Gonzales: Masalah Sepak Bola Indonesia Bukan Aturan U-23, tapi..

oleh Juprianto Alexander Sianipar diperbarui 04 Jul 2017, 04:45 WIB
Striker Arema FC, Cristian Gonzales, melakukan protes saat melawan PS TNI pada laga Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/7/2017). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Cibinong - Pemain naturalisasi Arema FC, Cristian Gonzales tak melihat penangguhan regulasi pemain U-23 hingga berakhirnya SEA Games 2017 sebagai sebuah masalah di Liga 1 2017. Ia justru menilai masalah pada kompetisi musim ini adalah kinerja wasit yang buruk.

Penilaian itu diberikan Gonzales setelah Tim Singo Edan bermain imbang tanpa gol kontra PS TNI pada pekan ke-12 Liga 1 2017 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (3/7/2017).

Advertisement

"Pemain muda, senior, dan suporter bukan masalah sepak bola Indonesia. Yang menjadi masalah adalah wasit," ujar pemain berdarah Uruguay itu kepada wartawan di mixed zone Stadion Pakansari.

"Saya mengerti mereka manusia biasa, tetapi dalam satu pertandingan mereka tidak boleh sampai 10 kali salah. Wasit sendiri yang bisa membuat pemain dan suporter emosi," ia menambahkan.

Keluh kesah itu diutarakan Gonzales setelah wasit, Ikhsan Prasetya Jati yang memimpin laga PS TNI melawan Arema, dinilainya banyak mengambil keputusan yang salah. Salah satu kesalahan fatal wasit asal Bantul itu di mata Gonzales saat menganulir gol, Arthur Cunha pada masa injury time babak pertama.

"Saya dianggap terus berada di posisi offside. Arthur tadi bikin gol dan itu bukan offside," kata striker berusia 40 tahun itu dengan nada kecewa.

Gonzales juga menyebut kinerja dan kualitas wasit di kompetisi Tanah Air justru semakin mengalami penurunan sejak pertama kali dirinya bergabung dengan PSM Makassar pada 2003 silam.

"Saya rasa kinerja wasit kurang. Wasit tadi juga tidak bisa lari. Kaki dia sempat kram tadi," tukas pemain yang baru mencetak tiga gol di Liga 1 musim ini.

Keluhan soal kinerja wasit juga sebelumnya diutarakan pelatih PS TNI, Ivan Kolev setelah laga melawan Arema. Pelatih Timnas Indonesia di Piala Asia 2007 itu merasa anak asuhnya berhak mendapatkan dua tendangan penalti saat menjamu Arema. Namun klaim itu tidak digubris oleh wasit.