FBI Selidiki Dugaan Pencucian Uang AFA, Argentina Kena Badai di Tengah Piala Dunia 2026

Timnas Argentina tengah menikmati perjalanan impresif di Piala Dunia 2026 setelah memastikan tiket ke perempat final.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 09 Juli 2026, 06:45 WIB
Pemain Timnas Argentina, Lionel Messi mencetak gol ketiga Argentina ke gawang Timnas Prancis dalam laga final Piala Dunia 2022 di Lusail Stadium, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. (AP Photo/Martin Meissner)      

Bola.com, Jakarta - Timnas Argentina tengah menikmati perjalanan impresif di Piala Dunia 2026 setelah memastikan tiket ke perempat final. Namun, di luar lapangan, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) justru diterpa kabar yang menggemparkan.

Menurut laporan media Argentina La Nación, Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat tengah melakukan penyelidikan awal terkait dugaan pencucian uang yang melibatkan AFA. Nilai transaksi yang disorot mencapai sekitar 300 juta dolar AS atau sekitar Rp4,8 triliun.

Advertisement

Penyelidikan disebut sudah dimulai sejak 2025. FBI kini mengumpulkan berbagai informasi mengenai aktivitas keuangan AFA di bawah kepemimpinan Presiden AFA, Claudio "Chiqui" Tapia.

Kasus ini ditangani oleh jaksa federal Patrick Gushue dari Banking Integrity Unit Departemen Kehakiman AS bersama Christopher Ting di Washington DC. Selain itu, jaksa Michael Berger dari Southern District of Florida juga ikut terlibat dalam penyelidikan.


Menelusuri Aliran Dana

Penyerang Argentina Lionel Messi (kedua dari kanan), gelandang Leandro Paredes (kanan) dan gelandang Giovani Lo Celso (tengah) mengambil bagian dalam sesi latihan selama turnamen sepak bola Piala Dunia 2026 di Sporting KC Training Center, Kansas City pada Kamis 11 Juni 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

FBI disebut sedang menelusuri apakah transaksi bernilai ratusan juta dolar tersebut mengandung unsur tindak pidana seperti pencucian uang maupun penipuan yang masuk dalam yurisdiksi hukum Amerika Serikat.

Salah satu pihak yang telah dimintai keterangan adalah pengusaha Guillermo Tofoni, yang dikabarkan menjalani pemeriksaan selama sekitar tiga jam.

Selain itu, FBI juga mencari saksi yang mengetahui hubungan kerja sama AFA selama era kepemimpinan Tapia dan Pablo Toviggino.

Penyidik bahkan mempertimbangkan memanggil sejumlah mantan pejabat pemerintahan Presiden Javier Milei, yang diyakini memiliki akses terhadap informasi terkait kontrak bisnis AFA.


Sorotan pada Tour ProdEnter LLC

Bek Timnas Argentina Nicolas Otamendi merayakan golnya ke gawang Zambia di laga uji coba di Buenos Aires, Rabu (01/04/2026) pagi WIB. (AP Photo/Gustavo Garello)

Penyelidikan juga mengarah kepada perusahaan TourProdEnter LLC, yang dimiliki produser teater Javier Faroni. Perusahaan tersebut berperan sebagai agen penerima pembayaran dari berbagai kontrak sponsor dan kerja sama komersial AFA.

Dokumen yang dianalisis La Nación menyebut TourProdEnter LLC mengelola sedikitnya 260 juta dolar AS pendapatan yang berkaitan dengan AFA. Namun, hanya sebagian kecil dana tersebut yang dapat dikaitkan langsung dengan biaya operasional federasi sejak Tapia menjabat pada 2017.

Selain itu, sekitar 57 juta dolar AS dilaporkan mengalir ke berbagai individu dan perusahaan tanpa penjelasan yang jelas mengenai tujuan pembayaran tersebut.

Sebagian transfer bahkan disebut mengarah ke perusahaan yang dikendalikan oleh individu penerima bantuan sosial di Argentina. Sementara transaksi lainnya dikaitkan dengan Pablo Toviggino beserta keluarganya, hingga sosok yang disebut sebagai penasihat spiritual Timnas Argentina.


Pernah Diselidiki Sebelumnya

Penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi, saat melawan Timnas Yordania. (Bola.com/Dok.AFP/Paul ELLIS).

Ini bukan kali pertama AFA menjadi perhatian otoritas Amerika Serikat. Pada 2024, Kementerian Keamanan Argentina pernah menyerahkan informasi mengenai potensi risiko dalam pengelolaan federasi kepada pihak AS.

Saat itu, FBI menilai belum terdapat dasar yang cukup untuk membuka penyelidikan pidana.

Namun, perkembangan terbaru membuat lembaga tersebut kembali mengumpulkan bukti guna menentukan apakah kasus ini layak ditingkatkan menjadi investigasi kriminal resmi.


Muncul di Tengah Kontroversi Piala Dunia

Kabar penyelidikan FBI muncul hanya beberapa hari setelah kemenangan kontroversial Argentina atas Mesir dengan skor 3-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Laga tersebut memicu kritik keras terhadap kepemimpinan wasit dan penggunaan VAR. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan menuding hasil pertandingan dipengaruhi faktor di dalam maupun luar lapangan.

Striker Mesir Mostafa Ziko juga melontarkan tudingan bahwa turnamen telah diatur. Meski demikian, hingga kini tidak ada bukti resmi yang menunjukkan adanya pengaturan pertandingan atau pelanggaran oleh FIFA maupun Argentina terkait pertandingan tersebut. 

Berita Terkait