4 Pemain Juventus dan AS Roma yang Berpuasa Ramadan Tahun 2017

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 09 Jun 2017, 11:31 WIB
Gelandang Juventus asal Bosnia-Herzegovina, Miralem Pjanic. (AFP/Marco Bertorello)

Bola.com, Jakarta Kompetisi di kawasan Eropa sudah berakhir. Namun, bagi para pesepakbola beragam Islam, musim libur kali ini tetap sibuk. Tentu saja bukan kesibukan di lapangan, melainkan kemeriahan menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Hampir seluruh kompetisi di ranah Eropa memiliki bintang-bintang yang beragama Islam. Satu di antaranya adalah Liga Italia Serie A. Hampir setiap klub, termasuk Juventus, memiliki lebih dari satu pemain beragama Islam. Tak jarang pula, mereka adalah pemain kunci di klubnya masing-masing.

Advertisement

Puasa Ramadan tahun ini menjadi kesempatan terbaik bagi mereka untuk menunaikan ibadah. Sebagian besar dari mereka tak terhalang dengan pertandingan-pertandingan di sore atau petang hari.

Kalaupun ada pertandingan bertajuk laga internasional, baik persahabatan ataupun kualifikasi piala dunia, semua berlangsung pada malam hari. Berikut ini empat pemain bintang di Serie A yang menjalankan puasa di bulan Ramadan ini.

2 dari 5 halaman

Mohamed Salah

Gelandang AS Roma, Mohamed Salah, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Crotone pada laga Serie A di Stadion Olimpico, Roma, Rabu (21/9/2016). (AFP/Andreas Solaro)

Mohamed Salah merupakan andalan AS Roma yang berasal dari Mesir dan beragama Islam. Awalnya, Salah dipinjam AS Roma dari Chelsea pada Agustus 2015 dengan biaya 5 juta euro per musim. Tepat pada musim panas tahun lalu, karena dianggap cocok dengan gaya permainan AS Roma, Salah dipermanenkan dengan harga 15 juta euro.

AS Roma tak sia-sia memiliki Salah. Musim 2016-2017, ia menyumbang 19 gol dan 15 assist dalam 41 penampilan. Tahun ini, Salah berkesempatan menunaikan puasanya dengan tenang hingga hari terakhir.

3 dari 5 halaman

Edin Dzeko

Striker AS Roma, Edin Dzeko, merayakan gol yang dicetaknya ke gawamh Udinese pada laga Serie A di Stadion Olympic, Italia, Sabtu (20/8/2016). (AFP/Filippo Monteforte)

AS Roma nyatanya memang banyak bergantung pada penyerang muslim di ujung tombak mereka. Selain Mohamed Salah, I Giallorossi juga punya Edin Dzeko, yang juga memeluk agama Islam.

Ketajaman Dzeko tidak perlu diragukan lagi. Meski sudah berusia 31 tahun, Dzeko tetap subur dalam urusan mencetak gol. Bahkan, pada musim 2016-2017, striker asal Bosnia-Herzegovina itu sukses menjadi top skorer dengan 29 gol.

Edin Dzeko mulai mengorbit sejak sepuluh tahun lalu ketika merumput di Bundesliga bersama Wolfsburg. Sebelum bergabung dengan AS Roma, Dzeko sempat membela Manchester City selama empat musim (2011-2015).

4 dari 5 halaman

Miralem Pjanic

Gelandang Juventus asal Bosnia-Herzegovina, Miralem Pjanic. (AFP/Marco Bertorello)

Bosnia Herzegovina memang dikenal dengan penduduknya yang mayoritas muslim. Demikian juga dengan pemain sepak bolanya. Ya, selain Edin Dzeko, juga ada Miralem Pjanic, bintang Juventus yang juga beragama Islam.

Namun berbeda dengan Dzeko, yang sudah berlibur sejak 28 Mei dan dapat berpuasa dengan leluasa, Pjanic masih harus melakoni laga Final Liga Champions melawan Real Madrid, Sabtu malam (3/6/2017) lalu. Pjanic diturunkan sejak menit awal dan baru digantikan pada menit ke-71 oleh Claudio Marchisio. Tidak diketahui apakah Pjanic tetap berpuasa ketika mempersiapkan diri untuk laga tersebut.

Pjanic dibeli Juventus dari AS Roma pada musim panas 2016 seharga 32 juta euro. Gelandang berusia 27 tahun itu langsung menjadi motor serangan I Bianconeri. Umpan-umpan matang dan bola matinya selalu ditunggu-tunggu oleh fans Juventus.

5 dari 5 halaman

Sami Khedira

Selebrasi Sami Khedira, gelandang Juventus, usai mencetak gol ke gawang Pescara. (REUTERS/Giorgio Perottino)

Sami Khedira seorang muslim barangkali sudah diketahui secara luas oleh publik sepak bola. Ya, sejak pertama kali mengorbit bersama Timnas Jerman dan Stuttgart, Khedira sering tampil di media berbicara tentang ibadah puasa.

Bagi pemain keturunan Tunisia itu, puasa di bulan Ramadan adalah harga mati. Hal tersebut sesuai dengan ajaran Islam yang mewajibkan pemeluknya untuk menunaikannya.

Namun, Khedira biasanya tidak terlalu memaksakan dirinya untuk berpuasa, terutama ketika harus menghadapi laga-laga besar. Ia merasa harus membutuhkan asupan makanan untuk mendapatkan energi agar dapat bertanding dengan maksimal.

Namun sayang, Khedira gagal mengantarkan Juventus juara Liga Champions musim 2016-2017 yang kebetulan digelar di bulan Ramadan.

(Artikel asli ditulis Abul Muamar/diedit Fadjriyah Nurdiarsih dan Jonathan Pandapotan Purba/Liputan6.com)

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini

Berita Terkait