Rusuh Suporter setelah Persipura Gagal Promosi ke BRI Super League

Kegagalan Persipura naik kasta ke BRI Super League 2026/2027 berakhir dengan kerusuhan suporter yang pecah di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8-5-2026) malam WIT.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 09 Mei 2026, 10:20 WIB
Persipura Jayapura. (Bola.com/Dok.Instagram Persipura Jayapura).

Bola.com, Jayapura - Kegagalan Persipura Jayapura naik kasta ke BRI Super League 2026/2027 berakhir dengan kerusuhan suporter yang pecah di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8-5-2026) malam WIT.

Kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC dalam play-off promosi Championship 2025/2026 membuat para pendukung Persipura turun ke lapangan untuk melampiaskan kekecewaan.

Advertisement

Lewat foto-fotonya, Antara menarasikan bahwa skuad Adhyaksa FC sampai harus dievakuasi oleh pihak kepolisian tidak lama setelah wasit Asker Nadjafaliev meniup peluit panjang tanda kekalahan Persipura.

Selain itu, masih berdasarkan dokumentasi Antara, penonton juga merusak fasilitas Stadion Lukas Enembe, seperti dari bangku cadangan pemain.


Tertahan Semusim Lagi

Selebrasi para pemain Persipura Jayapura saat melawan Persiba Balikpapan Pegadaian Championship 2025/2026. (Dok. Persipura)

Sementara itu, Liputan6.com mendeskripsikan dari video yang beredar di media sosial, fans Persipura turut membakar kendaraan yang terparkir di stadion, satu di antaranya ambulans kepolisian.

Akibat kejadian itu, kedua kesebelasan, wasit, hingga penonton yang tidak terlibat dalam insiden itu terpaksa tertahan selama beberapa jam di dalam stadion.

Adapun, Persipura masih harus bertahan di Championship setidaknya semusim lagi untuk berjuang kembali promosi ke kasta teratas pada musim 2027/2028.


Legenda Persipura Buka Suara

Gerald Pangkali saat berduel dengan pemain Adelaide, Dario Vidosic. (c) AFP

Mutiara Hitam terakhir kali berkompetisi di Super League pada musim 2021/2022 ketika masih bernama Liga 1, tetapi finis di peringkat ke-16 alias zona degradasi.

"Jangan bikin malu karena kami susah payah merebut barang itu, karena kami bertanggung jawab untuk tanah dan negeri ini. Kami legenda Merah Hitam. Masih ada," ujar Gerald Pangkali, legenda Persipura, dalam akun Facebooknya.

"Jangan bikin masyarakat kecewa dan bersedih. Kamu pemain, pelatih, ofisial harus bertanggung jawab kepada masyrakat Papua pada umumnya," imbuh pemain yang mempersembahkan dua gelar Liga Indonesia kepada Persipura itu.

Berita Terkait