Bersikap Dingin Terhadap Tawaran Klub Turki, Bek AC Milan Ingin Tetap di Italia

oleh Achmad Yani Yustiawan diperbarui 21 Agu 2019, 10:45 WIB
Gelandang AC Milan, Diego Laxalt. (AP Photo/Manuel Gomez)

Jakarta Bek kiri AC Milan, Diego Laxalt, bersikap dingin terhadap penawaran yang dilayangkan oleh klub Turki, Fenerbahce. Laxalt dikabarkan lebih suka tetap bermain di Italia.

Sport Italia mengklaim bahwa pemain internasional Uruguay itu tidak yakin dengan pendekatan yang dilakukan Fenerbahce. Bahkan, bek AC Milan ini juga ragu apakah kepindahannya akan lebih menguntungkan atau tidak.

Advertisement

Laxalt telah menghabiskan sebagian besar kariernya di Serie A. Kondisi tersebut membuatnya sangat berharap untuk tetap berada Italia.

Kabarnya, Fiorentina sudah membidik Laxalt. Hal tersebut tidak lepas dari kondisi pemainnya, Cristiano Biraghi, yang saat ini tengah dalam negosiasi untuk transfer ke Inter Milan.

Namun, Atalanta juga muncul sebagai pesaing baru Fiorentina untuk mendapatkan pemain AC Milan ini.

2 dari 3 halaman

Sering Dicadangkan

Bek AC Milan, Diego Laxalt. (AP/Luca Bruno)

Laxalt sudah bekerja dengan pelatih AC Milan saat ini, Gian Piero Gasperini, saat mereka bersama di Genoa. Dia bermain di 44 pertandingan di bawah Gasp sebagai bek sayap kiri, mencetak tiga gol, dan memberikan empat assist dari 2014 hingga 2016.

Pemain berusia 26 tahun itu meninggalkan Genoa untuk Milan dalam kesepakatan senilai 14 juta euro plus bonus pada musim panas tahun lalu. Tapi, Laxalt saat ini baru tampil 29 kali di laga kompetitif dan sering turun dari bangku cadangan.

3 dari 3 halaman

3 Klub Eropa

Sebelumnya, disebut-sebut ada tiga klub Eropa yang siap menampung Laxalt. Dua di antaranya adalah klub-klub Italia, yakni Atalanta dan Torino. Sementara itu, satu klub lainnya tim Rusia, Zenit St Petersburg.

Ketiga klub itu disebut-sebut sudah menyiapkan tawaran untuk AC Milan demi memboyong Diego Laxalt. Namun sejauh ini, semua itu masih sebatas kabar angin.

Sumber asli: Sport Italia

Disadur dari: Liputan 6 (Achmad Yani Yustiawan/Thomas, published 21/8/2019)

Berita Terkait