Widodo C Putro Bicara Soal Militansi Suporter Persita: Secercah Kebanggaan dan Harapan

oleh Nandang Permana diperbarui 18 Jul 2020, 15:00 WIB
Suporter Persita saat menyaksikan pertandingan Persita Tangeran melawan PSM Makassar pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center, Tangerang, Jumat (6/3). Persita memiliki suporter setia dan fanatik seperti La Viola dan Southern Ultras Persita. (Bola.com/M. Iqbal Icshan)

Bola.com, Jakarta - Suporter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan klub seperti Persita Tangerang. Menurut Pelatih Persita, Widodo C Putro, suporter merupakan pemain ke-12 yang dengan militansinya bisa memberikan aura positif saat tim bertanding.

Seperti diketahui, tim berjuluk Pendekar Cisadane itu masuk kedalam tim yang memiliki basis suporter yang besar. Terhitung beberapa komunitas suporter yang selalu setia mendampingi Persita saat bertanding di kandang maupun luar kandang. Basis suporter Persita yang selalu eksis diantaranya Laskar Banten Viola, Independent, La Viola, North Legion 1953, Curva Sud Persita, dan Southern Ultras Persita.

Advertisement

Kehadiran mereka selalu menjadi pembeda bagi Egy Melgiansyah dan kawan-kawan. Menurut Widodo C Putro saat bermain di kandang, dan ribuan suporter hadir menemani, motivasi pemain semakin berlipat. Begitupun saat bermain dikandang lawan, kehadiran suporter menandakan jika para pemain tidak berjuang sendiri.

"Persita kan bukan tim kemarin sore, Persita itu sudah besar dari jaman dulu. Dari semenjak saya masih main, saat di Persita ada beberapa pemain, ada Ilham Jayakusuma, Firman Utina, Zaenal Arif, Persita sudah punya basis suporter yang besar. Bagi kami, suporter adalah pemain ke-12,." kata Widodo C Putro kepada Bola.com, Sabtu (18/7/2020).

"Jadi, saya kira dukungan mereka kepada Persita itu sudah turun menurun karena mungkin yang suporter seniornya sudah tidak ada dan sekarang ini yang muda-muda yang turun mendukung Persita. Makanya, kalau saya lihat di manapun Persita bermain selalu datang," tambahnya.

Namun, dibalik dukungan militan suporter pada setiap pertandingan, pria yang pernah menukangi Bali United ini tak membantah jika dukungan tersebut bisa menjadi tekanan tersendiri bagi pemain dan pelatih.

Hanya saja, Widodo mengakui tekanan dari kehadiran ribuan suporter pada setiap pertandingan Persita Tangerang selalu dimaknai positif oleh pemain dan tim kepatihan.

"Kalau tekanan itu pasti ada meski tanpa penonton sekalipun. Yang jelas, bagaimana kami bersinergi, dalam arti memang harus saling support setiap saat," ujarnya.

 

Video

2 dari 2 halaman

Jalin Komunikasi, Sampaikan Harapan

Suporter Persita saat menyaksikan pertandingan Persita Tangeran melawan PSM Makassar pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center, Tangerang, Jumat (6/3). Persita memiliki suporter setia dan fanatik seperti La Viola dan Southern Ultras Persita. (Bola.com/M. Iqbal Icshan)

Menyadari timnya memiliki basis suporter yang besar, Widodo mengatakan selalu menyempatkan waktu untuk berkomunikasi dengan mereka.

Hal yang paling sering dikatakannya adalah, jangan sampai dari dukungan kepada tim berbuah permusuhan dengan suporter tim lawan.

"Saat peresmian (launching) tim, ada komunikasi, apa yang diharapkan suporter, kami dari pelatih dan pemain saling suport. Kami tahu, jawabnnya dari semua keinginan itu adalah prestasi. Mereka datang ke stadion jauh-jauh, bernyanyi. Meski tidak meraih kemenangan, tapi kami harus menunjukkan militansi dan berjuang maksimal. Jadi, harus bermain dengan hati," ungkapnya.

"Saya berbicara kepada mereka, meski beda warna, tapi demi kemajuan tim, jangan saling gontokan. Saling menerima dengan baik, karena tim-tim lain itu kan berbeda daerah. Alangkah indah kan saling menerima, pemain pun nanti akan fokus. Berbeda warna, tapi satu untuk mendukung tim," Widodo C Putro mengakhiri pembicaraan.

Berita Terkait