Sukses


Apa Itu Sistem Ekonomi? Ketahui Jenis dan Fungsinya

Bola.com, Jakarta - Sistem ekonomi adalah suatu organisasi yang terdiri atas sejumlah lembaga atau pranata (ekonomi, sosial, politik, ide-ide) yang saling memengaruhi satu sama lain dan ditujukan ke arah pemecahan masalah, produksi, distribusi, konsumsi yang merupakan problem dasar setiap perekonomian.

Sistem ekonomi juga bisa diartikan sebagai aturan dan tata cara untuk menjalankan perekonomian yang juga dibuat untuk mengatasi setiap permasalahan ekonomi yang ada demi meraih suatu tujuan.

Sistem ekonomi penting dalam suatu negara karena berfungsi sebagai pendorong sistem produksi. Selain itu, juga berfungsi untuk menciptakan suatu mekanisme agar proses distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.

Pada hakikatnya, sistem ekonomi dijadikan kerangka dalam melakukan pembangunan ekonomi di suatu negara. Sistem ekonomi tiap-tiap negara dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang meliputi ideologi bangsa, kondisi masyarakat, kondisi perekonomian, serta kondisi sumber daya yang berbeda-beda.

Itulah penjelasan singkat mengenai sistem ekonomi. Supaya lebih jelas, berikut ini rangkuman mengenai sistem ekonomi yang bisa dipahami, dikutip dari laman Maxmanroe dan kemdikbud.go.id, Senin (9/10/2023).

2 dari 5 halaman

Jenis Sistem Ekonomi

  • Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang paling sederhana. Cara penyelesaian masalah didasari oleh kebiasaan, tradisi, dan adat istiadat secara turun-temurun.

Hasil produksi hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari alias tidak diperjualbelikan. Masyarakat hanya mengandalkan tenaga dan sumber daya alam seadanya, tanpa bantuan teknologi canggih.

Kelemahan sistem ekonomi tradisional adalah hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini, teknologinya sederhana, kualitas hasil produksi rendah. Selain itu, tidak bertujuan mencari laba, bukan untuk meningkatkan taraf hidup, masyarakatnya kurang berkembang dan alokasinya tidak efisien.

Sementara kelebihannya adalah perekonomian masyarakat yang stabil, tidak ada persaingan, mendorong hubungan kerja sama dan kerukunan, dan kelestarian alam yang terjaga.

  • Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal atau pasar merupakan sistem ekonomi yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menjalankan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Berbeda dengan sistem ekonomi tradisional yang hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tujuan sistem ekonomi liberal adalah mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.

Peran pemerintah cuma sebagai pengawas, bahkan hampir tidak ada. Sistem ekonomi pasar sejalan dengan teori Adam Smith yang berbunyi, Laissez Fairre, Laissez Passer, yang artinya kegiatan ekonomi harus diserahkan kepada masyarakat.

Kekuatan sistem ekonomi liberal adalah individu bebas melakukan kegiatan ekonomi sesuai keahlian dan keterampilan, masyarakat dapat berkembang secara inisiatif dan kreativitas, dan mampu bersaing dalam kualitas usaha.

Kelemahannya persaingan usaha tidak sehat, modal terpusat sehingga ada monopoli yang merugikan, serta rentan terjadi kesenjangan dan ketakstabilan ekonomi.

Sistem ekonomi ini tercipta dari kesenjangan ekonomi antara golongan kaya dengan golongan miskin, serta tingginya persaingan dan monopoli untuk merebut pasar.

Sistem ekonomi liberal banyak dianut oleh negara di benua Amerika dan Eropa, seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Jerman.

3 dari 5 halaman

Jenis Sistem Ekonomi

  • Sistem Ekonomi Komando

Dalam sistem ekonomi komando, pemerintah memiliki kuasa penuh atau dominan terhadap kegiatan ekonomi negaranya. Sistem ini biasa juga disebut sistem ekonomi terpimpin.

