Mengulik Barter Arthur Melo dengan Miralem Pjanic, Barcelona atau Juventus yang Untung?

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 27 Jun 2020, 20:45 WIB
(Dari kiri) Pemain Juventus Gianluigi Buffon, Gonzalo Higuain, Cristiano Ronaldo, Leonardo Bonucci dan Miralem Pjanic menyapa penonton usai mengalahkan AS Roma pada pertandingan Coppa Italia di Turin, Italia, Rabu (22/1/2020). Juventus menggilas AS Roma dan lolos ke semifinal. (Marco Bertorello/AFP)

Bola.com, Barcelona - Juventus dan Barcelona disebut sudah menyepakati pertukaran Miralem Pjanic dan Arthur Melo. Kedua pemain juga sudah bersedia berganti klub dan kesepakatan segera terjadi.

Arthur Melo disiapkan Barcelona untuk menjadi Xavi baru di lini tengah. Musim pertama gelandang asal Brasil berjalan cukup mulus pada 2018/2019 lalu. Namun, musim kedua berjalan rumit.

Advertisement

Pergantian pelatih dari Ernesto Valverde ke Quique Setien membuat Arthur kehilangan sentuhan terbaik. Walau awalnya ngotot ingin bertahan, klub tetap memaksa Arthur pindah ke Juventus dan dia pun sepakat.

Situasi yang sama dialami Miralem Pjanic di Juventus. Maurizio Sarri punya visi bermain berbeda dengan pemain 30 tahun. Sang pelatih pun merasa tidak lagi ada kecocokan dengan mantan pemain AS Roma.

Dikutip dari Sky Sports, Juventus bersedia membayar 70 juta euro untuk membeli Arthur Melo. Namun, Si Nyonya Tua akan membayar 60 juta euro transfer itu dengan Miralem Pjanic. Barcelona dan Juventus kini merampungkan negosiasi tahap akhir.

Video

2 dari 5 halaman

Faktor Ekonomi

Arthur Melo (LLUIS GENE / AFP)

Barcelona dalam kondisi ekonomi yang tidak cukup bagus. Pandemi virus corona memberi pukulan telak bagi sisi finansial klub asal Catalan. Bahkan, meraka harus mengambil opsi pemotongan gaji pemain.

Melepas Arthur ke Juventus bisa memberi sedikit dana segar untuk Barcelona. Walau nantinya sebagian besar transfer akan dibayar dengan Miralem Pjanic, Barcelona tetap melakukan bisnis yang baik pada kasus ini.

Bagi Juventus, sejak lama mereka dikenal jeli dalam kebijakan transfer dan kesepakatan ini menegaskan hal tersebut.

3 dari 5 halaman

Faktor Usia

Gelandang Juventus asal Bosnia-Herzegovina, Miralem Pjanic. (AFP/Marco Bertorello)

Miralem Pjanic genap berusia 30 pada 2 April 2020 lalu. Tentu saja ini bukan usia yang muda lagi pemain sepak bola. Miralem Pjanic masih berada di usia emas, tetapi masuk fase akhir dalam karirnya.

Miralem Pjanic mungkin bisa bermain di level tinggi dalam tiga tahun ke depan. Namun, perlu dicatat, para gelandang Barcelona juga berusia di atas 30 selain Frenkie de Jong.

Juventus jelas lebih untung karena Arthur Melo baru berusia 23 tahun. Mantan pemain Gremio masih punya potensi besar untuk berkembang lebih baik lagi ke depannya.

4 dari 5 halaman

Faktor Cedera

Arthur Melo (AFP)

Dua musim membela Barcelona, Arthur Melo telah mengalami sembilan kali cedera. Walau bukan cedera yang parah, tetapi kondisi ini membuat pemain 23 tahun kehilangan menit bermain yang cukup bagus bersama Barcelona.

Faktor cedera ini bisa menjadi bom waktu bagi Juventus pada transfer Arthur Melo.

Sementara itu, dalam dua musim terakhir Miralem Pjanic hanya tiga kali mengalami cedera bersama Juventus. Sejak bermain di Lyon, Miralem Pjanic hampir selalu tampil penuh pada setiap musimnya.

5 dari 5 halaman

Skill

4. Miralem Pjanic: 7,5 juta euro per tahun. (AP/Alessandro Di Marco)

Miralem Pjanic bersinar bersama Lyon dengan posisi playmaker. Saat bermain di Roma, dia juga bermain di posisi itu. Akan tetapi, belakangan Miralem Pjanic berkembang sebagai gelandang yang lengkap.

Miralem Pjanic bisa bermain sebagai gelandang tengah. Pemain 30 tahun juga lebih rajin ikut membantu pertahanan sejak bermain di AS Roma. Dia bisa memainkan banyak peran di berbagai formasi.

Sedangkan, Arthur Melo tak cukup bagus ketika harus membantu timnya bertahan. Pemain asal Brasil juga belum terbukti bisa memainkan banyak peran di lini tengah karena selama ini Barcelona cenderung memakai formasi 4-3-3.

Sumber: Marca

Berita Terkait