FIFA Klaim Pembicaraan dengan Iran Berjalan Positif Jelang Piala Dunia 2026

FIFA menyatakan telah mengadakan pembicaraan positif dengan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) di Turki jelang Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, memastikan pembicaraan dengan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) berjalan positif menjelang Piala Dunia 2026.

Pernyataan itu disampaikan di tengah ketidakpastian terkait keikutsertaan Iran akibat situasi politik dan keamanan yang melibatkan Amerika Serikat serta Israel.

Timnas Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga Grup G di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026 yang berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Namun, situasi menjadi rumit setelah pecah konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Dalam kunjungannya ke Istanbul, Sabtu (16-5-2026) waktu setempat, Grafstrom mengaku puas dengan hasil pertemuan bersama Presiden FFIRI, Mehdi Taj.

"Kami menjalani pertemuan yang sangat baik dan konstruktif bersama Federasi Sepak Bola Iran," kata Grafstrom kepada Reuters.

"Kami bekerja sangat dekat bersama mereka dan sangat menantikan kehadiran Iran di Piala Dunia FIFA," imbuhnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Suasana Positif

Kekhawatiran terkait Iran makin meningkat setelah Mehdi Taj ditolak masuk ke Kanada untuk menghadiri Kongres FIFA di Vancouver awal bulan ini.

Penolakan itu disebut berkaitan dengan dugaan hubungan Taj dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Amerika Serikat dan Kanada, yang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 bersama Meksiko, memasukkan IRGC ke daftar organisasi teroris. Kedua negara juga menegaskan tidak akan memberikan akses masuk kepada individu yang memiliki hubungan dengan kelompok tersebut.

Meski begitu, Grafstrom enggan membeberkan detail pembahasan terkait visa pemain Iran menuju Amerika Serikat dan Kanada. Ia hanya memastikan kedua pihak membahas berbagai persoalan operasional dalam suasana positif.

"Kami sudah membahas semua hal yang relevan, tetapi saya rasa ini bukan tempat untuk menjelaskan detailnya," ujar Grafstrom.

"Secara keseluruhan, ini pertemuan yang sangat positif dan kami menantikan kelanjutan dialog berikutnya," tambahnya.

Penjelasan FFIRI

Di sisi lain, Mehdi Taj menyebut pertemuan dengan FIFA berjalan sangat baik. Ia mengklaim FIFA mendengarkan seluruh poin yang diajukan pihak Iran.

"Saya senang karena mereka mendengarkan poin-poin dari Iran, semua 10 poin yang kami ajukan, dan mereka memberikan solusi untuk masing-masing persoalan tersebut," kata Taj kepada Reuters.

"Saya berharap, dengan izin Tuhan, tim nasional kami bisa tampil di Piala Dunia tanpa masalah dan meraih hasil yang sangat baik di sana," lanjut Taj.

Sebelumnya, Iran sempat meminta agar pertandingan fase grup mereka dipindahkan ke Meksiko. Namun, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan seluruh pertandingan akan tetap digelar sesuai jadwal dan lokasi yang sudah ditetapkan sejak awal.

Sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026, skuad Iran dijadwalkan meninggalkan Teheran menuju pemusatan latihan di Turki pada Senin.

Setelah itu mereka akan melanjutkan perjalanan ke markas tim di Kino Sports Complex, Tucson, Arizona, pada awal Juni.

Iran dijadwalkan memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. Mereka juga akan menghadapi Belgia dan Mesir di Grup G.

 

Sumber: Reuters

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer