Choirul Huda, Mimpi Juara dan Cinta Abadi buat Persela

oleh Zaidan NazarulArio Yosia diperbarui 15 Okt 2017, 18:40 WIB
Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Lamongan - Kabar duka kembali menghampiri dunia sepak bola Indonesia. Kiper Persela Lamongan Choirul Huda meninggal dunia pada Minggu (15/10/2017) sore WIB. Penjaga gawang satu ini masuk kategori pemain legendaris Tim Laskar Jaka Tingkir.

Kiper berusia 38 tahun itu dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soegiri, Lamongan pada pukul 17.15 WIB. Pertolongan itu diberikan setelah kapten Persela mengalami benturan dalam laga melawan Semen Padang.

Advertisement

Choirul Huda harus dibawa ke RSUD Dr Soegiri setelah tidak sadarkan diri karena berbenturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, pada laga Persela melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu sore.

Benturan di antara keduanya terjadi saat Ramon dan Choirul Huda mencoba mengamankan bola yang diarahkan pemain Semen Padang ke kotak penalti pada babak pertama. Choirul Huda yang mencoba menangkap bola terkena kaki dari Ramon.

Choirul Huda dan Persela tak terpisahkan. Sang pemain jadi kiper utama di klub tersebut sejak 2002. Meski saat ini usianya sudah 38 tahun, kiper asli Lamongan itu selalu menjadi pilihan utama, siapa pun pelatihnya.

Huda nyaris tanpa pesaing di bawah mistar Persela. Posisi pemain yang juga berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Lamongan itu sulit digeser kiper lain hingga berlangsungnya Liga 1 2017.

Ia jadi pilihan utama karena kemampuannya yang mumpuni dan juga produk asli Persela. Eksistensinya sebagai penjaga gawang tangguh juga bisa dilihat dari sederet prestasi atau gelar bersama Laskar Joko Tingkir.

Huda tercatat sebagai pemain paling loyal di Persela. Huda tak pernah berlabuh ke klub lain sejak memulai karier profesionalnya di Persela pada 1999. Jangankan hijrah, tertarik untuk membela klub lain pun tidak terpikirkan olehnya.

Lantas, apa saja yang membuat Huda tak ingin hijrah ke klub lain dan apa yang membuatnya tampil prima di usia yang tak lagi muda? Berikut petikan wawancara Bola.com dengan Choirul Huda yang dilakukan pada bulan Mei 2017:

2 dari 2 halaman

Pensiun di Persela

Wawancara Eksklusif Choirul Huda (Bola.com/Adreanus Titus)

Apa yang membuat Anda masih tampil bagus di usia yang tak lagi muda?

Berlatih keras, menjaga pola makan dan pola hidup, selalu memompa motivasi, serta meyakinkan diri mampu memberikan yang terbaik untuk tim ini.

Kiper cadangan selalu mengantri untuk mendapatkan posisi Anda setiap musimnya. Hanya saja tidak banyak yang mendapatkan giliran jika Anda masih dalam kondisi bugar. Apa pendapat Anda soal ini?

Keputusan saya menjadi kiper utama atau tidak ada di tangan pelatih. Pelatih yang berhak menentukan saya masih layak menjadi kiper utama atau tidak. Kalau selama ini saya selalu menjadi pilihan utama, itu bukan kewenangan saya untuk menentukannya karena yang menilai saya layak dan tidak itu pelatih.

Anda sudah menjadi kiper utama di Persela selama 15 tahun dan banyak kiper muda yang tak mendapat kesempatan karena terlalu sulit menggeser Anda. Bukankah proses regenerasi bisa terputus jika Anda terlalu lama menjadi kiper utama di tim ini?

Saya rasa tidak. Berkarier, mengasah kemampuan, dan mencari nama bukan hanya di Persela. Banyak tim yang bisa menempa pemain muda. Di Jawa Timur saja ada ratusan tim di semua level kompetisi. Jika berkualitas, saya rasa banyak tim yang mau menampung dan menggunakan jasa mereka.

Apa ambisi Anda yang belum terwujud hingga kini? Apakah karena ambisi itu yang membuat Anda tidak mau meninggalkan Persela?

Saya ingin membawa Persela juara Liga 1. Saya yakin sangat berat untuk bisa mewujudkannya, tetapi selama berusaha keras tidak ada yang mustahil. Soal tetap berada di sini sampai sekarang bukan karena ambisi saya belum terwujud.

Sejak awal saya ada di sini, saya memang ingin mengabdikan hidup saya untuk Persela. Saya asli Lamongan, saya produk asli Persela, dan saya bangga bisa menjadi bagian dari tim ini. Semua demi Lamongan dan Persela.

Apakah sudah terpikir untuk pensiun?

Belum. Saya merasa masih bisa bermain untuk beberapa tahun lagi. Saya belum tahu kapan akan gantung sarung tangan. Selama saya merasa masih kuat dan mampu memberikan yang terbaik bagi tim ini, saya masih akan ada di Persela.