Nostalgia Kurniawan Dwi Yulianto dan Kerinduan pada Persebaya

oleh Aditya Wany diperbarui 10 Feb 2020, 13:30 WIB
Kurniawan Dwi Yulianto, pelatih Sabah FA. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Kurniawan Dwi Yulianto diperlakukan bak tamu kehormatan saat datang ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (8/2/2020). Dia datang ke markas Persebaya itu sebagai bagian penting tim tamu.

Kini, pria berusia 43 tahun itu berstatus sebagai pelatih kepala Sabah FA, klub Malaysia Super League 2020. Kali ini, dia dan tim asuhannya harus mengakui kemenangan Persebaya dengan skor 3-1.

Advertisement

Seperti diketahui, Kurniawan berstatus mantan pemain Persebaya. Ia membela tim Bajul Ijo pada musim 2004. Pada musim itu pula dia mempersembahkan gelar juara Divisi Utama 2004 di bawah arahan pelatih Jacksen F. Tiago.

Sebelum duel Persebaya kontra Sabah, pria kelahiran Magelang itu diarak keliling stadion dengan ditemani oleh para pentolan Bonek, kelompok suporter Persebaya. Lambaian tangannya ke arah penonton disambut gegap gempita.

Kurniawan tidak bisa membunyikan perasaan melihat perlakuan istimewa yang didapatkannya ini.

"Rasanya spesial karena saya merasa Surabaya dan Persebaya menjadi sejarah bagi karier saya. Saya datang ke sini disambut oleh puluhan ribu suporter. Itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sangat terharu," kata Kurniawan.

"Jujur saja, buat saya, Persebaya dan Bonek sangat spesial di hati saya. Saya pernah merasakan interaksi dengan mereka. Saya juga juara bersama Persebaya. Tentu ini sangat spesial," imbuh mantan striker Timnas Indonesia tersebut.

Latar belakangnya sebagai mantan pemain Persebaya cukup menentukan keputusannya saat ingin menemani Sabah, yang menjalani pramusim 2020. Dia sempat menimbang beberapa klub Indonesia yang ingin diajaknya beruji coba.

Kebetulan, dia cukup kenal dekat dengan pelatih Persebaya, Aji Santoso. Keduanya pernah sama-sama menjadi andalan Timnas Indonesia. Mereka juga masuk Skuat Garuda yang tampil di Piala Asia 2000, saat Aji menjadi kapten tim.

"Begitu kami punya rencana pramusim di Indonesia, tim pertama yang saya hubungi adalah Persebaya. Saya mengontak coach Aji, karena saya ingin ini jadi kenangan yang indah buat saya," ucap pria yang akrab disapa Kurus itu.

2 dari 2 halaman

Incar Pemain Persebaya

Kurniawan Dwi Yulianto, pelatih Sabah FA. (Bola.com/Aditya Wany)

Kabarnya, Sabah sempat mengincar Makan Konate untuk memperkuat komposisi skuat musim ini. Gelandang asal Mali itu kini telah menjadi milik Persebaya setelah juga diminati Persib Bandung dan Bhayangkara FC.

Kurniawan menyebut ada beberapa pemain Persebaya lainnya yang sebenarnya juga masuk incarannya.

"Manajemen kami sempat menonton pertandingan Persebaya sewaktu di Liga 1 musim lalu. Ada beberapa pemain Persebaya yang kami incar. Ternyata pemain itu diperpanjang dan kami tidak ingin ada masalah dengan Persebaya," tuturnya.

Komposisi materi pemain Persebaya musim ini digadang-gadang menjadi penantang serius untuk meraih gelara Liga 1 2020. Selain Makan Konate, keberadaan David da Silva, Mahmoud Eid, Rivky Mokodompit, Abduh Lestaluhu, dan lainnya memengaruhi status itu.

Klub asal Kota Pahlawan itu juga sudah terlalu lama puasa gelar kasta tertinggi Indonesia. Titel itu terakhir diraih pada 2004, tepat saat Kurniawan menjadi striker andalan Persebaya.

"Saya selalu mendoakan kesuksesan untuk Persebaya. Semoga bisa mendapat prestasi yang lebih baik musim ini dan menjadi juara lagi," kata mantan asisten pelatih Timnas Indonesia tersebut.

Berita Terkait