Pendiri Dewa United Masuk Dewan Federasi Esports Internasional

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 06 Okt 2021, 14:45 WIB
Federasi Esports Internasional (International Esports Federation/IESF). (dok. IESF)

Bola.com, Jakarta - Diplomasi yang dilakukan pimpinan NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, membuahkan hasil manis. Tommy Hermanto Lo masuk jajaran dewan Federasi Esports Internasional (IESF).

Tommy Hermanto Lo merupakan bendahara umum NOC Indonesia. Ia juga dikenal sebagai pendiri Dewa United, tim yang melebarkan sayapnya tak cuma di sepak bola saja, tapi juga eSports dan basket.

Advertisement

Berbekal pengalaman dan visinya, Tommy berhasil masuk dewan Federasi Esports Internasional. Itu tak lepas dari peran Okto, sapaan akrab Raja Sapta.

Okto sebelumnya melakukan pembicaraan dengan Presiden IESF, Vlad Marinescu, dalam pertemuan olahraga di Eropa September kemarin. Kabar baik pun datang dari IESF.

"Kami baru mendapat kabar, Tommy masuk menjadi Anggota Dewan IESF. Ini adalah realisasi pembicaraan saat kami bertemu Marinescu. Dari pembicaraan itu, hasilnya kami (NOC Indonesia) diberi privilege menempatkan perwakilan untuk masuk dalam jajaran dewan IESF," lanjut Raja Sapta Oktohari.

 

2 dari 2 halaman

Benefit

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari. (Media NOC Indonesia)

Kabar ini tentu sangat bagus buat kemajuan eSports di Indonesia khususnya, dan menunjukkan kepercayaan dunia atas apa yang bisa disumbangkan negara ini untuk kepentingan olahraga secara umum.

Selain itu, menembus IESF bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, keterlibatan Indonesia mesti dimaksimalkan betul.

Okto menuturkan, IESF bisa memasukkan Indonesia ke dalam kalender turnamen mereka. Ini akan sangat menguntungkan, baik dari segi prestis, maupun finansial.

"Peran Indonesia menjadi penting karena posisi tersebut bisa menguntungkan bagi kemajuan eSports. Tak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia. Apalagi, Indonesia memiliki pangsa pasar eSports yang besar. IESF juga bersedia untuk memasukkan agenda turnamen Indonesia ke kalender mereka," tambah Okto.

Berita Terkait