Jadi, faktor produksi dipegang penuh oleh pemerintah sehingga tidak ada pihak swasta atau perorangan yang menguasai barang atau sumber daya tertentu. Kalaupun ada masyarakat yang memegang sektor produksi, tentunya dalam pengawasan dan batasan oleh pemerintah.

Sistem ekonomi komando bergantung pada ideologi sosialisme dan komunisme. Jadi, sistem ini digunakan oleh negara blok timur atau poros kiri, seperti China, Rusia, dan Korea Utara.

Sistem ekonomi komando adalah perekonomian masyarakat yang dijamin oleh negara. Selain itu, negara lebih mudah mengendalikan harga dan inflasi.

Namun, inovasi masyarakat dapat terhambat karena terlalu mengandalkan solusi dari pemerintah. Ini juga dapat menjadi masalah baru apabila negara justru tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya karena konflik politik ataupun masalah internal lainnya.

  • Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari sistem ekonomi komando dan liberal. Pada sistem ekonomi ini, baik pihak pemerintah maupun swasta memiliki peran dalam sektor perekonomian.

Masyarakat memiliki kebebasan dalam sektor ekonomi, tetapi pemerintah juga memiliki kendali dalam sektor perekonomian. Ini bertujuan untuk mencegah adanya penguasaan penuh oleh segelintir masyarakat.  

Beberapa negara yang menggunakan sistem ekonomi campuran di antaranya India, Filipina, dan Malaysia. Kelebihan penggunaan sistem ekonomi campuran adalah kestabilan ekonomi lebih terjamin dan mencegah adanya monopoli pasar oleh sekelompok masyarakat tertentu.

Namun, kekurangan dari sistem ekonomi ini, keuntungan sektor swasta kurang maksimal apabila dibandingkan dengan sistem ekonomi liberal, dan kadang bisa ditemukan ketakjelasan mengenai batasan pemerintah dan swasta dalam sektor perekonomian.

4 dari 5 halaman

Jenis Sistem Ekonomi

  • Sistem Ekonomi Kerakyatan

Sistem ekonomi kerakyatan merupakan senjata ampuh untuk melumpuhkan ancaman di bidang ekonomi karena dalam sistem ini pembangunan ekonomi dilakukan atas dasar kemanusiaan sehingga segala bentuk monopoli dan persaingan bebas bisa dihindari.

Peran negara dalam sistem ekonomi kerakyatan antara lain adalah mengembangkan koperasi dan BUMN, memastikan pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat, memberikan hak penghidupan dan pekerjaan yang layak serta memelihara fakir miskin dan anak terlantar.

Sistem ekonomi kerakyatan menjamin untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat karena dalam sistem ini sifatnya terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, berkelanjutan dan mandiri dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Sistem ekonomi ini sering disebut juga dengan nama Ekonomi Pancasila. Kelebihan sistem ekonomi kerakyatan adalah setiap warga negara Indonesia diberikan hak untuk berkreasi asalkan tidak melanggar kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kemudian, perekonomian diutamakan untuk kemakmuran rakyat. Namun, sistem ekonomi kerakyatan juga memiliki kelemahan, seperti pengambilan keputusan yang terlalu lambat karena harus memikirkan kepentingan bersama.

5 dari 5 halaman

Fungsi Sistem Ekonomi

  • Sebagai pendorong untuk memproduksi barang.
  • Mengatur pembagian hasil produksi barang di seluruh anggota masyarakat.
  • Mengoordinasi kegiatan setiap individu di dalam suatu perekonomian.
  • Menciptakan mekanisme agar proses distribusi barang dan jasa yang diproduksi bisa berjalan dengan baik.

 

Sumber: Maxmanroe, kemdikbud.go.id

Yuk, baca artikel edukasi lainnya dengan mengeklik tautan ini.

Video Populer

Foto Populer