Posisi Pelatih Liga 1 2019 Digoyang, Siapa Berpotensi Susul Ivan Kolev dan Jacksen Tiago?

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 25 Jun 2019, 20:15 WIB
Ketatnya persaingan di Shopee Liga 1 2019 telah memakan korban. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Kerasnya persaingan di Shopee Liga 1 2019 mulai memakan korban. Kompetisi baru berjalan empat pekan, dua pelatih sudah kehilangan pekerjaannya. Sang juara bertahan, Persija Jakarta, ditinggalkan mantan pelatihnya, Ivan Kolev, pada 3 Juni 2019, seusai tim ibu kota terpuruk di papan bawah klasemen sementara.

Sebagai pengganti Kolev, Persija menetapkan Julio Banuelos sebagai pengganti. Namun, hasilnya masih belum positif. Partai debut Julio bersama tim berjulukan Macan Kemayoran itu berakhir imbang 0-0 melawan Persela Lamongan (22/6/2019).

Advertisement

Peringkat Persija di klasemen Liga 1 2019 masih stagnan di papan bawah. Tepatnya di posisi ke-14. Macan Kemayoran memang berhasil keluar dari zona degradasi, namun belum aman karena tim ibu kota hanya unggul selisih gol dari sejumlah tim di area kritis

Pada pekan lalu, Jacksen F. Tiago mengikuti jejak Kolev. Arsitek tim asal Brasil itu memilih mundur dari pos pelatih Barito Putera. Di tangan Jacksen, tim berjulukan Laskar Antasari itu mendekam di dasar klasemen setelah hanya meraih satu poin dari empat pertandingan.

"Sebagai profesional, ketika saya gagal dalam bekerja, saya harus mengakuinya dengan jujur. Secara kesatria, saya juga harus mundur dari posisi pelatih Barito Putera. Saya yang bertanggung jawab penuh atas prestasi tim ini," tutur Jacksen Tiago setelah mengumumkan pengunduran dirinya.

"Kalau saya memaksakan diri, bisa saja tetap bertahan di Barito karena saya kontrak selama tiga tahun dan akan berakhir September nanti. Tapi, saya harus mundur agar manajemen bisa mencari pelatih yang lebih bagus dan bisa mengangkat tim ini. Apalagi kompetisi baru berjalan, jadi pelatih baru nanti punya banyak waktu untuk memperbaikinya," imbuh pelatih berusia 51 tahun tersebut.

2 dari 3 halaman

Semen Padang Rawan

Pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli, saat melawan Bhayangkara FC pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Jawa Barat, Minggu (3/3). Bhayangkara FC menang 4-2 atas Semen Padang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kursi pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli terus digoyang. Beberapa kali sudah suporter meminta mantan arsitek PSPS Riau itu bertanggung jawab dan mundur dari jabatannya.

Performa Semen Padang terus merosot di tangan Syafrianto Rusli. Tim berjulukan Kabau Sirah itu kini menempati peringkat ke-15 dengan dua poin dari dua pertandingan.

Teraktual, Semen Padang gagal memanfaatkan status tuan rumah ketika dipermalukan Perseru Badak Lampung FC 1-2 di Stadion H. Agus Salim, Padang, Jumat (21/6/2019).

"Saya memaklumi penonton sangat kecewa dengan hasil ini. Saya yang bertanggung jawab atas hasil ini. Mudahan pertandingan berikut lebih baik lagi," tutur Syafrianto Rusli.

"Tentunya kami berupaya memperbaiki tim ini. Sebenarnya, pada laga menghadapi Perseru Badak Lampung, banyak mendapat peluang. Penyelesaian akhir ini masih menjadi masalah yang harus segera diperbaiki," lanjut Syafrianto.

Sebelumnya di Piala Presiden 2019, eks juru latih PSP Padang itu telah didemo oleh suporter Semen Padang untuk mundur. Namun, Syafrianto Rusli bergeming dan bersikukuh untuk bertahan.

3 dari 3 halaman

Menanti Batas Kesabaran Persipura

Pelatih Persipura Jayapura, Luciano Leandro, memberikan instruksi saat melawan Persib Bandung pada laga Liga 1 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (18/5). Persib menang 3-0 atas Persipura. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Mau Sampai kapan Persipura Jayapura menunggu hasil racikan Luciano Leandro? Empat laga berjalan, namun, tim dengan sebutan lain Mutiara Hitam itu belum menghasilkan kemenangan.

Persipura kini terperangkap di zona degradasi. Mutiara Hitam terjerat di peringkat ke-17 dengan dua poin. Terkini, Boaz Solossa cs. takluk 1-2 dari Tira Persikabo, Minggu (23/6/2019).

"Kami bisa mengerti kalau suporter kecewa dengan hasil pertandingan. Itu hak mereka. Akan tetapi, saya meminta suporter untuk melihat bagaimana usaha kami untuk bisa memenangi pertandingan. Kami siap dengan kritikan dari suporter," jelas Luciano.

"Kami harus melihat dari sisi pemain, mereka sudah bekerja maksimal. Kami sudah mencoba dan sudah berusaha. Ada beberapa peluang yang tidak berhasil menjadi gol. Saya melihat pemain sudah berusaha keras untuk mendapat hasil bagus," imbuhnya.

Apabila performa Persipura tak segera meningkat, bukan tidak mungkin Luciano bakal segera kehilangan posisinya. Apalagi, rekam jejak Luciano di sepak bola Indonesia sebagai juru taktik kurang mentereng. Mantan pemain Persija Jakarta ini pernah dipecat PSM Makassar dari kursi pelatih pada 2016.

Berita Terkait