Nasib Nestapa Rafael Struick Setelah Tinggalkan Eropa: Kesulitan Bersaing di Dewa United, Masa Depannya di Timnas Indonesia Terancam?

Striker Timnas Indonesia, Rafael Struick, mengalami nasib yang malang setelah meninggalkan Liga Belanda.

Bola.com, Jakarta - Striker Timnas Indonesia, Rafael Struick, mengalami nasib yang malang setelah meninggalkan Liga Belanda. Menit bermain yang didapatkan mengalami penurunan drastis, hingga terdepak dari Skuad Garuda.

Padahal, pemain yang awalnya dinaturalisasi untuk proyek Piala Dunia U-20 2023 tersebut pernah menjadi salah satu senjata andalan Shin Tae-yong di berbagai kelompok Timnas Indonesia. Rafael Struick tak hanya jadi langganan di skuad muda, tetapi juga tim senior.

Sayangnya, lintasan kariernya kini menghadapi persimpangan yang sangat memprihatinkan. Struick masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan menit bermain yang reguler di klub, sehingga menjadi hambatan untuk kembali mendapatkan tempat di Tim Garuda.

Pemain berusia 23 tahun tersebut harus bisa segera menemukan kembali performa terbaiknya di klub jika ingin kariernya di tim nasional terus berlanjut. Persaingan di lini depan Timnas Indonesia sudah semakin ketat. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pernah Jadi Andalan

Meskipun menit bermainnya tak begitu reguler di level klub, Rafael Struick pernah melewati periode puncaknya di masa kepemimpinan Shin Tae-yong. Dia jadi salah satu nama yang selalu jadi andalan, baik di skuad U-23 maupun Timnas senior.

Selama diasuh Shin Tae-yong, Rafael Struick adalah pemain yang nyaris tak tergantikan di lini depan. Dalam periode itu, dia bisa mengukir total 22 kali penampilan, meski kontribusi hanya mencapai satu gol dan satu assist.

Di masa-masa itu, Struick sudah merasakan banyak ajang, mulai dari Piala Asia 2023 hingga Piala AFF 2024. Dia juga selalu jadi starter saat Skuad Garuda mengarungi putaran kedua dan ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Adapun di level U-23, dia selalu diturunkan Shin Tae-yong pada berbagai kesempatan, termasuk ketika Tim Garuda Muda melaju ke semifinal Piala Asia U-23 2024. Yang paling diingat tentu dua golnya ke gawang Korea Selatan.

 

Minim Kesempatan Bermain

Salah satu titik krusial yang mengiringi penurunan performa Rafael Struick dapat dirunut ketika dia memutuskan untuk hengkang dari ADO Den Haag, dan berlabuh bersama klub asal Australia, Brisbane Roar, pada September 2024.

Pada awal musim, Struick sebetulnya mendapatkan kesempatan bermain yang cukup memadai, meskipun lebih banyak diturunkan sebagai pengganti. Ketika baru mengukir penampilan kedua, dia sudah mencetak gol debut pada laga kontra Sydney FC.

Namun, winger kelahiran Leidschendam itu akhirnya gagal mempertahankan konsistensinya dalam mengukir kesempatan bermain Selama semusim, dia akhirnya hanya bisa membukukan 10 laga dengan total 239 menit.

Akhirnya, setelah semusim mencoba peruntungan di Negeri Kanguru, Struick memilih untuk memulai petualangan barunya di Indonesia. Dia diboyong oleh salah satu klub elite, Dewa United, menuju BRI Super League 2025/2026.

 

Masih Sulit Bersaing

Bersama Dewa United, Rafael Struick juga tak langsung bisa mendapatkan tempat utama di lini depan. Sebab, pemain berusia 23 tahun ini harus menghadapi persaingan yang ketat dengan nama-nama yang lebih senior.

Sepanjang musim ini, Struick baru bisa mencatatkan 17 kali penampilan dengan total durasi mencapai 504 menit. Dari semua laga itu, dia hanya lima kali diturunkan sebagai starter, dan sisanya dari bangku cadangan.

Minimnya menit bermain semacam ini memang menyulitkan Struick untuk bisa kembali mendapatkan tempatnya di Timnas Indonesia. Dia terakhir kali bermain ketika menghadapi Australia pada Maret 2025.

Setelah itu, dia lebih banyak jadi penghangat bangku cadangan. Sejauh ini, Struick sudah melewatkan empat pertandingan terakhir Timnas Indonesia, baik di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia pada Oktober 2025, maupun FIFA Series 2026 pada Maret lalu.

Kini, Struick harus menyadari banyaknya opsi pemain di lini depan yang jadi pesaingnya. Nama-nama seperti Ole Romeny, Miliano Jonathans, hingga Mauro Zijlstra, bakal membuatnya semakin kesulitan untuk merebut hati John Herdman.

Video Populer

Foto Populer