PFA Gelar Cari Bakat 2023 di Jayapura, Dipimpin Langsung Wolfgang Pikal dan Ardiles Rumbiak

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 18 Jun 2023, 21:56 WIB
Wolfgang Pikal (kedua dari kiri) bersama staf pelatih dan sejumlah peserta Papua Football Academy (PFA). (Dok. PFA)

Bola.com, Jakarta - Sebanyak 50 putra Papua bersiap menjadi pemain Papua Football Academy (PFA) angkatan kedua, akademi sepak bola yang disponsori oleh PT Freeport Indonesia. Mereka akan bersaing mendapatkan status penghuni Mimika Sport Complex, markas PFA di Kabupaten Mimika.

Sebelum memasuki seleksi final, tim pelatih dan staf Papua Football Academy telah menggelar PFA Cari Bakat 2023 di 7 lokasi dari 8 kota dan kabupaten di 3 provinsi, yakni Provinsi Papua, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Advertisement

Dipimpin Direktur Akademi, coach Wolfgang Pikal, dan pelatih kepala PFA, coach Ardiles Rumbiak, pencarian bakat sepak bola putra Papua di Timika, Nabire, Jayapura, Merauke, Waropen, serui, dan Biak Numfor selama Mei dan Juni 2023 diikuti 1.445 peserta.

"Kami berterima kasih kepada orang tua peserta, juga pengurus Asprov, Askab, pemerintah daerah, dan para pelatih sepak bola atas kerja sama yang baik selama pencarian bakat. Mari kita bersama-sama membantu dan mengembangkan sepak bola di Papua," kata Wolfgang Pikal.

 

2 dari 4 halaman

Belajar Banyak Hal Lewat Sepak Bola

Sebanyak 50 putra Papua bersiap menjadi pemain Papua Football Academy (PFA) angkatan kedua. (Dok. PFA)

Dari 7 lokasi itu, sebanyak 50 peserta dinyatakan lolos ke fase Final Camp di Jayapura. Mereka akan kembali bersaing dan unjuk kemampuan untuk menjadi 30 pemain PFA di tahun kedua.

"Walau masih tergolong mentah, talenta sepak bola di Papua sungguh baik. Inilah kesempatan besar mengasah skill sepak bola anak Papua bersama PFA. Juga dapat tetap mengikuti sekolah formal dan belajar banyak keterampilan yang menjadi bekal hidup mereka nanti," ujar Wolfgang Pikal.

Bagi mereka yang tidak lolos ke fase final, coach Wolfgang berharap para orang tua dan pembina sepak bola di daerahnya tetap membantu mendukung anak-anaknya melakoni hobi bermain sepak bola. Karena lewat sepak bola, anak-anak belajar banyak hal positif, dari kedisiplinan, sportivitas, persaingan, hingga menghargai orang lain.

"Jangan patahkan harapan dan semangat mereka," ucap Wolfgang lagi.

 

3 dari 4 halaman

Jalani Tes Psikologi dan Kesehatan

Minggu, 18 Juni 2023, mereka telah berkumpul di Jayapura bersama para pendamping dari daerah masing-masing. Kegiatan akan berlangsung selama empat hari.

Untuk peserta yang lolos PFA Cari Bakat Final Camp 2023 di Jayapura, mantan asisten pelatih timnas Indonesia asal Austria berharap mereka tidak malu-malu menunjukkan kemampuan bermain sepak bola, serta mental dan perilaku yang turut menjadi bagian penilaian para pelatih.

"Pada Senin dan Selasa (19-20 Juni), kegiatan seleksi bakat sepak bola digelar di Stadion Mandala, Jayapura. Selain itu, mereka juga harus menjalani tes sidik jari, psikologi, dan kesehatan sebagai bagian dari persyaratan untuk dapat lolos sebagai pemain PFA," kata Donny Fahrochi, Manajer Papua Football Academy.

Selain peserta yang mengikuti kegiatan PFA Cari Bakat 2023 di 7 lokasi, terdapat juga 2 peserta Final Camp asal Sorong. Keduanya merupakan hasil pantauan coach Wolfgang Pikal dan Ardiles Rumbiak saat berkunjung ke Provinsi Papua Barat tersebut.

"Slogan dari tanah Papua untuk Indonesia itu punya makna besar. Kehadiran PFA adalah kesempatan besar bagi putra-putra Papua untuk lebih banyak lagi masuk ke tim nasional Indonesia di setiap kelompok usia," ujar George Weyasu, Sekum KONI Provinsi Papua, dalam sambutannya membuka secara resmi PFA Cari Bakat Final Camp 2023 pada Minggu (18/6).

 

4 dari 4 halaman

Bawa Harum Indonesia ke Level Internasional

Lewat PFA, George Weyasu berharap pesepak bola Papua dapat mengharumkan nama Indonesia di level Internasional.

"Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Jadikan para pelatih dan staf di PFA sebagai orang tua kalian. Bangun dan bentuk karakter yang baik demi masa depan."

"Kesempatan ini tidak akan terulang, jangan disia-siakan karena kalian adalah mutiara dari Papua," ujar George Weyasu.