Alberto Goncalves Berbagi Tips Tetap Bugar Hingga Usia Senja Pesepak Bola

oleh Aditya Wany diperbarui 27 Mei 2019, 07:15 WIB
Wawancara Eksklusif Beto Goncalves (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Bangkalan - Alberto Goncalves benar-benar menunjukkan keistimewaannya di usia yang tak lagi muda. Striker berusia 38 tahun itu masih bisa memberikan kontribusi buat tim yang dibelanya, Madura United, dalam kiprahnya di Shopee Liga 1 2019.

Pemain naturalisasi tersebut tercatat menyumbang dua gol dan satu assist saat Laskar Sape Kerrab menang 5-1 atas Persela Lamongan (17/5/2019). Tampil 90 menit, Alberto Goncalves bermain seolah usianya masih muda seperti rekan-rekannya, yang kebanyakan 10 tahun lebih muda.

Advertisement

Terbaru, pemilik nama lengkap Alberto Goncalves da Costa itu kembali mendapat kesempatan berseragam Timnas Indonesia di bawah arahan Simon McMenemy. Dia akan bergabung dengan Skuat Garuda yang menjalani pemusatan latihan mulai 31 Mei 2019.

Kali terakhir Beto membela Timnas Indonesia terjadi pada Piala AFF 2018, saat masih dilatih Bima Sakti. Pemain kelahiran 31 Desember 1980 itu tidak dipanggil oleh McMenemy saat menjalani pemusatan latihan dan uji coba pada Maret lalu.

Pemanggilan Beto menjadi pembuktian dirinya bisa memberikan kontribusi maksimal buat tim yang ia bela. Pemain asal Brasil itu menjadi contoh buat pemain muda untuk menjaga kebugaran agar tetap bisa bersaing, hingga kelak memasuki usia senja.

Beto merupakan fenomena dalam sepak bola Indonesia dengan reputasinya sebagai salah seorang raja top scorer di berbagai kompetisi dan turnamen sejak datang pada 2006. Total, dia telah mendapatkan tujuh gelar individu sebagai top scorer.

Tiga di antaranya diraih saat berseragam Persipura Jayapura, yaitu Copa Indonesia 2007, Inter Island Cup 2011, dan ISL 2011-2012.

Di musim 2016, dia berseragam Sriwijaya FC dan meraih empat gelar tersebut. Masing-masing dalam Piala Gubernur Kaltim 2016, Piala Bhayangkara 2016, dan TSC 2016, Piala Gubernur Kaltim 2018.

Belum lama ini, Bola.com berbincang dengan Alberto Goncalves dan melakukan wawancara tentang performa impresifnya di usia senja. Dia dengan senang hati berbagai tips saat ditemui di kediamannya di Surabaya.

2 dari 3 halaman

Rahasia Kacang Merah

Striker Madura United yang juga dipinjamkan ke Persija, Alberto Goncalves. (Bola.com/Aditya Wany)

Halo, Beto. Apa kabar?

Kabar saya baik. Semuanya berjalan lancar.

Semua orang tahu usia Anda tidak muda lagi. Apa rahasianya tetap prima?

Sudah banyak yang tanya soal usia saya itu sejak tiga tahun lalu. Sudah jangan tanya lagi, saya bosan. Apa yang aneh dari striker bisa mencetak gol untuk timnya? Saya tahu usia saya sudah 38 tahun. Tapi, menurut saya biasa saja.

Anda punya banyak tips khusus bisa tetap bugar, meski sudah berusia 38 tahun?

Tentu. Saya punya banyak cara supaya tetap fit. Saya pikir, semua ini saya lakukan bukan baru-baru ini saja. Saya pikir, kebugaran yang saya dapat sekarang ini karena saya menjaga sejak waktu muda dulu, sekitar umur 25 tahun. Sejak itu sampai sekarang, pikiran saya belum berubah.

Kalau ikut teman-teman lain, nanti akan sama seperti mereka. Kalau mau yang terbaik, saya harus punya tambahan. Bukan hanya tambahan latihan saja, termasuk tambahan suplemen, tambahan istirahat. Pokoknya saya menjaga diri. Dulu saya punya pikiran begitu, apalagi sekarang saya sudah berusia 38 tahun.

