Banyak Isu Belum Tuntas, Iran Jadwalkan Pertemuan Krusial dengan FIFA Jelang Piala Dunia 2026

Iran bakal bahas detail Piala Dunia 2026 dengan FIFA di Zurich.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 Mei 2026, 12:45 WIB
Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Delegasi sepak bola Iran bersiap terbang ke markas FIFA di Zurich untuk membahas keikutsertaan mereka dalam Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat pada Juni mendatang.

Pertemuan itu muncul di tengah situasi politik dan keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

Advertisement

Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengatakan ada banyak hal yang perlu dibicarakan dengan FIFA. Ia menyampaikan itu setibanya kembali dari Kanada, setelah gagal menghadiri kongres tahunan FIFA yang berlangsung di Vancouver.

"Kami punya banyak hal untuk didiskusikan," ujar Taj kepada media Iran.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kepada The Associated Press bahwa Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, telah mengundang delegasi Iran untuk datang ke Zurich paling lambat 20 Mei.

Sumber itu meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitivitas isu yang sedang berlangsung.

Jadwal tersebut berjarak sekitar tiga pekan sebelum skuad Iran dijadwalkan tiba di Amerika Serikat. Mereka rencananya akan bermarkas di Tucson, Arizona, sebelum memainkan tiga laga fase grup di Inglewood, California, serta Seattle.

"Posisi kami adalah, dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan FIFA," kata Taj.


Penegasan FIFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Iran dikenal sebagai satu di antara kekuatan sepak bola Asia. Namun, partisipasi mereka di Piala Dunia 2026 sempat dipertanyakan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer pada 28 Februari.

Piala Dunia 2026 juga digelar bersama oleh Kanada dan Meksiko.

Dalam pidato pembukaan di kongres FIFA, Kamis lalu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menegaskan Iran akan tetap tampil sesuai jadwal di Amerika Serikat, meski menjadi satu-satunya anggota dari 211 federasi yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Dukungan juga datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Kamis waktu setempat, Trump mengatakan ia mendukung keikutsertaan Iran.

"Kalau Gianni mengatakan demikian, saya tidak keberatan," ujarnya.


Kendala Delegasi Iran

Trump dan Infantino diketahui menjalin koordinasi erat dalam persiapan Piala Dunia 2026, termasuk menghadapi tantangan soal pemberian visa bagi suporter dari sejumlah negara Afrika serta isu keamanan.

Di sisi lain, perjalanan delegasi Iran ke Kanada diwarnai kendala. Taj bersama dua pejabat lainnya sempat tertahan saat tiba di Toronto dalam perjalanan menuju Vancouver.

Ia menjelaskan otoritas Kanada menanyakan apakah mereka merupakan anggota Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Di Kanada mereka bertanya, 'Apakah kalian anggota Korps Garda Revolusi Islam?' Kami menjawab, 'Di Iran, 90 juta orang adalah IRGC,'" kata Taj, seperti dikutip media Iran.

Delegasi tersebut sempat ditahan selama dua jam di bandara Toronto setelah tiba dari Istanbul. Mereka sebenarnya diizinkan melanjutkan perjalanan, tetapi akhirnya memilih kembali.

"Ada diskusi, lalu mereka mengatakan keputusan ada di tangan kami. Kami akhirnya sepakat kembali ke Istanbul," ujar Taj.

"Secara resmi kami tidak dideportasi, tidak ada catatan deportasi, tetapi dalam praktiknya seperti itu," lanjutnya.


Perjalanan Timnas Iran

Sebelumnya, Taj memiliki visa sah untuk masuk Kanada, setelah permohonannya ditolak oleh Amerika Serikat saat hendak menghadiri undian Piala Dunia 2026 di Washington pada 5 Desember 2025.

Dalam acara itu, ironisnya, Infantino bahkan menyerahkan penghargaan FIFA Peace Prize pertama kepada Trump.

Di Piala Dunia 2026, Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir pada 15 hingga 26 Juni. Dua laga awal digelar di stadion milik Los Angeles Rams, sementara satu pertandingan lainnya berlangsung di markas Seattle Seahawks.

Jika lolos sebagai runner-up grup, Iran berpotensi menghadapi Amerika Serikat pada babak 32 besar di stadion milik Dallas Cowboys pada 3 Juli.

Kompetisi domestik Iran telah dihentikan sejak pecahnya konflik dan belum dijadwalkan bergulir kembali sebelum Piala Dunia 2026.

Team Melli sempat menjalani dua laga uji coba di kamp pelatihan di Antalya, Turki, Maret lalu, dan berpeluang kembali ke lokasi tersebut bulan ini untuk persiapan menuju Piala Dunia 2026 yang dimulai 11 Juni.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait