Ajax Keok di Markas Groningen, Maarten Paes: Kami Seperti Bukan Sebuah Tim

Kiper Ajax, Maarten Paes menanggapi kekalahan menyakitkan dari Groningen dalam lanjutan pekan ke-26 Eredivisie 2025/2026.

Bola.com, Jakarta - Kiper Ajax, Maarten Paes menanggapi kekalahan menyakitkan dari Groningen dalam lanjutan pekan ke-26 Eredivisie 2025/2026.

Ajax keok dengan skor cukup mencolok saat bertandang di markas Groningen, Euroborg Stadium, Minggu (8/3/2026) dini hari WIB.

Kiper andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes kembali bermain sejak menit pertama untuk Ajax. Namun gawangnya sudah jebol sejak awal permainan.

Laga baru berjalan enam menit, pemain Groningen Thom van Bergen menaklukkan gawang Paes menyambut assist dari Dies Janse. Memasuki 30 menit permainan, Ajax sanggup menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Davy Klaassen yang menyelesaikan umpan Anton Gaaei.

Upaya Ajax untuk mencuri angka penuh demi ambisi ke Liga Champions musim depan, berjalan buruk di paruh kedua. Groningen menunjukkan tekad yang lebih keras.

Hasilnya, pemain pengganti Oskar Zawada sukses menggandakan keunggulan Groningen di menit ke-65, dengan menuntaskan assist dari Marvin Peersman. Oskar Zawada benar-benar menjadi momok bagi Ajax.

Gol kedua Zawada lahir di menit ke-72. Ia mencetak brace setelah sukses menaklukkan gawang Paes usai menerima umpan matang Thijmen Blokzijl. Kedudukan 3-1 untuk Groningen bertahan hingga laga usai.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Respons Maarten Paes

Dengan kekalahan ini, Ajax semakin sulit untuk mengejar posisi dua besar klasemen Eredivisie. Ajax tertahan di urutan ketiga dengan nilai 44.

Pasukan Fred Grim berpeluang semakin tertinggal dari Feyenoord (48 poin), atau terkejar oleh NEC Nijmegen (43 poin). Sebab kedua tim belum memainkan pertandingan ke-26.

Tanpa banyak basa-basi, Maarten Paes usai pertandingan menyebut timya tak punya gairah untuk menang di pertandingan. Terutama pada jalannya permainan di babak kedua, yang berubah total dari 45 menit pertama.

"Di babak pertama, selain gol itu, tidak banyak yang terjadi, tetapi kami tidak keluar dari ruang ganti dengan baik," kata Paes kepada Voetbal International setelah pertandingan.

"Dan setelah skor 2-1, kami tidak menunjukkan apa pun yang menunjukkan bahwa kami adalah sebuah tim. Itu menyakitkan. Namun, saya lebih dulu introspeksi diri. Saya bukan tipe orang yang suka menyalahkan orang lain; saya sudah dewasa, jadi saya bertanggung jawab, tetapi saya pikir kalian semua melihat bahwa kami saling mengecewakan di akhir pertandingan."

 

Butuh Talenta dan Kemauan

Maarten Paes juga menganggap adanya perbedaan dari timnya dengan Groningen yang berujung pada kekalahan. Menurutnya, Ajax tidak kekurangan talenta pada pemain-pemainnya, namun ada hal yang tidak dipunyai timnya kali ini.

Ajax disebutnya kurang memiliki kerja keras, berbeda dengan Groningen yang punya semangat juang lebih tinggi.

"Jika Anda melihat tim kami dan tim Groningen, Anda akan melihat bahwa kami memiliki banyak talenta. Tetapi di sini Anda melihat sepuluh atau sebelas pemain lokal yang memberikan yang terbaik. Maka itu mungkin lebih berharga daripada talenta," lanjut Paes.

 

Anjlok di Paruh Kedua

Sementara itu, juru taktik Ajax, Fred Grim menanggapi pernyataan Maarten Paes atas kekalahan timnya dari Groningen. Sang pelatih mengakui bahwa penurunan performa timnya setelah jeda sulit dijelaskan.

"Ini sesuatu yang benar-benar sulit kami identifikasi," kata Fred Grim memulai konferensi pers pasca pertandingan.

"Jika Anda melihat bagaimana kami mampu bermain sepak bola dan mengendalikan permainan di babak pertama, sulit untuk menjelaskan mengapa begitu berbeda di babak kedua," tandasnya.

Selanjutnya, Ajax dijadwalkan meladeni Sparta Rotterdam di Johan Cruyff ArenA, pada laga ke-27, Minggu (15/3/2026).

Sumber: Voetbal Primeur

Video Populer

Foto Populer