Satu Trofi Saja Sudah Cukup untuk Menghapus Label Bottlejobs Arsenal

Martin Keown sebut label "bottlejobs" untuk Arsenal sebagai penghinaan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Mei 2026, 20:15 WIB
Selebrasi Bukayo Saka dkk. dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (AP Photo/Alastair Grant)

Bola.com, Jakarta - Martin Keown merasa label "bottlejobs" yang selama ini melekat kepada Arsenal sudah seharusnya dibuang jika tim asuhan Mikel Arteta mampu meraih trofi musim ini.

Legenda The Gunners itu menyebut cap tersebut sebagai penghinaan terhadap perjuangan Arsenal dalam beberapa musim terakhir.

Advertisement

Komentar Keown muncul setelah Arsenal memastikan tempat di final Liga Champions usai menyingkirkan Atletico Madrid. Kemenangan 1-0 pada leg kedua membawa klub London Utara itu melaju ke partai puncak kompetisi elite Eropa untuk pertama kalinya sejak 2006.

Keberhasilan tersebut membuat Arsenal kini berada di ambang dua gelar sekaligus. Selain melaju ke final Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain (PSG), mereka juga masih berada dalam posisi kuat di persaingan juara Liga Inggris.

Situasi itu membuat para pendukung Arsenal mulai percaya diri membalas kritik yang selama ini menuding tim mereka selalu gagal di momen penting.

Dalam program talkSPORT bersama Jim White dan Simon Jordan, Keown ditanya apakah ia siap "menyuapi humble pie" kepada para pengkritik Arsenal.

"Saya sebenarnya tidak terlalu peduli," kata Keown.

"Ini musim pertama di bawah Arteta ketika saya benar-benar merasa kami bisa juara liga. Tapi, kami memang belum melakukannya, dan selama Pep Guardiola masih ada di sana, situasinya tetap sulit."


Istilah Bottling

Para komentator BT Sport, Patrick Vieira dan Martin Keown, bereaksi menjelang pertandingan Liga Inggris antara Manchester City dan Arsenal di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 26 April 2023. (Oli SCARFF/AFP)

Keown kemudian menyoroti istilah "bottling" yang kerap diarahkan kepada Arsenal.

"Saya selalu terganggu dengan tuduhan bottling itu. Itu penghinaan," ujarnya.

"Saya sering mendengar Simon (Jordan) memakai istilah itu dan mengatakan label tersebut akan terus melekat selamanya. Tetapi, pada masa saya bermain dulu, tidak ada omongan seperti itu."

"Kalau Arsenal nanti memenangkan Liga Inggris dan Liga Champions, atau bahkan salah satu saja dari dua trofi itu, saya rasa label tersebut tidak akan pantas lagi diberikan kepada kelompok pemain ini," tegas Keown, yang kini berusia 59 tahun.

Menariknya, Simon Jordan yang biasanya vokal mengkritik Arsenal justru memilih diam saat Keown berbicara panjang soal topik tersebut.

Jordan baru merespons dengan nada bercanda.

"Earphone saya terlepas, jadi saya tidak bisa mendengar dia," katanya.


Bela Selebrasi

Pemain Arsenal merayakan keberhasilan melangkah ke final Liga Champions usai meraih kemenangan 1-0 atas Atletico Madrid pada leg kedua semifinal di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Arsenal lolos ke final dengan kemenangan agregat 2-1. (Adrian Dennis / AFP)

Selain membahas kritik terhadap Arsenal, Keown juga membela selebrasi para pemain setelah mengalahkan Atletico Madrid.

Sebelumnya, legenda Manchester United, Wayne Rooney, menilai perayaan Arsenal setelah laga mungkin terlalu berlebihan.

Namun, Keown melihat situasinya berbeda.

"Kalau Anda menjalani seluruh musim Liga Champions tanpa sekali pun kalah, menurut saya itu pantas diapresiasi," katanya.

"Tim ini memang membutuhkan momen untuk merasakan sedikit perayaan," imbuh Keown, bek Arsenal pada 1984-1986 dan 1993-2004 itu.

Meski begitu, Keown menilai Arsenal tetap menjaga fokus dan tidak larut dalam euforia.

"Mereka sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Para pemain terlihat santai dan tidak ada yang merasa terlalu besar. Itu semua dilakukan untuk suporter, sebagai bentuk terima kasih setelah pertandingan," ujarnya.

"Sekarang hubungan antara pemain dan suporter terasa lebih kuat. Tetapi, ini baru satu langkah lagi, dan di Arsenal tidak ada yang sedang terbawa suasana secara berlebihan," lanjutnya.

Keyakinan terhadap Arsenal juga mulai muncul dari kalangan pengamat yang dekat dengan klub.


Percaya Tim Meningkat

Keberhasilan melaju ke final UCL ini dibarengi dengan catatan rekor tak terkalahkan dalam 14 pertandingan beruntun. Pencapaian tersebut menjadikan The Gunners sebagai tim pertama yang mampu menjaga status unbeaten dengan jumlah laga sebanyak itu dalam satu musim. (John Walton/PA via AP)

Dalam episode terbaru 'Inside Gooners" di talkSPORT, penyiar Arsenal, Harry Symeou, mengaku rasa percaya dirinya terhadap tim meningkat drastis dalam beberapa pekan terakhir.

"Saya tidak akan bilang terlalu percaya diri karena sebagai suporter, rasa gugup itu tetap ada," kata Symeou.

"Tetapi, apakah saya lebih percaya diri dibanding beberapa minggu lalu? Jelas, iya."

"Dan apakah saya merasa para pemain akhirnya berhasil melewati hambatan mental yang selama ini menghentikan mereka? Ya, saya merasa begitu."

"Ada sesuatu yang berubah. Akan tetap menegangkan, tetapi sekarang saya jauh lebih yakin," ucapnya.


Terbaik dalam Sejarah Arsenal

Selebrasi Arsenal usai lolos ke final Liga Champions 2025/2026 (AFP)

Mantan bek Arsenal lainnya, Adrian Clarke, bahkan menyebut musim ini bisa menjadi yang terbaik dalam sejarah klub jika Arsenal berhasil meraih dua gelar.

"Kalau Arsenal benar-benar meraih double winners, ini akan menjadi musim terbaik dalam sejarah klub," ujar Clarke.

“Itu akan melampaui era Invincibles dan semua double winners sebelumnya. Akan benar-benar luar biasa.”

“Mereka sekarang berada di ambang sejarah dan harus mengambil kesempatan itu. Dari apa yang saya lihat dalam beberapa pertandingan terakhir, tim ini terlihat siap melakukannya," kata Clarke lagi.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait