6 Statistik yang Memperlihatkan MU Justru Makin Buruk Bersama Michael Carrick Dibanding Ruben Amorim

MU berada di posisi keenam klasemen ketika Amorim dipecat pada Januari 2026. Michael Carrick berhasil membawa mereka naik ke peringkat ketiga setelah ditunjuk sebagai pelatih hingga akhir musim.

Bola.com, Jakarta - Michael Carrick telah membawa Manchester United (MU) kembali ke jalur yang benar. Namun, apakah sang manajer caretaker ini benar-benar tampil lebih baik dibandingkan Ruben Amorim?

MU berada di posisi keenam klasemen ketika Amorim dipecat pada Januari 2026. Michael Carrick berhasil membawa mereka naik ke peringkat ketiga setelah ditunjuk sebagai pelatih hingga akhir musim.

Meski begitu, apakah ia layak menjadi kandidat pelatih permanen masih menjadi perdebatan.

Bahkan, sejumlah statistik dari 12 pertandingan perdana Carrick di Premier League justru menunjukkan performa yang lebih buruk dibandingkan 12 laga terakhir Ruben Amorim.

Michael Carrick memang mengumpulkan lebih banyak poin dalam periode tersebut, 26 berbanding 18, tetapi apakah angka-angka di balik itu perlu menjadi perhatian?

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

xG per Pertandingan dan xG yang Diterima per Pertandingan

Model expected goals (xG) memang bukan statistik yang disukai semua orang, tetapi angka ini mampu menggambarkan kualitas peluang yang diciptakan sebuah tim.

Rata-rata xG per pertandingan MU di bawah Carrick di Premier League sejauh ini adalah 1,37. Sementara dalam 12 laga liga terakhir Amorim, angkanya mencapai 1,70.

Sementra di sisi pertahanan, data menunjukkan MU justru memberikan peluang yang lebih berbahaya kepada lawan.

Rata-rata xG yang diterima per pertandingan di bawah Carrick adalah 1,30, sedangkan dalam 12 laga terakhir Amorim, angkanya hanya 1,16.

Gol dan Peluang Besar per Pertandingan

 

Bahkan bagi mereka yang lebih suka menilai berdasarkan gol aktual, era akhir Amorim terlihat lebih menjanjikan dibandingkan masa awal kepelatihan Michael Carrick.

MU mencetak 23 gol dalam 12 laga liga terakhir Amorim, dengan rata-rata 1,92 gol per pertandingan. Di bawah Carrick, mereka hanya mencetak 22 gol dari 12 pertandingan, dengan rata-rata 1,83 per pertandingan.

Dalam hal peluang besar, tim Carrick menciptakan rata-rata 2,58 peluang besar per pertandingan di liga sejauh ini. Namun, dalam 12 laga liga terakhir Amorim, MU menciptakan rata-rata yang lebih baik, yakni 2,75 peluang besar per pertandingan.

Penguasaan Bola dan Sentuhan di Kotak Penalti Lawan

Penguasaan bola yang lebih banyak memang tidak serta-merta menjamin kemenangan, tetapi jelas tidak merugikan.

Tim Carrick sedikit lebih unggul dalam hal penguasaan bola dibandingkan lawan-lawan mereka sejauh ini, dengan rata-rata 50,58 persen dari 12 pertandingan bersama. Namun, dalam 12 laga terakhir Amorim, rata-rata penguasaan bola MU mencapai 55,00 persen.

Lebih jauh lagi, di mana penguasaan bola itu dipertahankan pun bisa menceritakan kisah tersendiri. Tim Carrick rata-rata mencatat 24,17 sentuhan di kotak penalti lawan per pertandingan, sementara dalam 12 laga liga terakhir Amorim, MU rata-rata mencatat 29,25 sentuhan di kotak penalti lawan.

Michael Carrick Layak Diapresiasi, tapi Bukan Tanpa Catatan

Carrick tentu berhak mendapatkan kredit atas kebangkitan MU, tetapi faktor-faktor lain seperti kemerosotan Chelsea juga turut berperan dalam kenaikan posisi mereka di klasemen.

MU mungkin mulai mempertimbangkan ulang rencana mempertahankan Carrick untuk jangka panjang. Sebagaimana ia layak diapresiasi, yang sekaligus melengkapi transformasi dari pemain yang underrated menjadi manajer yang underrated, keraguan tersebut barangkali memang beralasan.

Sumber: Planet Football

Persaingan di Premier League

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer