Sukses


5 Faktor yang Bikin AS Roma Lebih Layak Menjuarai UEFA Conference League

Bola.com, Tirana - AS Roma akan bentrok dengan Feyenoord pada laga final UEFA Conference League musim ini di Arena Kombetare, Tirana, Kamis (26/5/2022) dini hari WIB. Roma memiliki sejumlah faktor pendukung untuk meraih trofi juara.

I Giallorossi berhasil melenggang ke final setelah mendepak Leicester City dengan agregat 2-1. Pada pertemuan pertama AS Roma bermain imbang 1-1, dan pertemuan kedua menang 1-0 atas Leicester City.

Di sisi lain, Feyenoord lolos berkat kemenangan agregat 3-2 atas Marseille. Feyenoord menang 3-2 pada leg pertama, dan ditahan 0-0 Marseille pada pertemuan kedua.

Lolos ke final UEFA Conference League merupakan pencapaian membanggakan bagi AS Roma. I Giallorossi untuk pertama kalinya mencapai partai puncak turnamen Eropa, setelah terakhir kali terjadi di final UEFA Cup 1991 atau 31 tahun silam.

Andai berhasil keluar sebagai kampiun, Roma bakal mengukir sejarah. Mereka akan berstatus juara pertama pada edisi perdana UEFA Conference League.

Selain itu, Roma juga untuk pertama kalinya meraih titel juara di turnamen Eropa, setelah terakhir kali diraih pada musim 1960/1961 di ajang Inter-Cities Fairs Cup.

Sejumlah faktor pendukung membuat AS Roma lebih diunggulkan meraih trofi juara UEFA Conference League musim ini. Apa sajakah itu? Berikut ini adalah ulasannya.

 

2 dari 6 halaman

Tammy Abraham Lagi Moncer

Abraham menjalani musim perdana yang indah bersama AS Roma. Dia mampu menjadi mesin gol I Giallorossi pada musim ini.

Tammy Abraham bisa menutup musim ini dengan cara yang indah, yakni meraih trofi juara dan menyandang status top skorer UEFA Conference League.

Eks striker Chelsea itu telah mencetak sembilan gol di UEFA Conference League. Tammy Abraham terpaut satu gol dari striker Feyenoord, Cyriel Dessers yang saat ini di posisi teratas daftar top skorer.

Jika pemain berusia 24 tahun itu mampu mencetak minimal dua gol dan Roma membuat Feyenoord gagal mencetak gol, Abraham akan menjadi top skorer.

 

3 dari 6 halaman

Absennya Pemain Kunci

Roma maupun Feyenoord mungkin akan kehilangan pemain kuncinya. Henrikh Mkhitaryan mengalami cedera pada sesi latihan. Pemain asal Armenia itu diragukan cukup bugar untuk bermain di final.

Sementara itu di kubu Feyenoord, mungkin akan kehilangan Orkun Kocku juga karena cedera. Kocku adalah pemain yang penting. Disebut sebagai Hakan Calhanoglu baru, Kocku mencetak delapan gol dan sembilan assist musim ini.

Feyenoord sudah pasti tidak memainkan kiper utamanya, Justin Bijlow, karena cedera. Ini adalah kerugian besar bagi tim racikan Arne Solt itu. Ofir Marciano sebagai pengganti belum tampil cukup meyakinkan.

4 dari 6 halaman

Duel Lini Tengah

Roma dan Feyenoord punya pemain tengah yang tangguh dan tajam dalam mencetak gol. Feyenoord punya Jens Toornstra (3 gol) dan Guus Til (6 gol). Jika bisa bermain, Orkun Kocku juga bisa menjadi andalan.

Tetapi, Roma juga punya amunisi yang sangat meyakinkan di lini tengah. AS Roma bisa mengandalkan sang kapten, Lorenzo Pellegrini. Pemain berusia 25 tahun itu tampil sangat konsisten pad amusim ini.

Selain Pellegrini, Roma juga punya Bryan Cristante dan Sergio Oliveira. Keduanya bisa menjaga lini tengah agar lebih stabil. Adapun Jordan Veretout bisa menjadi senjata rahasia dengan kemampuan eksekusi bola mati yang istimewa.

 

5 dari 6 halaman

Kedalaman Skuad

I Giallorossi punya kedalam skuad yang cukup bagus jelang akhir musim 2021/2022. Walau ada potensi tidak diperkuat Henrikh Mkhitaryan, Roma masih punya banyak pemain yang bisa membahayakan Feyenoord.

Lorenzo Pellegrini bisa bermain untuk peran nomor 10. Lalu, ada Nicolo Zaniolo untuk peran winger kiri. Sementara itu, di kanan, ada Stephan El Shaarawy. Felix Afena-Gyan dan Eldor Shomurodov juga bisa jadi opsi.

Mourinho juga mendapat kabar baik dengan kembalinya Leo Spinazzola usai cedera panjang. Mourinho juga bisa memainkan Roger Ibanez, Chris Smalling, dan Gianluca Mancini secara bersamaan di lini belakang.

 

6 dari 6 halaman

Sosok Jose Mourinho

Mourinho akan menjadi faktor kunci bagi Roma. Mourinho tahu betul bagaimana cara untuk menjadi juara pada level Eropa. Mourinho sudah pernah melakukannya, bahkan sampai empat kali.

Pelatih asal Portugal itu sukses merengkuh trofi Liga Champions bersama Porto dan Inter Milan. Mourinho juga pernah juara Liga Europa bersama Porto dan Manchester United. Gelar UEFA Conference League akan melengkapi raihan gelar The Special One.

Berbanding terbaik dengan Mourinho, kubu Feyenoord dilatih Arne Solt. Usianya baru 43 tahun. Solt baru mulai melatih tim profesional pada 2016. Pada musim itu, Mourinho juara Liga Europa bersama MU.

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin/Published: 25/6/2022)

Video Populer

Foto Populer