Gol West Ham Dianulir, Wasit Gallagher Bongkar Alasannya Secara Terperinci

Mantan wasit Premier League Dermot Gallagher tampil memberikan penjelasan rinci tentang dasar pengambilan keputusan tersebut.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 11 Mei 2026, 20:45 WIB
Kiper Arsenal, David Raya, berusaha menjangkau bola di depan gawang dalam pertandingan Liga Inggris antara West Ham United FC melawan Arsenal FC di Stadion London Stadium, London timur, pada 10 Mei 2026. (Adrian Dennis / AFP)

Bola.com, Jakarta - Arsenal makin dekat dengan gelar juara Premier League pertama mereka dalam 22 tahun terakhir. Kemenangan 1-0 atas West Ham pada Minggu kemarin menjadi modal berharga bagi Mikel Arteta, meski pertandingan itu diwarnai kontroversi besar di menit-menit akhir.

Leandro Trossard menjadi penentu kemenangan dengan golnya di menit ke-83, sebelum drama sesungguhnya pecah di masa perpanjangan babak kedua. West Ham mengira mereka berhasil mencuri satu poin lewat gol Callum Wilson, namun selebrasi itu berumur pendek setelah VAR memutuskan gol tersebut dianulir karena pelanggaran terhadap kiper David Raya.

Advertisement

Keputusan itu langsung membelah opini publik. Banyak yang mempertanyakan mengapa hanya foul West Ham yang dihukum, sementara sejumlah pemain Arsenal juga terlihat melakukan pelanggaran serupa di kotak penalti. Premier League Match Centre melalui akun X resminya menjelaskan bahwa wasit memutuskan Pablo Fornals melakukan pelanggaran terhadap Raya, dengan keputusan akhir berupa tendangan bebas langsung untuk Arsenal.

West Ham dikabarkan akan mengajukan protes resmi ke PGMOL atas keputusan tersebut. Di tengah tekanan itu, mantan wasit Premier League Dermot Gallagher tampil memberikan penjelasan rinci tentang dasar pengambilan keputusan tersebut.

 


Gallagher: Pablo Lakukan Pelanggaran Lebih Dulu

Gol West Ham ke gawang Arsenal dianulir wasit. (Dok. X/The Touchline)

Gallagher menjelaskan bahwa kunci dari keputusan itu bukan soal siapa yang melakukan pelanggaran, melainkan soal urutan kronologi kejadian. Para ofisial, menurut Gallagher, harus menilai peristiwa berdasarkan urutan waktu, bukan berdasarkan seberapa mencolok sebuah pelanggaran terlihat di layar.

"Jika dilihat urutannya, Pablo meletakkan lengannya melintang di depan Raya, ia menahannya, itu tidak diragukan lagi. Di belakang itu, Declan Rice terlibat dengan Mavropanos, apakah itu penalti? Jika dilihat berurutan, Pablo jelas lebih dulu melakukan pelanggaran, lengannya melintang di depan Raya, dan pada saat itu Rice memang menahannya juga, tidak diragukan. Jika tidak ada pelanggaran terhadap kiper, itu jelas penalti karena Mavropanos berlari menuju bola. Namun pelanggaran pertama jelas dilakukan oleh Pablo," ujar Gallagher di Sky Sports.

 


Arteta Puji Keberanian Wasit, Nuno Kecewa

Para pemain mengajukan banding kepada wasit Chris Kavanagh setelah ia membatalkan gol Callum Wilson dari West Ham selama pertandingan Liga Inggris antara West Ham dan Arsenal di London, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto AP/Ian Walton)

Arteta menyambut keputusan itu dengan tangan terbuka dan tidak lupa memberikan pujian kepada para ofisial yang dianggapnya berani mengambil keputusan sulit di bawah tekanan besar.

"Ketika saya harus mengkritik, saya sudah lakukan itu. Hari ini saya harus memberikan apresiasi kepada mereka. Dibutuhkan banyak keberanian untuk maju dan memberi wasit kesempatan memeriksa kejadian itu. Ketika Anda melihat gambarnya, tidak ada pertanyaan bahwa itu adalah pelanggaran yang jelas. Mereka sangat berani. Menurut saya sudah sangat jelas. Itulah peraturannya dan kami meminta konsistensi," kata Arteta.

Nuno Espírito Santo punya pandangan yang jauh berbeda. Manajer West Ham itu tidak mempermasalahkan keputusan secara langsung, namun mengarahkan kritiknya pada inkonsistensi penegakan aturan yang menurutnya sudah berlangsung lama di Premier League.

"Lihatlah setiap tendangan sudut di Premier League dan sesuatu seperti ini terjadi, bukan hanya hari ini, tapi di semua lapangan. Saya berbicara soal kurangnya konsistensi. Para pemain bingung dan frustrasi, mereka tidak memahaminya. Ini menjengkelkan. Terserah mereka untuk menyelesaikannya, ada wasit dan VAR, tapi para wasit itu membingungkan diri mereka sendiri," ucap Nuno.  


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait