KONI Pusat Luncurkan Sports Intellegence, Jawab Tantangan Zaman dalam Pengelolaan Olahraga

KONI Pusat meluncurkan buku yang diharapkan turut berperan dalam pengeloolaan olahraga di Indonesia.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 09 Juli 2026, 12:45 WIB
Bedah buku milik KONI Pusat berjudul Sports Intellegence di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) pada Selasa, 7 Juli 2026. (Dok. KONI Pusat)

Bola.com, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat secara resmi meluncurkan buku berjudul Sports Intelligence. Dalam rangka meluncurkan buku tersebut, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan bedah buku yang digelar di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) pada Selasa, 7 Juli 2026.

Berbicara sebagai keynote speaker pada bedah buku tersebut, Ketum KONI Pusat mengawali dengan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada UNESA yang dipimpin Prof. Dr. Nurhasan dan jajarannya. Karena dukungan dan keterbukaan UNESA, bedah buku dapat diselenggarakan.

Advertisement

Buku Sports Intelligence merupakan arahan Ketum KONI Pusat yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh empat penulis, yakni Eman Sungkowo, Syarif Hidaya, Jerry Indrawan, dan Irandito Abdul Hakim Malik.

“Buku Sports Intelligence ini sebenarnya dimulai sejak saya mengawali sebagai Ketum KONI Pusat pada 2019. Saya selalu menyampaikan kepada teman-teman media, bahwa media itu bagian Sports Intelligence karena media memiliki jaringan yang luas untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan pembina olahraga di Indonesia,” jelas ketua umum KONI Pusat, Marciano Norman.

“Saya berinisiatif menggabungkan konsep intelijen dengan olahraga sehingga untuk itu, lahirlah bidang intelijen olahraga di KONI Pusat dan tentunya juga buku Sports Intelligence ini. Buku ini bukan sekadar literatur akademik, melainkan sebuah panduan strategis yang sangat mendesak bagi masa depan olahraga prestasi kita,” lanjutnya.

 


Tidak Hanya Fisik

Bedah buku milik KONI Pusat berjudul Sports Intellegence di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) pada Selasa, 7 Juli 2026. (Dok. KONI Pusat)

Menurut Marciano Norman, kemenangan tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan fisik di lapangan, melainkan oleh kecerdasan dalam mengelola data, informasi, dan strategi.

Harus disadari bahwa olahraga telah menjadi pertempuran data dan teknologi tingkat tinggi. Sports Intelligence hadir sebagai “otak strategis” yang menghubungkan Sports Science tradisional dengan inovasi digital masa depan seperti AI dan Big Data.

“KONI Pusat, bersama seluruh jajaran di daerah dan induk organisasi cabang olahraga, memposisikan diri sebagai tulang punggung operasional  dalam implementasi ini,” terang Marciano Norman.


Penjelasan Singkat

Buku Sports Intelligence terdiri atas 500 halaman dan terbagi menjadi 12 bab. Ketua tim penulis sekaligus Kabid Sports Intelligence Eman Sungkowo mengawali presentasi yang merangkul isi buku tersebut.

“Intelijen olahraga merupakan bentuk pemanfaatan informasi strategis dalam olahraga yang memungkinkan atlet dan pelatih memahami kekuatan, kelemahan serta pola lawan secara lebih mendalam dengan informasi yang akurat,” terang Eman.

“Sports Intelligence tidak akan berguna kalau tidak diterapkan dalam kebijakan. Dalam pelaksanaannya kita butuh tahapan, tidak bisa diterapkan secara mendadak,” jelasnya. 

Berita Terkait