Sriwijaya FC Anggap Skorsing Ferdinand Sinaga Tidak Adil!

oleh Riskha Prasetya diperbarui 28 Nov 2015, 12:00 WIB
Polisi pun menggunakan kesempatan berfoto dengan Ferdinand Sinaga seusai latihan Sriwijaya FC di Stadion Soemantri Brojonegoro, Jakarta, Jumat (16/10/2015) pagi WIB. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Malang - Munculnya pemberitaan yang menyebut bahwa pemain Sriwijaya FC, Ferdinand Sinaga dan manajer Nasrun Umar akan dinonaktifkan serta dilarang di sisa turnamen Piala Jenderal Sudirman membuat kaget petinggi PT Sriwijaya Optimis Mandiri, selaku pengelola Laskar Wong Kito.

Menurut sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid, pihaknya sejauh ini belum mendapat surat pemberitahuan mengenai hal tersebut dari Mahaka Sports and Entertainment selaku penyelenggara turnamen PJS.

Advertisement

“Kami belum mendapat kabar resmi dari Mahaka, baik berupa surat pemberitahuan atau lainnya terkait kabar tersebut,” ujar Faisal saat dihubungi bola.com pada Jumat (27/11) sore.

Dirinya pun berharap seluruh pihak dapat melihat permasalahan ini secara berimbang. “Manajemen SFC berharap semua pihak dapat jernih menilai masalah ini, di saat Patrich Wanggai mendapat kartu merah justru manajer tim kami yang berusaha menenangkan situasi, bukan justru memanaskan suasana,” jelasnya.

Penghargaan  fair play di ajang Piala Presiden, turnamen sebelumnya yang diselenggarakan Mahaka, menunjukan kalau Laskar Wong Kito tim yang menjunjung tinggi penegakan disiplin.

“Kami selalu ikuti aturan main, salah satu buktinya adalah kami ikhlas menjalani pertandingan semifinal kedua Piala Presiden di Solo, walaupun sebenarnya hak kami memainkan pertandingan di Palembang. Kami pun tidak mempermasalahkan kepemimpinan wasit. Setiap pertandingan kami jalani dengan sportif,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mematuhi keputusan wasit selama pertandingan berlangsung. “Saat kalah di final, Sriwijaya FC terima dengan sportif karena memang sesuai dengan Laws of The Game FIFA dan fair play. Jadi semua itu pasti ada sebab akibat,” ungkap Fisal Mursyid.