Stadion Kanjuruhan Bakal Diruntuhkan, Bagaimana Nasib Kandang Arema Selanjutnya?

oleh Iwan Setiawan diperbarui 20 Okt 2022, 10:00 WIB
Ilustrasi - Arema FC, Stadion Gajayana dan Stadion Kanjuruhan (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Malang - Arema FC masih belum menentukan di mana markas mereka untuk menjalani lanjutan Liga 1 2022/2023. Seluruh kompetisi masih dihentikan pasca tragedi Stadion Kanjuruhan (1/10/2022) yang memakan korban 133 nyawa.

Saat kompetisi musim 2022/2023 dilanjutkan kembali, Arema FC harus menjalani sanksi bermain di kandang baru yang jaraknya 250 km dari Stadion Kanjuruhan. Mereka juga harus menjalani laga tanpa penonton di luar kota hingga akhir musim.

Advertisement

Manajemen Arema tidak ingin mengambil keputusan lebih dulu terkait markas baru mereka. Sampai saat ini, tim masih belum menjalani latihan. Manajemen juga fokus menuntaskan kunjungan ke rumah korban.

“Sampai sekarang kami masih fokus dengan korban,” kata manajer tim Arema FC, Ali Rifki.

2 dari 6 halaman

Belum Terpikirkan

Penampakan patung kepala singa di depan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (10/10/2022). Tragedi Kanjuruhan setelah laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 mengakibatkan 132 orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Jika mengambil keputusan terkait markas baru Arema, ada rasa beban moral kepada Aremania dan pecinta sepakbola tanah air yang masih berduka.

“Rasanya terlalu egois kalau kami memikirkan hal itu sekarang,” kata Media Officer Arema, Sudarmaji.

Kemungkinannya, untuk lanjutan Liga 1 musim ini Arema bisa menggunakan stadion di area Jawa Tengah. Karena jaraknya sudah melebihi 250 km.

3 dari 6 halaman

Segera Dipugar

Presiden Joko Widodo juga sempat melihat salah satu akses yang menjadi titik pusat dalam tragedi di sepak bola Indonesia ini. (AFP/Handout/Indonesia Presidential Palace)

Hal yang akan membuat Arema perlu mencari kandang baru untuk sementara adalah Stadion Kanjuruhan bakal dipugar. Sesuai dengan instruksi Presiden RI, Joko Widodo setelah melihat langsung kondisi stadion pasca-tragedi Kanjuruhan.

Stadion milik Pemkab Malang itu akan dibongkar total lalu dibangun sesuai dengan standar FIFA. Tentunya proses membangun ulang Stadion Kanjuruhan akan memakan waktu yang lama.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuljono yang berkunjung ke Stadion Kanjuruhan pekan lalu sudah memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan renovasi total.

"Butuh 3-4 bulan untuk membuat desainnya lebih dulu. Setelah itu pembangunan, semoga paling cepat satu tahun," katanya.

4 dari 6 halaman

Kembali ke Gajayana?

Aremania hadir dalam latihan yang dijalani Arema FC di Stadion Gajayana, Malang, Rabu (11/5/2022) pagi WIB. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Jika renovasi Stadion Kanjuruhan dimulai awal tahun depan, berarti paling cepat rampung pada 2024 mendatang. Lantas ke mana tim Singo Edan akan berkandang di musim depan?

Pamerintah Kota Malang membuka pintu bagi Arema untuk kembali menggunakan Stadion Gajayana. Stadion yang berada di pusat Kota Malang itu selalu didaftarkan Arema sebagai stadion alternatif.

Pada musim 2016, Arema sempat menggunakan Stadion Gajayana untuk laga yang digelar larut malam. Atau saat bulan Ramadhan. Karena pemain tidak punya cukup waktu untuk perjalanan ke Stadion Kanjuruhan waktu itu.

Tapi Stadion Gajayana tidak memungkinkan untuk menggelar laga big match. Mengingat kapasitasnya hanya 25 ribu orang.

“Stadion Gajayana siap dipakai. Kalau memang diperlukan, mengapa tidak. Tapi kita akan lihat dulu dengan sejumlah persiapan (persyaratan verifikasi PT Liga Indonesia Baru),” kata Walikota Malang, Sutiaji.

Pemerintah Kota Malang tak ingin fanatisme Aremania hilang setelah sanksi dari Komdis PSSI selesai. Mereka berupaya Arema bisa kembali main di Malang meski Kanjuruhan masih dibongkar.

“Jangan sampai fanatisme sepak bola di sini mati,” sambungnya.

5 dari 6 halaman

Historis Arema dan Gajayana

Bek Persipura Jayapura, Valentino Telaubun, berusaha menguasai bola dari upaya dua pemain Arema. Persipura harus menyerah 1-3 dari Arema dalam laga pekan ketujuh Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gajayana, Malang, Kamis (4/7/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Melansir dari berbagai sumber, Stadion Gajayana termasuk salah satu stadion tertua di Indonesia. Didirikan pada tahun 1924 silam. Namun baru direnovasi pada 1990 dengan membangun tribun berkapasitas 17 ribu penonton.

Stadion ini jadi kandang pertama Arema saat berdiri 1987 silam. Saat Arema meraih juara Galatama musim 1992, Singo Edan juga masih bermarkas di sini. Jadi, Stadion Gajayana menyimpan memori indah di sini.

Lawan Arema selalu kalah mental sebelum tanding saat main di sini. Karena jarak tribun dengan lapangan hanya sekitar 3-4 meter. Sehingga teriakan Aremania kepada pemain lawan bakal terdengar jelas.

6 dari 6 halaman

Kapasitas Terbatas

Arema FC menjalani uji coba kontra Persekam Metro FC di Stadion Gajayana, Malang, Rabu (17/7/2019) pagi. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Namun di tahun 1997, wacana Arema pindah kandang mulai ada. Karena Kabupaten Malang sedang membangun stadion yang punya kapasitas lebih besar. Yakni Stadion Kanjuruhan.

Setiap Arema bermain di Stadion Gajayana, penonton sering meluber ke area sentelban. Ini jadi indikasi stadion ini tak sanggup lagi menampung animo Aremania.

Pada 2004, Arema resmi pindah ke Stadion Kanjuruhan. Waktu itu Arema menjalani laga Divisi Utama melawan PSS Sleman. Presiden RI waktu itu, Megawati Soekarno Putri yang datang meresmikannya. Tapi bukan berarti Arema langsung melupakan Gajayana.

Mereka tetap memakainya sebagai markas alternatif. Seperti saat bermain di Liga Champions Asia musim 2007, Arema masih menggunakan Stadion Gajayana. Selain itu, beberapa tahun lalu juga Arema masih berkandang di sana saat pertandingan digelar ketika pada bulan Ramadhan.

Berita Terkait