Disambut dengan Kemacetan, Atmosfer Piala AFF U-22 2019 Tak Terasa di Kamboja

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 17 Feb 2019, 22:50 WIB
Sama seperti di Jakarta, jalanan kota Phnom Penh, Kamboja, juga dipenuhi kemacetan. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Bola.com, Phnom Penh - Kick-off Piala AFF U-22 2019 sejatinya sudah dimulai pada Minggu (17/2/2019). Namun, tidak terlihat suasana khas event sepak bola di segala sudut kota Phnom Penh, Kamboja.

Advertisement

Kemacetan. Itulah menjadi kesan pertama yang didapat Bola.com ketika tiba di Kamboja. Kemacetan mulai terasa ketika keluar dari Phnom Penh International Airport. 

Untuk menuju ke hotel tempat menginap yang hanya berjarak 12,5 km, perjalanan harus ditempuh selama 2 jam. Ternyata hal itu sudah bukan sesuatu yang asing lagi di ibu kota dengan luas 678,5 km².

 

Sama seperti di Jakarta, jalanan kota Phnom Penh, Kamboja, juga dipenuhi kemacetan. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

“Setiap hari yang memang seperti ini. Bukan hanya sore, bahkan sepanjang hari,” kata Miech Boreuen, pengemudi taksi online yang ditumpangi Bola.com.

Tak nampak atmosfer Piala AFF sepanjang perjalanan ketika Bola.com membelah jalanan kota Phnom Penh. Bahkan, Miech pun tak tahu kalau negaranya menjadi turnamen Piala AFF U-22 2019

“Anda bilang tadi ke sini untuk meliput turnamen sepak bola? Saya baru tahu dari Anda kalau negara kami yang jadi tuan rumahnya,” ucap Miech sembari tertawa.

Nikmati sajian liputan khusus Piala AFF U-22 2019 dari Kamboja di situs Bola.com dengan mengklik tautan ini.

 

2 dari 2 halaman

Suasana 1990-an

Penampakan kota Phnom Penh memang jauh dari sisi modern. Ketika Anda pertama kali melihat, mungkin bentuk bangunan dan peradabannya mirik Jakarta ketika masih 1990an.

Sama seperti Jakarta, jalanan kota Phnom Penh juga dipenuhi sepeda motor hingga bajaj yang jadi moda transportasi masyarakat. Jika ingin mengambil hikmahnya, Timnas Indonesia U-22 mungkin akan terasa seperti bermain di negara sendiri kalau acuannya adalah refleksi penampakan kotanya. 

Tak hanya itu, para pemain Timnas Indonesia U-22 pun tak perlu beradaptasi cuaca. Suhu kota Phnom Penh pada siang hari sama seperti Jakarta yang mencapai 34 derajat celcius. Dua keuntungan yang sejatinya bisa dimanfaatkan oleh pasukan Indra Sjafri.

“Selamat datang di negara kami, kawan. Nikmatilah dan semoga Anda memiiki pengalaman bagus di sini,” ujar Miech kepada Bola.com ketika tiba di hotel menginap.

Timnas Indonesia U-22 akan menghadapi Myanmar pada laga perdana yang digelar di The National Olympic Stadium, Senin (18/2/2019) sore WIB. Laga yang akan menjadi gambaran nasib Garuda Muda di Piala AFF U-22 2019.

Berita Terkait