Frustrasi dengan Honda, Joan Mir Putuskan Hengkang pada Akhir MotoGP 2026

Joan Mir tinggalkan Honda pada Akhir MotoGP 2026 setelah merasa tidak mendapat kejelasan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 Mei 2026, 12:15 WIB
Joan Mir dari Tim Repsol Honda terlihat di pit setelah sesi latihan bebas kedua di Grand Prix MotoGP Catalunya di sirkuit Catalunya di Montmelo, dekat Barcelona, ​​pada 16 Mei 2026. (Lluis GENE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Joan Mir memastikan tidak akan melanjutkan kariernya bersama Honda setelah MotoGP 2026 berakhir.

Juara dunia MotoGP 2020 itu mengaku kecewa dengan sikap Honda yang belum memberikan kejelasan mengenai rencana tim menghadapi era mesin 850cc mulai 2027.

Advertisement

Spekulasi soal masa depan Mir menguat sepanjang akhir pekan MotoGP Catalunya 2026. Pembalap asal Spanyol itu disebut-sebut sedang menjajaki peluang bergabung dengan Gresini Ducati pada musim 2027.

Mir akhirnya membenarkan bahwa dirinya sudah mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan Honda, hubungan yang dimulai pada 2023 ketika pabrikan Jepang tersebut sedang mengalami periode terburuknya di MotoGP.

"Soal ini, seperti yang bisa Anda pahami, saya belum bisa mengatakan apa pun," ujar Mir.

"Yang bisa saya katakan adalah setelah Jerez, saya memutuskan tidak melanjutkan bersama Honda. Itu benar, saya tidak akan tetap di sana," imbuhnya.

 

Joan Mir dari Tim Repsol Honda meninggalkan pit selama sesi latihan bebas kedua di Grand Prix MotoGP Catalunya di sirkuit Catalunya di Montmelo, dekat Barcelona, ​​pada 16 Mei 2026. (Lluis GENE/AFP)

Situasi Rumit

Situasi Mir di Honda memang makin rumit. Tim pabrikan HRC sudah lebih dulu mengikat juara dunia 2021, Fabio Quartararo, bahkan sebelum musim ini dimulai. Di saat bersamaan, nama David Alonso juga terus dikabarkan bakal naik kelas dari Moto2.

Jika skenario itu terjadi, Joan Mir dan Luca Marini sama-sama terancam kehilangan tempat di proyek MotoGP Honda. Apalagi Johann Zarco dan Diogo Moreira sudah memiliki kontrak jangka panjang dengan tim satelit LCR Honda.

Harapan Mir sempat muncul ketika Honda dikabarkan ingin menambah jumlah motor menjadi enam unit di MotoGP. Namun, peluang itu tertutup setelah Tech3 pada Sabtu pagi waktu setempat, memastikan tetap bersama KTM untuk regulasi baru MotoGP berikutnya.

 


Alasan Pergi

Dua pembalap Honda, Luca Marini dan Joan Mir, menjalani pengalaman berbeda saat berkunjung ke Bali dalam rangkaian acara One Dream, One Heart, One Glory, Senin (2/3/2026) WITA. (HRC)

Kendati belum mengungkap secara terperinci rencana masa depannya, Mir mengakui minimnya komunikasi dari manajemen Honda menjadi alasan utama di balik keputusannya bulan lalu.

Saat ditanya Motorsport apakah keputusan berpisah itu diambil kedua pihak, Mir memberi jawaban tegas.

"Di Jerez, saya tidak mendapat kabar apa pun dari manajemen Honda soal ke mana saya akan ditempatkan. Yang jelas, saya merasa tidak pantas diperlakukan seperti itu," kata Mir.

"Itulah alasan saya memutuskan tidak ingin melanjutkan di sini. Soal langkah berikutnya akan dilihat nanti," lanjutnya.

 


Meniru Langkah Marc Marquez?

Dua pembalap Honda Castrol, Luca Marini dan Joan Mir, menyambangi dealer Honda di Bali, Selasa (3/3/2026). (Bola.com/Gregah Nurikhsani)

Situasi yang dihadapi Mir mengingatkan pada keputusan Marc Marquez pada akhir 2023. Ketika itu, Marquez memilih memutus kontrak dengan Honda demi bergabung ke Gresini, meski tidak menerima gaji dari tim satelit Ducati tersebut.

Langkah itu kemudian terbukti tepat. Setelah kembali kompetitif, Marquez berhasil promosi ke tim pabrikan Ducati dan merebut gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya pada 2025.

Ketika ditanya apakah dirinya siap mengambil langkah serupa demi memperpanjang karier di MotoGP dan mendapatkan motor yang lebih kompetitif, Mir menjawab singkat.

"Ya, sekarang saya akan melakukannya," jawab Mir.

Meski begitu, ia tidak menjelaskan apakah benar-benar bersedia membalap tanpa bayaran pada MotoGP 2027 nanti.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait