Bola.com, Bantul - PSBS Biak akan menjalani partai kandang terakhir atau pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 saat menjamu Arema FC di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (15/5/2026) malam WIB.
PSBS sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan meski kompetisi masih menyisakan dua pertandingan. Problem finansial jadi faktor utama yang membuat tim asal Papua itu gagal bersaing musim ini.
Kondisi tersebut bahkan membuat sejumlah pemain memilih meninggalkan klub sebelum kompetisi berakhir. Situasi itu diakui langsung pelatih PSBS, Marian Mihail, dalam konferensi pers jelang pertandingan.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas keramahan kalian karena mungkin ini adalah konferensi pers terakhir saya di sini. Saya sangat senang dan saya berharap kalian beruntung dalam pekerjaan kalian karena itu sangat penting untuk perkembangan sepak bola Indonesia," ujar Mihail pada Kamis (14/5/2026).
Banyak Pemain Pergi
Pelatih asal Rumania itu mengungkapkan PSBS kini harus berjuang dengan skuad yang sangat terbatas. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pemain meninggalkan tim akibat situasi internal klub yang belum membaik.
"Kami telah mempersiapkan pertandingan ini dengan lebih tenang dan santai. Kami sudah mulai mencoba memetakan dan menyelesaikan masalah-masalah kami. Ada beberapa pemain yang sudah pergi meninggalkan tim dalam beberapa hari terakhir," katanya.
"Saat ini kami hanya bertahan dengan pemain asal Papua dan tiga pemain asing. Ada juga Hadi, dia bukan dari Papua tapi dia adalah pemain dengan prospek besar bagi kami di masa depan."
"Selain itu, kami membawa banyak pemain dari akademi PSBS Biak, tim junior, untuk mempersiapkan mereka menghadapi musim depan," sambung pelatih berusia 68 tahun tersebut.
Tetap Ingin Menutup Musim dengan Baik
Meski diterpa berbagai persoalan, Mihail memastikan tim tetap berusaha tampil maksimal saat menghadapi Arema FC. Ia berharap PSBS mampu memberikan hiburan sekaligus menutup musim dengan hasil positif.
"Tapi saya katakan, besok kami akan memiliki tim yang bagus. Saya berharap kami bisa memberikan pertandingan yang menarik dan mendapatkan hasil yang baik di pertandingan besok," tegasnya.
Hal senada disampaikan penyerang PSBS, Tobias Solossa. Pemain berusia 19 tahun itu menegaskan timnya ingin menyelesaikan musim dengan penuh kebanggaan meski hasil akhir jauh dari harapan.
"Ini mungkin kebanggaan tersendiri bagi kami. Kami akan berusaha menyelesaikan dua laga ini sampai selesai. Kami ingin mengakhiri musim ini dengan kepala tegak," ucap Tobias.
Statistik Bapuk PSBS
Perjalanan PSBS musim ini memang jauh dari memuaskan. Dari 32 laga yang dijalani, mereka hanya mampu meraih empat kemenangan dan enam imbang, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan.
Tidak hanya itu, lini pertahanan klub berjuluk Badai Pasifik tersebut juga mendapat sorotan setelah kebobolan 83 gol sepanjang musim. Di sisi lain, Yano Putra dkk. cuma mampu mencetak 29 gol.
Statistik bapuk tersebut membuat PSBS menjadi satu di antara tim dengan performa terburuk di BRI Super League musim ini dan harus rela turun kasta kedua musim mendatang.