Kalah dari AC Milan, Pelatih PSG: Mirip Pertandingan Tenis, Saya Tidak Suka

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 08 Nov 2023, 10:30 WIB
Kemenangan ini selain menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya, AC Milan juga membalas kekalahan di laga sebelumnya setelah digasak PSG di Parc des Princes dengan skor telak 0-3 pada matchday ketiga. (AP Photo/Luca Bruno)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, tidak menikmati kekalahan 1-2 dari AC Milan. Ia menyatakan bahwa duel tersebut lebih seperti tenis daripada sepak bola, seraya menganggap itu sebagai grup terberat di Liga Champions.

Tim Ligue 1 itu memenangkan pertandingan sebelumnya dengan skor 3-0 di Parc des Princes dan mengira mereka berada di jalur yang benar malam ini di San Siro ketika Milan Skriniar tidak terkawal dan menyambut tendangan sudut di tiang belakang.

Advertisement

Namun tendangan akrobatik Rafael Leao dan sundulan tinggi Olivier Giroud membalikkan keadaan. AC Milan pun menang 3-1 di San Siro pada matchday 4 Liga Champions 2023/2024, Rabu (8/11/2023) dini hari WIB.

"Saya menyukai cara kami bermain, karena kami mencetak gol pertama dan memiliki banyak peluang lainnya," kata Luis Enrique dalam konferensi pers.

"Satu-satunya masalah adalah kami membuat permainan menjadi gila. Seharusnya kan pertandingan sepak bola, bukan tenis. Laga cenderung serang-serangan ujung ke ujung. Saya tidak suka."

--

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Suporter Sih Senang-Senang Saja

AC Milan berhasil mencatat kemenangan penting saat menjamu PSG pada matchday keempat Grup F Liga Champions. Rossoneri menang tipis 2-1 atas wakil klub Prancis tersebut. (AP Photo/Antonio Calanni)

Luis Enrique menyebutkan bahwa suporter tentu terhibur dengan duel tadi karena baik Mike Maignan dan Gianluigi Donnarumma dipaksa melakukan penyelamatan yang sulit.

“Kylian Mbappé mencetak gol dua atau tiga kali, begitu pula Ousmane Dembele. Setelah mereka memimpin, Milan bertahan di pertahanan dan itu menjadi sangat sulit. Itu adalah pertandingan yang cukup seimbang."

“Saya melihat dua tim yang cukup mirip. Saya lebih memilih kontrol yang lebih besar terhadap inisiatif ini, namun hal ini lebih bersifat end to end.”

 

3 dari 4 halaman

Grup Berat

Lebih lanjut, Enrique merasa kalau timnya berada di grup berat. Ia juga menyesali kekalahan tersebut karena jika lolos maka kans untuk lolos sangat besar.

"Tentu saja! Jelas sekali! Ini adalah grup yang sangat kuat sehingga masih ada dua pertandingan tersisa dan keempat tim masih bisa lolos ke Babak 16 Besar. Ini adalah grup terberat di Liga Champions."

“Sangat disayangkan bagi kami, karena jika kami menang, praktis kami lolos.”

Sumber: Football Italia

4 dari 4 halaman

Posisi PSG

Berita Terkait