Menyesakkan Rasanya! Pelatih Newcastle Beberkan Kesedihan usai Tersingkir dari Liga Champions

oleh Aryo Atmaja diperbarui 14 Des 2023, 19:45 WIB
Pemain Newcastle United tampak kecewa setelah ditaklukkan AC Milan dalam laga matchday 6 Liga Champions 2023/2024 di St. James' Park, Kamis (14/12/2023). The Magpies takluk 1-2 dari sang tamu. (AP Photo/Scott Heppell)

Bola.com, Newcastle - Newcastle United harus mengubur impiannya untuk melaju jauh di ajang Liga Champions 2023/2024. The Magpies harus tersingkir setelah terbenam di dasar klasemen akhir Grup F.

Newcastle United kalah di kandang sendiri dari AC Milan dengan skor 1-2 pada laga terakhir Grup F di St James Park, Kamis (14/12/2023) dini hari WIB. Padahal mereka sebenarnya punya kans untuk lolos menemani Borussia Dortmund.

Advertisement

Ya, andai Newcastle menang atas AC Milan dan di pertandingan lain PSG gagal menang atas Dortmund, maka Alexander Isak dkk. yang bisa menjadi runner-up Grup F.

Manajer Newcastle United, Eddie Howe merasa hancur dengan drama yang membuat timnya harus angkat koper dari Liga Champions lebih cepat. Sialnya lagi, Newcastle sempat unggul lebih dulu saat menghadapi Rossoneri.

==

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Terpukul

Bertandang ke markas Sheffield Wednesday di Hillsborough Stadium, pasukan Eddie Howe banyak menyimpan pemain utamanya di bangku cadangan. (AFP/Lindsey Parnaby)

Joelinton sempat membuka keunggulan dan membuat asa Newcastle untuk lolos terbuka lebar. Ia mengoyak jala gawang AC Milan di menit ke-33.

Akan tetapi semuanya menjadi kacau, karena AC Milan sukses membalikkan keadaan melalui gol Christian Pulisic (menit ke-59) dan Samuel Chukwueze (menit ke-84).

“Saya pikir ada beberapa hal yang sangat bagus, kami terkadang dominan, tapi mungkin membutuhkan gol kedua. Kami tidak mempertahankan dengan cukup baik,” kata Eddie Howe kepada TNT Sports via Football Italia.

“Kami ingin memenangkan pertandingan, jadi kami harus berani. Membuat permainan yang sangat bagus. Kami menciptakan peluang dan kami sangat terpukul karena tidak lolos.”

3 dari 5 halaman

Enggan Salahkan Masa Lalu

Milan sejatinya sempat tertinggal lebih dahulu akibat gol Joelinton di babak pertama. (AP Photo/Scott Heppell)

Cukup ironis bagi Newcastle yang gagal melaju ke fase gugur. Sebab perjalanan mereka tidaklah buruk. Menahan imbang AC Milan di San Siro pada pertemuan pertama, menghajar PSG 4-1 di St James Park.

Puncaknya adalah kemenangan atas tuan rumah PSG yang digagalkan secara kontroversial melalui penalti di Parc des Princes.

“Saya pikir akan sangat bodoh jika saya melihat ke belakang dan mulai mengungkit hal-hal lama. Kami mempunyai kesempatan malam ini untuk melakukan apa yang harus kami lakukan, dan kami tidak memanfaatkannya,” lanjut Eddie Howe.

“Kami tidak bisa berusaha lebih keras, saya rasa kami tidak meninggalkan apa pun di lapangan.”

4 dari 5 halaman

Skuad Menipis

Di sisi lain, Newcastle menjadi juru kunci Grup F. (AP Photo/Scott Heppell)

Kekalahan Newcastle dari AC Milan tidak lepas dari krisis pemain. Newcastle berhasil memiliki daftar cedera yang lebih buruk daripada Milan. Ditambah Sandro Tonali yang hanya bisa menonton dari tribune penonton karena diskors atas perjudian ilegal.

“Faktanya kami belum memiliki kemampuan untuk memanfaatkan skuad yang kami buat. Kami menjalani pertandingan dengan sangat terbatas dalam hal apa yang bisa kami lakukan dan itu tidak membantu kami,” jelas Howe.

Sumber: Football Italia

5 dari 5 halaman

Posisi Akhir Newcastle di Liga Champions

Berita Terkait