteliti lebih lanjut.
"Itu harus dinilai oleh komite etik. Kami percaya penting untuk tidak hanya menyampaikan kritik di media, tetapi juga menggunakan mekanisme pengawasan internal. Proses ini harus ditangani dan dilakukan secara transparan," imbuhnya.
Di tengah kritik, Infantino tetap membela keputusan tersebut. Ia bahkan menyebut Trump secara objektif layak menerima penghargaan itu.
"Bukan hanya saya yang mengatakan itu. Ada penerima Nobel Perdamaian yang juga menyatakan hal yang sama," kata Infantino kepada Sky News pada Februari.
"Dia berperan dalam menyelesaikan konflik dan menyelamatkan banyak nyawa.”
Sebagai tambahan, pemenang Nobel Perdamaian terbaru, Maria Corina Machado, diketahui menyerahkan medalinya kepada Trump sebagai bentuk pengakuan atas dukungannya terhadap kebebasan Venezuela.
Rekam Jejak Kritik Klaveness
Klaveness bukan kali pertama mengkritik FIFA. Pada 2022 di Doha, menjelang undian Piala Dunia 2022 Qatar, ia menyatakan FIFA masih memiliki jalan panjang dalam menangani isu hak asasi manusia, kesetaraan, dan demokrasi.
Namun, untuk Kongres FIFA kali ini di Vancouver, Kanada, ia tidak berencana menyampaikan kritik serupa secara terbuka.
Meski begitu, pernyataannya soal FIFA Peace Prize menunjukkan satu hal: ketegangan antara sepak bola dan politik kembali mencuat, dan kini langsung menyentuh pusat kekuasaan di tubuh FIFA.
Sumber: The Athletic