Safrudin Tahar Ungkap Alasan Setia Berseragam PSIS

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 14 Mei 2020, 04:15 WIB
Bek sayap PSIS Semarang, Safrudin Tahar. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Semarang - PSIS Semarang memiliki pemain-pemain yang cukup loyal dan mampu bertahan lama di klub tersebut. Selain Hari Nur Yulianto yang mencatatkan jumlah penampilan terbanyak, ada sosok lain yang begitu setia di PSIS.

Sosok yang dimaksud adalah Safrudin Tahar, pemain berposisi bek sayap yang sudah menjalani tahun keenam berseragam Mahesa Jenar. Pemain asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu juga mampu bersaing dalam memperebutkan tempat di tim utama.

Advertisement

PSIS merekrutnya pada 2014. Ia menjadi pemain inti PSIS Semarang di bawah besutan pelatih Eko Riyadi. Safrudin Tahar sulit tergantikan dari tim utama, meski di PSIS mengalami pergantian pelatih.

Safrudin Tahar yang dapat dimainkan sebagai bek sayap kanan maupun kiri, konsisten pada musim-musim berikutnya. Ia juga turut membantu PSIS memastikan diri promosi ke Liga 1 pada 2017.

Dirinya mengaku begitu betah bermain di PSIS. Tahar sangat nyaman dengan menganggap kekeluargaan di PSIS sangat erat. Bahkan ia merasa seperti berada di lingkungan keluarganya sendiri.

"Saya sangat nyaman bermain di sini (PSIS). Kekeluargaan di PSIS Semarang terjaga baik, mulai dari pemain baru dan pemain lama saling akrab dan satu keluarga. Maka dari itu saya betah," bebenya, Rabu (13/5/2020).

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Target Bersama PSIS

Pelatih PSIS, Jafri Sastra (kiri), dan Safrudin Tahar saat melawan Kalteng Putra di Piala Presiden 2019. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Pemain kelahiran Ternate, 13 September 1993, menambahkan bahwa keluarganya sangat mendukung untuk terus bisa berkarier di Kota Lunpia. PSIS disebutnya sebagai tim besar dengan sederet prestasi gemilang.

Setelah berhasil membawa PSIS ke kasta tertinggi, impiannya adalah mengantarkan Mahesa Jenar ke posisi yang lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.

"Keluarga menyarankan agar saya tetap bertahan di PSIS. Karena kalau pindah klub, pasti butuh proses adaptasi juga dengan teman-teman baru," jelasnya.