Simon McMenemy Akui Timnas Indonesia Kesulitan Bermain di Kandang Lawan

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 21 Mar 2019, 21:30 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Hansamu Yama, menyundul bola saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Senin (21/3). Latihan ini persiapan jelang laga persahabatan melawan Myanmar. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Uji coba melawan Myanmar di Mandalarthiri Stadium, Senin (25/3/2019), akan menjadi partai pertama Simon McMenemy menangani Timnas Indonesia pada ajang resmi. Pelatih asal Skotlandia itu mengakui, Hansamu Yama dan kawan-kawan kerap kesulitan bermain di markas lawan.

Pada babak penyisihan grup Piala AFF 2018 yang digelar di Singapura, Timnas Indonesia kalah dua kali, termasuk sekali dari tuan rumah Singapura dengan skor 0-1. Terhitung, dalam dua tahun terakhir, Skuat Garuda jarang sekali mengadakan uji coba yang berlangsung di markas lawan.

Advertisement

Di luar Piala AFF, Timnas Indonesia terakhir kali menantang lawan di rumahnya ketika berhadapan dengan Kamboja, 8 Juni 2017. Skuat Garuda berhasil pulang dengan membawa kemenangan 2-0.

Menghadapi Myanmar pada uji coba FIFA Matchday nanti, Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan away pertama sejak kemenangan atas Kamboja, dua tahun lalu. Skuat Garuda bahkan sampai melakoni pemusatan latihan hingga Australia pada 9-17 Maret untuk mematangkan persiapan.

"Semua yang kami lakukan dari awal sampai ke Australia itu persiapan untuk melawan Myanmar. Sampai sejauh ini, saya sangat puas karena training centre yang panjang ini, saya menjadi tahu apa yang bisa dan tidak bisa pemain lakukan," ujar McMenemy setelah latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

"Kami dalam keadaan baik untuk menghadapi Myanmar. Salah satu kendala Timnas Indonesia adalah pertandingan away yang selalu sulit untuk menang. Harapannya kami bisa mengubah tradisi kurang baik itu," kata McMenemy menambahkan.

Untuk menantang Myanmar, McMenemy membawa 22 dari 28 pemain Timnas Indonesia pada pemusatan latihan di Australia dan Bali 9-20 Maret 2019. Mayoritas di antaranya adalah muka-muka lama yang kembali menghiasi Skuat Garuda.

Berita Terkait