Timnas Indonesia U-19 Disarankan Gelar TC Jangka Panjang

oleh Abdi Satria diperbarui 09 Jun 2020, 20:50 WIB
Pemain Timnas Indonesia foto bersama usai sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020). Sebanyak 51 pemain mengikuti seleksi untuk memperkuat skuat utama Timnas Indonesia U-19. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Makassar - Mantan manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla, menyarankan Timnas Indonesia U-19 yang dipersiapkan menghadapi Piala Dunia U-20 2021 agar melakukan pemusatan latihan (training center) jangka panjang. Menurut ADS, sapaan akrabnya, cara ini efektif untuk menyiasati situasi dan kondisi sulit akibat pandemi COVID-19.

Hal itu ditegaskan ADS dalam diskusi bola secara virtual, Selasa (9/6/2020). ADS mengaku tidak yakin klub memaksimalkan kemampuan pemain U-19 andai kompetisi kembali bergulir meski ada aturan wajib memainkan mereka. Ia merujuk fakta yang terjadi pada ajang Torabika Soccer Championship 2016, di mana setiap klub wajib memainkan pemain U-23.

Advertisement

"Kita ketahui bersama, mayoritas klub hanya sekadar menjalankan kewajiban memainkan mereka. Mayoritas menit bermain para pemain muda minim. Malah ada pemain yang hanya tampil lima menit," terang ADS.

Apalagi di tengah situasi pandemi COVID-19. Belum ada jaminan secara penuh terkait keselamatan dan kesehatan pemain.

"Hemat saya, lebih baik Timnas Indonesia U-19 berlatih jangka panjang di negara yang relatif aman. Mereka bisa latihan dan beruji coba," ungkap ADS.

ADS mengambil contoh apa dilakukan PSSI saat mempersiapkan tim nasional menghadapi Sea Games 1991. Saat itu, pelatih Anatoli Polosin meminta PSSI menggelar pelatnas jangka panjang. Semua klub diwajibkan melepaskan pemain yang terpilih untuk mengikuti program jangka panjang selama dua tahun.

"PSSI mengambil alih kewajiban klub terkait gaji dan honor pemain. Hasilnya kita ketahui bersama Indonesia akhirnya meraih medali emas di Sea Games 1991. Cara ini bisa diterapkan di Timnas Indonesia U-19," kata ADS.

Video

2 dari 2 halaman

Saran untuk PSSI dan Shin Tae-yong

Pelatih baru Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, bersama Muhammad Iriawan saat diperkenalkan kepada publik pada jumpa pers di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/12). Dirinya dikontrak selama empat tahun oleh PSSI. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pada kesempatan itu, ADS juga meminta PSSI memfokuskan tugas Shin Tae-yong. Bagi ADS, saat ini, kecuali U-16, Shin Tae-yong terkesan menjadi pelatih pada semua kategori usia.

"Secara pribadi, saya menyarankan Shin Tae-yong lebih baik fokus menangani Timnas Indonesia U-19 karena memang prioritas kita saat ini adalah Piala Dunia U-20 tahun depan," kata ADS.

Meski begitu, ADS meyerahkan sepenuhnya keputusan kepada PSSI.

"Saya yakin PSSI bisa membuat keputusan yang terbaik terkait kompetisi dan Timnas U-19 karena ini menyangkut nama dan harga diri bangsa," tutur ADS.

Hal senada dikatakan Haruna Soemitro, Direktur Klub Madura United yang sejak awal tak setuju kompetisi dilanjutkan. Menurut Haruna, pelatnas jangka panjang atau membuat turnamen khusus pemain U-20 lebih baik daripada melanjutkan kompetisi. Klub diwajibkan memainkan pemain U-20.

"Melanjutkan kompetisi dengan mewajibkan klub memainkan pemain U-20 sudah tidak relevan karena terbukti tidak efektif," tegas Haruna.

Berita Terkait