Belum Menjalani Debut Bersama Persik, Budi Sudarsono Pasrah Soal Nasib Shopee Liga 1 2020

oleh Gatot Susetyo diperbarui 19 Okt 2020, 15:30 WIB
Budi Sudarsono mulai bergabung pada latihan perdana Persik di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Selasa (11/8/2020). (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Kediri - Pelatih Persik Kediri, Budi Sudarsono, mengaku pasrah dengan nasib kelanjutan Shopee Liga 1 2020. Sikap yang dilakukan pelatih Persik ini karena hingga saat ini tidak ada kepastian dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru mengenai penyelenggaraan kompetisi.

"Saya pasrah karena semua masih mengambang. Federasi dan operator kompetisi tidak menyebut jadwal dengan pasti," ujar Budi Sudarsono.

Advertisement

"Berdasarkan kesepakatan klub dengan PSSI dan PT LIB ada tiga opsi pelaksanaan lanjutan Liga 1. Namun, semua masih tentatif dan tergantung restu Pemerintah, dalam hal ini Polri yang berwenang mengeluarkan izin keramaian," lanjut pelatih Persik Kediri itu.

Dalam pertemuan antara klub Liga 1, PSSI, dan PT LIB di Yogyakarta pada 13 Oktober lalu, ketiga stakeholder sepak bola Indonesia bakal memutar lagi kompetisi dengan tiga opsi, yaitu 1 November 2020, 1 Desember 2020, atau 1 Januari 2021. Hasil pertemuan ini yang dinilai Budi Sudarsono tidak ada kepastian.

"Tiga opsi itu memperlihatkan kalau jadwal kick-off kompetisi tidak pasti. Kompetisi bisa digelar 1 November, 1 Desember, atau bahkan 1 Januari tahun depan. Daripada pusing, saya lebih baik pasrah saja," ujar mantan striker Timnas Indonesia yang baru akan memulai debut sebagai pelatih kepala bersama Persik Kediri itu.

Video

2 dari 2 halaman

Bingung Mengatur Program

Budi Sudarsono menggelar latihan cross country untuk menggembleng daya tahan pemain Persik Kediri jelang lanjutan Liga 1 2020. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Ketidakpastian kompetisi membuat Budi Sudarsono bingung mengatur program latihan untuk Persik Kediri.

"Kami menyusun program harus ada sasaran yang jelas. Kami akan mengatur puncak performa pemain di titik tertentu saat mendekati pertandingan. Kalau seperti ini, bagaimana bisa membuat program. Sasarannya tidak jelas," ujar Budi Sudarsono.

Cara yang dilakukan mantan striker Timnas Indonesia itu hanya menginstruksikan penggawa Macan Putih rajin mengatur kebugaran secara mandiri.

"Kami sudah latihan selama lima hari. Setelah mendapatkan kabar dari Yogyakarta, manajemen meliburkan aktivitas tim hingga waktu yang terbatas. Saya minta anak-anak latihan mandiri untuk menjaga kebugaran fisik masing-masing," ujarnya.

Berita Terkait