Lawan Kanada, Ini Instruksi Pelatih Voli Pantai Indonesia

oleh Reza Khomaini diperbarui 28 Jul 2017, 17:19 WIB
Ade Candra dan Mohammad Ashfiya menjalani latihan terakhir jelang laga pembuka kontra Kanada di Donau Insel, kota Wina. (Bola.com/Reza Khomaini)

Bola.com, Wina - Pasangan putra voli pantai Indonesia, Ade Candra Rachmawan/Mohammad Ashfiya akan melakoni laga pertama Grup I melawan Kanada pada ajang Kejuaraan Dunia di kota Wina, Austria, Jumat (28/7/2017) malam ini waktu Austria atau sekira pukul 24.00 WIB. Pelatih voli pantai Indonesia, Koko Prasetyo Darkuncoro, berharap anak asuhnya tampil tanpa beban dalam pertandingan ini.

Dia juga meminta Ade/Yaya bisa melepas rasa canggung lantaran berstatus sebagai debutan pada turnamen ini "Semoga tidak demam panggung," ujar Koko saat ditemui Bola.com di Harry’s Home Hotel, Millennium Tower, kota Wina.

"Makanya saya instruksikan mereka (Ade Candra/Yaya) untuk lepas tanpa beban. Main enjoy saja," tambah pelatih kelahiran Jakarta, 2 Oktober 1981 ini.

Advertisement

Secara teknik dan skill, Koko mengakui perbedaan antara kedua pemainnya dengan pasangan Kanada, Sam Pedlow/Sam Schachter, tidak terlalu jauh. Yang membedakan hanya jam terbang lawan yang sudah cukup banyak bertanding di level dunia.

"Perbedaannya tidak begitu kalau dari sisi itu. Yang jauh itu yah pengalaman. Lawan sudah sering bermain (level dunia), sedangkan kami baru pertama kali. Bahkan Ade Candra saja baru kali ini bertanding di Eropa," ujar Koko.

Dari sisi non teknis, Koko berharap suhu udara di kota Wina yang cukup dingin pada pagi dan malam hari, tidak membuat pemainnya terganggu. Sejak dua hari terakhir, Ade Candra dan Yaya berlatih dengan mengenakan sweater karena dinginnya udara pagi di ibukota Austria.

"Semoga saja (suhu udara) tidak menjadi hambatan. Dua hari terakhir ini kami berlatih di lokasi dan semoga tubuh para pemain sudah bisa cepat menyesuaikan," harap mantan pevoli pantai Indonesia yang banyak mengoleksi gelar juara ini.

Masalah suhu udara yang mencapai 16 hingga 17 derajat celcius juga dikhawatirkan Ade Candra dan Yaya. Sebagai pemain yang lahir dan besar di negara beriklim tropis, tentunya suhu dingin menjadi kerugian.

Ade Candra menilai, cuaca di Wina lebih bersahabat untuk pevoli asal Eropa. "Pevoli Eropa itu tidak kuat panas. Saya justru ingin main pas suhunya 40 derajat celcius. Itu yang saya suka. Suhu panas itu cocok buat kami," ucap Ade Candra.

Sementara itu, Yaya mengakui kekuatan lawan yang akan dihadapinya malam ini merupakan yang tersulit di antara kontestan lainnya dalam Grup I Kejuaraan Voli Pantai Dunia 2017. "Di grup ini yang saya nilai kuat itu Kanada. Mereka kenyang pengalaman dan pernah jadi finalis," ujar Yaya.