Andrea Dovizioso soal Kesulitan Marc Marquez pada Balapan MotoGP Amerika Serikat: Masalahnya Serius!

MotoGP Amerika Serikat 2026 yang biasanya menjadi taman bermain bagi Marc Marquez, justru menjadi saksi bisu betapa sang pembalap asal Spanyol itu tengah berjuang melawan keterbatasan fisiknya sendiri.

Bola.com, Jakarta - Awan mendung masih menggelayuti perjalanan Marc Marquez bersama Ducati di MotoGP 2026. Mantan rival The Ant of Cervera, Andrea Dovizioso, melontarkan analisis tajam yang menyebut bahwa situasi fisik sang juara dunia tujuh kali itu jauh lebih mengkhawatirkan daripada yang terlihat. 

MotoGP Amerika Serikat 2026 yang biasanya menjadi taman bermain bagi Marc Marquez, justru menjadi saksi bisu betapa sang pembalap asal Spanyol itu tengah berjuang melawan keterbatasan fisiknya sendiri.

Setelah menjalani operasi bahu kanan akibat kecelakaan parah pada balapan MotoGP Mandalika 2025, Marc Marquez belum juga menemukan sentuhan magisnya.

Di COTA akhir pekan lalu, serangkaian insiden justru menimpanya. Pada FP1 ia mengalami kecelakaan dalam kecepatan tinggi di Tikungan 10. 

Lalu Sprint Race, kakak Alex Marquez tersebut mengalami crash setelah kehilangan kendali ban depan dan menabrak Fabio Di Giannantonio, yang berujung pada hukuman long lap penalty.

Sementara Main Race, Marc Marquez hanya mampu finis di posisi ke-5 setelah harus berjuang dari urutan ke-11 akibat hukuman long lap penalty.

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kondisi Bahu

Secara mengejutkan, usai balapan MotoGP AS, Marc Marquez mengakui bahwa kendala utamanya bukan pada performa motor Desmosedici GP26. "Ini saya, bukan motornya," aku pembalap berusia 33 tahun tersebut dengan jujur.

Andrea Dovizioso memberikan analisis menarik terkait kesulitan Marc Marquez. Menurutnya melihat hasil di Austin, lintasan di mana Marquez memegang rekor tujuh kemenangan, Andrea Dovizioso menilai ada sesuatu yang fundamental yang hilang dari sosok The Baby Alien.

 

"Marc bukan tipe orang yang suka mengeluh atau mencari alasan. Menurut pendapat saya, situasinya jauh lebih serius daripada yang terlihat," ujar Dovizioso kepada Moto.it.

Dovi menambahkan bahwa keterbatasan pada lengan dan bahu Marquez kemungkinan besar bersifat permanen. "Mungkin dengan kecelakaan di Indonesia, ia semakin memperparah keterbatasan lengannya yang menurut saya tidak bisa diperbaiki lagi." 

"Austin adalah konfirmasi pastinya. Di tempat di mana ia seharusnya bisa membuat perbedaan, ia tidak bisa melakukannya," lanjutnya. 

 

 

Kata-kata Manajer Ducati

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui bahwa Marquez sempat curhat kepadanya mengenai betapa sulitnya mengendalikan motor GP26 dengan kondisi bahu yang belum 100 persen.

Legenda MotoGP, Alex Barros, bahkan memprediksi Marquez butuh waktu enam bulan lagi untuk pulih total. Masalahnya, dalam dunia balap motor level tertinggi, 10 persen terakhir dari proses pemulihan adalah yang paling sulit didapat.

Dengan ban Michelin baru yang lebih agresif, beban fisik yang diterima bahu Marquez semakin berlipat ganda. Kini, pertanyaannya bukan lagi kapan Marquez akan menang, melainkan apakah fisiknya masih sanggup melayani ambisinya untuk kembali ke puncak dunia.

Jika di Austin saja ia kesulitan, seri-seri berikutnya akan menjadi ujian yang jauh lebih berat bagi pembalap Ducati itu.

 

Video Populer

Foto Populer