Arema Indonesia Mulai Bangkit, Aremania Rapatkan Barisan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 21 Sep 2016, 13:45 WIB
Kebangkitan Arema Indonesia membuat Aremania merapatkan barisan. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Malang - Bangkitnya Arema Indonesia yang pernah berkiprah di IPL menimbulkan berbagai reaksi dari suporter Aremania. Sebab, di Malang saat ini mayoritas suporter masih memberikan dukungan kepada tim yang eksis bermain di ajang Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo.

Para pentolan Aremania mulai merapatkan barisan agar tidak muncul perpecahan karena benih-benih itu mulai muncul, tetutama di media sosial, menyusul adanya pro dan kontra terhadap kembalinya Arema Indonesia. Sebagian lagi berharap ada rekonsiliasi kedua pihak untuk menjadikan Arema satu.

Pentolan Aremania, Achmad Klayatan, menegaskan agar rekan-rekannya tetap solid mendukung tim yang eksis berlaga di kompetisi. Artinya dia mengajak Aremania tetap memberikan dukungan kepada Arema Cronus. Mengingat tim yang dikelola oleh CEO Iwan Budianto itu sudah dapat pengakuan dari PSSI dan FIFA.

"Kami akan merapatkan barisan untuk menolak pihak yang punya tujuan memecah belah Aremania karena saat ini sudah ada Arema yang eksis bermain di kompetisi," katanya.

Advertisement

Pada 2014, Aremania melakukan aksi menolak kehadiran Arema Indonesia yang dipimpin oleh Winarso dan Novi Zaenal (istri Lucky Zaenal) di Malang. Aksi penolakan itu dilakukan dengan membubuhkan tanda tangan untuk penolakan Arema Indonesia.

"Kan Pak Darjoto Setiawan (mantan pembina Yayasan Arema) sudah menyampaikan lewat rilis resmi. Saat dilepas oleh PT Bentoel, Arema dikembalikan ke publik yang waktu itu diwakili oleh Rendra Kresna (Bupati Malang) dan Iwan Kurniawan (pengusaha Malang)," imbuh Achmad.

Saat ini Rendra Kresna menjadi presiden kehormatan Arema Cronus sehingga Aremania condong ke klub yang dilatih oleh Milomir Seslija. Achmad juga sudah berkoordinasi dengan Aremania yang berada di luar daerah untuk konsisten dengan Arema Cronus.

"Saya dengan mereka (Arema Indonesia) mau main di Banyuwangi. Kami sudah berkoordinasi dengan Aremania di sana atau di daerah tapal kuda termasuk Bali untuk tidak terpecah dan melakukan penolakan terhadap kubu Winarso (direktur Arema Indonesia)," tegas Achmad.

Pentolan Aremania lainnya, Awang Kanjuruhan, memilih mendukung tim yang sedang eksis. "Arema IPL kan tidak jelas, saya tidak mau komentar tentang mereka. Lebih baik komentar tentang Arema yang sudah jelas saja," ujarnya.