Bangga! Atlet Muda Indonesia Kibarkan Merah Putih di Kejuaraan Berkuda Internasional

Atlet berkuda muda Indonesia, Nusrtdinov Zayan Fatih, kembali membawa kabar membanggakan dari kancah internasional.

Bola.com, Jakarta - Atlet berkuda muda Indonesia, Nusrtdinov Zayan Fatih, kembali membawa kabar membanggakan dari kancah internasional. Penunggang yang akrab disapa Dinov itu berhasil meraih podium ketiga dalam ajang AEF/Mantena Cup CSI1*-B Tashkent 2026.

Kejuaraan tersebut berlangsung di Universal Horses Stable, Tashkent, Uzbekistan, pada 23–24 April 2026. Dinov bersaing dengan 10 peserta dari sembilan negara Asia dalam kompetisi bergengsi dengan sistem borrow horse atau kuda pinjam.

Hasil ini terasa spesial mengingat Dinov menghadapi tantangan besar sejak awal. Ia harus beradaptasi dalam waktu singkat setelah tiba di Uzbekistan hanya sehari sebelum proses pengundian kuda.

Dengan persiapan yang terbatas, Dinov tetap mampu menunjukkan performa solid. Ia bahkan berhasil mencatatkan hasil bersih tanpa kesalahan dan mengamankan posisi di tiga besar.

Sebelum tampil di Tashkent, Dinov lebih dulu melalui proses seleksi ketat di ajang Patriot Equifest & Kartini Cup 2026. Ia turun di kelas jumping 120–125 cm yang digelar di HUB Indonesia pada 9–12 April 2026.

Keberhasilan meraih podium di Uzbekistan menjadi bukti bahwa Dinov mampu menjawab kepercayaan sebagai wakil Indonesia. Prestasi ini juga memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta muda potensial di cabang olahraga berkuda.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Adaptasi Cepat Jadi Kunci

Setelah tiba pada 22 April, Dinov langsung mengikuti proses drawing kuda keesokan harinya. Waktu latihan yang diberikan sangat terbatas, hanya satu sesi dengan durasi efektif sekitar 30 menit.

Dalam sesi tersebut, Dinov hanya diperbolehkan melakukan enam kali lompatan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam membangun chemistry dengan kuda yang baru dikenalnya.

Ia juga menyebut Bekzod Kurbanov sebagai atlet berkuda elite di Uzbekistan yang memberinya banyak masukan teknis selama persiapan singkat tersebut.

“Waktu persiapan memang sangat minim dan menjadi tantangan tersendiri saat proses adaptasi dengan kuda hasil drawing. Saya juga merasa sangat beruntung karena didampingi oleh pelatih berkuda asal Uzbekistan, Bekzod Kurbanov yang banyak membantu saya saat beradaptasi,” ujar Dinov.

 

Bersaing dengan Atlet Senior

Dinov turun di kelas terbuka yang mayoritas diikuti atlet senior berpengalaman, terutama dari negara-negara Timur Tengah. Dari seluruh peserta, hanya tiga negara yang diwakili pembalap junior, yakni Indonesia, Malaysia, dan Mesir.

Dalam pertandingan, Dinov yang berpasangan dengan kuda Jangcy L mencatatkan waktu 56,96 detik dengan hasil clear round. Catatan tersebut mengantarkannya finis di posisi ketiga.

Dua posisi teratas ditempati wakil tuan rumah Uzbekistan, Dilshod Shokirov dan Anna Sigidina, yang juga mencatatkan clear round dengan waktu lebih cepat, masing-masing 54,91 detik dan 55,58 detik.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PP PORDASI dan seluruh pihak yang telah membantu sejak keberangkatan hingga mengikuti kejuaraan di Uzbekistan,” ucap Dinov.

 

Video Populer

Foto Populer