Makan Konate Pergi dari Persebaya, Aryn Williams Bisa Memaklumi

oleh Aditya Wany diperbarui 12 Des 2020, 20:00 WIB
3 pemain asing Persebaya Surabaya, Makan Konate, Aryn Williams, dan Mahmoud Eid. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Kepergian Makan Konate dari Persebaya Surabaya membuat banyak yang merasa kehilangan. Gelandang asal Mali itu hengkang dari Persebaya mengikuti langkah yang telah dibuat oleh rekan setimnya, David da Silva.

Gelandang asing Persebaya Surabaya, Aryn Williams, bisa memahami keputusan yang diambil oleh kedua rekan setimnya itu. Situasi kompetisi Indonesia yang tidak kunjung memberikan kepastian membuat kemungkinan para pemain asing lain juga akan pergi.

Advertisement

"Kami semua sudah menunggu waktu yang lama untuk Shopee Liga 1 berlanjut kembali. Jadi, saya tidak menyalahkan Makan Konate yang memutuskan pergi," ujar Aryn Williams kepada Bola.com, Sabtu (12/12/2020).

Pemain berpaspor Australia itu juga berpotensi untuk pergi dari Persebaya. Dari kabar yang diterima Bola.com, sejumlah klub Asia dan Afrika sudah mengirimkan tawaran kepada Aryn Williams untuk musim depan.

Namun, gelandang Persebaya Surabaya berusia 27 tahun itu masih belum membuat keputusan. "Saya masih belum tahu," ujarnya.

Video

2 dari 2 halaman

Kesulitan untuk Bertahan Lebih Lama

Playmaker Persebaya Surabaya, Makan Konate. (Bola.com/Aditya Wany)

Para pemain asing di klub Shopee Liga 1 mulai hengkang dari klubnya masing-masing lantaran tidak mendapat kejelasan nasib lanjutan kompetisi. Gaji mereka juga dipotong hingga 75 persen sehingga memilih mundur.

Alasan itu yang membuat Makan Konate tidak bertahan di Persebaya Surabaya. Dia memilih tetap di Surabaya selama kompetisi berhenti sejak Maret 2020. Hal yang berbeda dilakukan pemain asing lain yang memilih pulang ke negara masing-masing.

Playmaker berusia 29 tahun itu sempat memiliki harapan saat Shopee Liga 1 direncanakan digelar lagi 1 Oktober 2020. Namun, harapan itu sirna lantaran PSSI tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian, bahkan hingga hari ini.

“Selama delapan bulan saya di Indonesia, tidak ada kabar soal kompetisi sampai saat ini. Saya tidak bisa lebih lama lagi menunggu. Jujur, keputusan ini sulit,” kata mantan pemain Arema FC tersebut.

Saya sudah terlanjur menjanjikan trofi juara kepada Persebaya. Tapi, situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Saya harus melanjutkan perjalanan. InsyaAllah, suatu saat saya kembali,” imbuh Konate.