Jansen Waspadai Sisi Kiri Borneo FC, Peralta dan Caxambu Jadi Ancaman Nyata bagi Bali United

Bali United bersiap menyambut laga yang tidak akan mudah di Stadion Dipta, Senin (11/5/2026), kala Borneo FC bertandang dalam lanjutan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Alit BinawanDiterbitkan 11 Mei 2026, 06:45 WIB
Johnny Jansen, pelatih Bali United. (Bola.com/Alit Binawan)

Bola.com, Jakarta - Bali United bersiap menyambut laga yang tidak akan mudah di Stadion Dipta, Senin (11/5/2026), kala Borneo FC bertandang dalam lanjutan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026.

Pelatih Johnny Jansen dengan tegas menolak untuk sesumbar, meski tim asuhannya sudah menjalani sepekan persiapan yang ia nilai cukup baik.

Advertisement

Perbaikan sudah dilakukan dari berbagai sisi. Mentalitas diperkuat, gaya bermain dibenahi, dan cara mengkonversi peluang menjadi gol terus diasah.

Namun, semua itu belum cukup untuk membuat Jansen merasa tenang menghadapi tim yang tengah bersaing ketat dengan Persib Bandung dalam perebutan gelar juara musim ini.

Kenangan manis saat Bali United menghentikan 11 kemenangan beruntun Borneo FC di Stadion Segiri pada putaran pertama pun tidak menjadi jaminan apapun. Pesut Etam kini datang dengan motivasi yang berbeda, lebih lapar, dan lebih berbahaya dari sebelumnya.

Jansen sadar betul dengan apa yang sedang ia hadapi. Tim asal Samarinda itu bukan sekadar tim dengan tren positif, melainkan tim yang memiliki ancaman spesifik yang sudah ia identifikasi dengan cermat melalui analisis video.

 


Sisi Kiri Borneo FC, Mimpi Buruk yang Harus Diwaspadai

Mariano Peralta bersama Borneo FC Samarinda di BRI Super League 2025/2026. (Dok. Borneo FC Samarinda)

Peringatan paling keras dari Jansen tertuju pada satu sektor: sisi kiri permainan Borneo FC. Ia menyebut sektor tersebut sebagai dimensi paling berbahaya yang dimiliki tim asuhan pelatih mereka musim ini.

"Borneo FC bagi saya tim berbahaya, terutama dari sisi kiri permainan mereka. Semua orang tahu mereka punya pemain yang sangat berkualitas di sektor tersebut," ucap Jansen.

Dari lini belakang, nama Caxambu menjadi representasi nyata dari ancaman itu. Bek kiri asal Brasil berusia 29 tahun itu sudah tampil dalam 31 pertandingan musim ini dengan torehan satu gol dan sembilan assist, sebuah kontribusi yang sulit ditandingi bek sayap manapun di BRI Super League saat ini.

Namun yang mungkin luput dari perhatian Jansen dalam pernyataannya adalah sosok Mariano Peralta di lini depan. Winger Borneo FC itu sudah mengemas 16 gol dan 13 assist musim ini, angka yang bahkan melampaui torehan juru gedor utama Bali United sendiri, Boris Kopitovic. Peralta adalah pemain yang bisa mengubah jalannya laga hanya dalam satu sentuhan.

 


Dinamika Permainan Borneo FC yang Membuat Jansen Khawatir

Dua pemain Borneo FC Samarinda, Juan Villa dan Mariano Peralta. (Bola.com/Dok.Instagram Borneo FC).

Ancaman Borneo FC tidak hanya datang dari individu-individu berbahaya itu. Jansen juga mengakui bahwa kolektivitas dan dinamika permainan Pesut Etam membuatnya harus berpikir lebih keras dalam merancang strategi laga ini.

"Yang saya lihat dari Borneo FC adalah mereka memiliki dinamika permainan yang bagus. Ketika satu pemain bergerak ke depan, pemain lain akan masuk mengisi ruang," tegasnya.

Kemampuan para pemain Borneo FC untuk secara kolektif menutup ruang kosong saat rekan mereka meninggalkan posisi, serta keaktifan mereka berlari ke belakang pertahanan lawan, menjadikan mereka tim yang sangat sulit dibongkar pertahanannya sekaligus mematikan dalam serangan.

Namun Jansen tidak sepenuhnya pesimistis. Bali United juga punya kualitas sendiri yang mulai terlihat dalam beberapa laga terakhir, terutama dalam menjaga penguasaan bola lebih lama dan membenahi organisasi pertahanan saat kehilangan bola.

"Kami sudah membahas kekuatan mereka melalui analisis video dan tahu apa yang harus dilakukan di lapangan. Ini akan menjadi pekerjaan yang sulit, tetapi selama sepekan terakhir kami menjalani persiapan dengan baik dan sekarang kami harus menunjukkannya dalam pertandingan," tuturnya.


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait