Sukses


Tragedi Kanjuruhan: Persebaya Tidak Preskon, Aji Santoso Lemas Mendengar Kabar Kericuhan

Bola.com, Malang - Persebaya Surabaya merebut kemenangan 3-2 dari Arema FC pada lanjutan Liga 1 2022/23 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Tiga angka ini menjadi kali pertama bagi Persebaya dalam 23 tahun terakhir. Sejak peleburan Galatama dan Perserikatan, ini merupakan momen perdana klub berjulukan Green Force itu merebut kemenangan dari sang rival.

Potensi kemenangan sang tamu sudah terlihat setelah setengah jam permainan. Silvio Junior dan Leonardo Lelis berhasil menjebol gawang Adilson Maringa untuk membuat Persebaya memimpin dua gol terlebih dahulu.

Tetapi Arema FC berhasil bangkit lewat aksi Abel Camara. Pemain asal Guinea-Bissau itu menciptakan brace menjelang akhir babak pertama untuk membuat skor sama kuat menjadi 2-2.

Namun, perubahan efektif yang dilakukan Persebaya tak bisa dihentikan Arema FC. Setelah Sho Yamamoto membuat timnya kembali unggul, tuan rumah kesulitan membongkar pertahanan hingga akhir pertandingan.

2 dari 3 halaman

Persebaya Tidak Preskon

Pelatih Persebaya, Aji Santoso dan Marselino Ferdinan sejatinya berniat melakukan sesi konferensi pers pasca pertandingan. Namun, keadaan yang memburuk membuat niat itu urung dilaksanakan.

Pihak keamanan meminta keduanya beserta tim Persebaya untuk langsung naik baracuda. Mereka takut situasi semakin memburuk jika mereka tak segera meninggalkan stadion.

Meskipun sempat tertahan di perjalanan oleh Aremania, suporter Arema FC, mereka akhirnya bisa mencapai Surabaya. Marselino Ferdinan dkk tiba pukul 2 pagi diangkut dengan empat baracuda langsung dari stadion Kanjuruhan.

3 dari 3 halaman

Persebaya Turut Berduka

Pelatih Persebaya, Aji Santoso begitu kaget mendengar situasi mengerikan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Setibanya di Surabaya, ia langsung menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dalam tragedi tersebut.

"Saya mewakili tim dan saya sendiri mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Turut berduka cita sedalam-sedalamnya atas meninggalnya teman suporter di stadion Kanjuruhan," ungkapnya.

"Mudah-mudahan ini yang terakhir kali tidak terulang lagi, karena menurut saya nyawa begitu murah dibandingkan dengan sepakbola. Sekali lagi saya atas nama pribadi dan tim Persebaya berbela sungkawa sedalam-sedalamnya," imbuh pelatih berusia 51 tahun itu.

 

Video Populer

Foto Populer