Selesai latihan saya biasanya latihan finishing sendiri, atau jogging. Saya punya alat olahraga yang saya pakai untuk menempa fisik. Saya juga atur jadwal latihan saya apa saja. Kalau terlu memforsir bisa bahaya, nanti saya mati (tertawa). Jadi, hari-hari tertentu ada porsinya dan saya atur latihan apa saja, termasuk di gym juga.

Saya pikir karena sejak muda itu. Saya berusaha bekerja keras membuat badan saya tetap bugar. Jadi, sekarang saya merasakan dampak positif saat usia sudah 38 tahun. Cara saya ini bisa saja diikuti teman-teman yang lain.

Termasuk menjaga makanan?

Iya, makanan juga. Saya tahu apa yang baik dan tidak buat saya. Soal makanan, kami orang Brasil banyak mengonsumsi protein. Biasanya, setelah pertandingan, saya makan daging yang banyak. Kenapa? Setelah pertandingan, saya kehilangan banyak protein, jadi harus diganti dengan makan daging itu.

Variasi juga, saya makan semua. Daging sapi, ayam, dan ikan. Pokoknya ada waktu yang pas untuk kami semua. Sebelum pertandingan, saya makin daging putih, ayam atau ikan. Itu tidak terlalu berat dan lebih mudah di proses pencernaan.

Saya tidak pernah membatasi makanan apa saja yang bisa saya konsumsi. Semua saya makan. Tapi, saya harus tahu porsinya cukup. Tidak boleh berlebihan, bisa juga merusak tubuh.

3 dari 3 halaman

Mental Penting

Alberto Goncalves, penyerang Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Bagaimana dengan buah atau sayuran?

Kamu bisa tanya semua orang Brasil di Indonesia, makanan yang harus selalu ada dan kami makan setiap hari adalah kacang merah. Itu paling kuat dari nasi dan apa pun. Makanya orang Brasil lebih kuat karena kacang merah itu. Di Brasil, nasi dan kacang merah harus ada setiap hari.

Sampai sering, saya kalau pulang bawa satu tas isinya semua kacang merah. Karena, di sana lebih murah dan banyak jenisnya. Di sana sayur-sayuran dan buah-buahan banyak sekali dan saya bawa ke sini di Indonesia.

Termasuk jam makan juga diatur?

Saya tidak terlalu bikin seperti itu. Saya bukan atlet yang punya pelatih pribadi mengatur jam makan. Saya tidak begitu. Yang penting, meski makan tiga kali, bagaimana caranya itu cukup untuk asupan gizi yang saya butuhkan.

Bagaimana dengan jam tidur?

Oh, kalau itu sudah saya atur di sini (sambil menunjukkan layar ponsel). Saya sudah atur, pokoknya jam 23.00 saya harus sudah tidur. Biasanya nonton TV keasyikan, paling lambat sampai jam 23.00 saja. Jangan lebih dari itu.

Pagi, biasanya jam 06.00 atau 07.00 saya sudah bangun. Saya bantu istri, mengantar anak pergi ke sekolah. Jadi, istirahat saya antara 6-8 jam itu sudah cukup. Semuanya sudah saya atur supaya alarm ini bunyi dan saya tidak kebanyakan tidur.

Tapi, kadang kalau libur saya justru keasyikan main dengan anak-anak saya. Kadang, saya dengan istri nonton film sampai jam 02.00 pagi atau subuh. Tapi, itu hanya sesekali kalau libur saja. Jarang saya bisa seperti itu dengan keluarga.

Apa pesan Anda buat pemain muda supaya bisa bugar sampai tua?

Semua tips yang saya punya itu memang perlu. Tapi, yang penting juga mental kita. Kita harus yakin bisa melakukan semua itu dan memang itu untuk kebaikan kita sendiri. Sebagai pemain, kita punya tanggung jawab untuk menjaga tubuh kita.

Jadi, jangan ragu memulai hidup sehat dan baik. Yang penting punya kemauan dan harus melaksanakannya supaya kita bisa mendapat yang terbaik.